SPBU di Solok Terbakar

oleh -772 klik
1 unit mobil Kijang dan pompa SPBU Saok Laweh  Kecamatan Kubung Kabupaten Solok terbakar, Sabtu (15/08/2020) pukul 03.30 WIB dini hari. Asal api diduga dari mobil kijang BA 1976 WR bermuatan puluhan jerigen minyak premium. BT1
1 unit mobil Kijang dan pompa SPBU Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok terbakar, Sabtu (15/08/2020) pukul 03.30 WIB dini hari. Asal api diduga dari mobil kijang BA 1976 WR bermuatan puluhan jerigen minyak premium. BT1

JERNIHNEWS.COM-Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Saok Laweh Kecamatan Kubung Kabupaten Solok terbakar, Sabtu (15/08/2020) pukul 03.30 WIB dini hari. Asal api diduga dari mobil kijang BA 1976 WR bermuatan puluhan jerigen minyak premium. Kebakaran mobil yang diduga pelangsir BBM tersebut, merambat dan menghanguskan 1 blok pompa pengisian BBM untuk sepeda motor.

Beruntung, 4 unit mobil damkar dari Kota dan Kabupaten Solok yang datang beberapa saat kemudian langsung bergerak cepat melokalisir api, sehingga tidak merambat ke blok pengisian BBM mobil yang jauh lebih besar. Api baru bisa dipadamkan sekira pukul 04.30 WIB.

Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho melalui Kapolsek Kubung AKP Afdimon mengungkapkan, api pertama kali diketahui oleh Roma (25) warga Tanjung Paku Kota Solok yang menjadi karyawan di SPBU tersebut. Letupan api dari mobil Kijang BA 1976 WR yang berisi sedikitnya 15 jerigen tersebut, kemudian menjalar dengan cepat ke pompa pengisian BBM Premium untuk sepeda motor.

"Dugaan sementara api dipicu akibat terbakarnya mobil kijang pelangsir BBM. Kami masih menyelidiki siapa pemilik mobil tersebut, karena hingga kini belum ada yang mengaku sebagai pemiliknya," beber Afdimon sebagai dikutip dari beritanda1.

Polisi juga akan meminta keterangan dari Ernita (40) warga Batu Sangkar Kabupaten Tanah Datar yang menjadi pemilik SPBU tersebut. Untuk memudahkan penyelidikan, operasional pengisian BBM di SPBU Saok Laweh tersebut juga dihentikan untuk sementara waktu. " Akibat kebakatran tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 300 juta," ujarnya.

Dilema Pelangsir BBM Premium

Informasi yang didapat di lapangan, SPBU Saok laweh merupakan salah satu SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Kabupaten Solok. Seperti halnya SPBU lainnya di beberapa daerah, BBM jenis premium juga menjadi primadona di SPBU tersebut. Hal itu terlihat dari panjangnya antrean mobil yang saban hari berharap BBM bersubsidi ini.

Kondisi ini kerap memantik komentar miring dari masyarakat yang juga berharap BBM jenis premium tersebut. Pasalnya, rata-rata pengantre BBM jenis premium tersebut merupakan mobil dan sepeda motor pelangsir BBM, yang biasa mengisi sejumlah pedagang BBM eceran.

"Mereka umumnya hanya pelangsir BBM untuk dijual kembali kepada pengecer kios Pom bensin mini dan kios BBM kaki lima. Jarang dari masyarakat umum (bukan pelangsir) ," beber Arman (46) salah seorang warga setempat.

Kondisi itu kontras terlihat dengan pengisian BBM lainnya jenis pertalite dan pertamax yang tidak terjadi antrean bahkan cenderung sepi.

Ia menyebutkan, kondisi ini membuat warga lainnya yang membutuhkan BBM jenis premium terpaksa ikut antrean panjang, jika ingin kebagian BBM Premium. Bagi yang tidak sabar, terpaksa harus mengisi BBM jenis pertalite atau pertamax yang harganya jauh lebih mahal dibanding premium.

"Bisa dilihat tuh, umumnya kendaraan yang mengisi BBM premium tersebut, itu ke itu juga orangnya. Mereka bahkan bisa mendapat 2 sampai 3 kali pengisian setiap hari. Bahkan ada yang sudah ngetem sejak malam. Kalau begini, kapan warga lain bisa mendapat BBM bersubsidi? Kami ingin ada penertiban dari pemerintah terhadap masalah ini," keluh Arman. (erz)