Perguruan Thawalib Gelar Kuliah Akbar

oleh -314 klik
Kuliah Umum Perguruan Thawalib Padang Panjang yang dilaksanakan sebelum memulai aktifitas PBM tatap muka, Rabu (12/08/2020) di Aula Perguruan tersebut. JON
Kuliah Umum Perguruan Thawalib Padang Panjang yang dilaksanakan sebelum memulai aktifitas PBM tatap muka, Rabu (12/08/2020) di Aula Perguruan tersebut. JON

JERNIHNEWS.COM - Perguruan Thawalib Padang Panjang mengadakan kuliah akbar untuk seluruh santri putra, Rabu (12/08) di Aula Dr Abdul Karim Amarullah, Kompleks Perguruan Thawalib dengan pembicara utama Buya Dr H. Zulkarnaini, MAg (Pimpinan Perguruan Thawalib).

Acara kuliah akbar tersebut merupakan kegiatan awal sebelum dilaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka untuk seluruh santri.

Ketua Yayasan Thawalib H. Ali Usman Syuib dalam sambutannya mengatakan, acara kuliah akbar dilaksanakan selain wahana pengetahuan bagi seluruh santri, juga sebagai ajang untuk mengenal langsung para tenaga pendidik yakni para ustad ustad yang akan mengajar.

"Sebelum dimulai belajar secara tatap muka, maka santri diperkenalkan dengan seluruh majelis guru yang akan mengajar mereka pada tahun ajaran 2020/2021," ujar Ali Usman.

Selain memperkenalkan para majelis guru, dalam kesempatan kuliah akbar para santri juga diinformasikan tentang mata pelajaran yang akan mereka terima sebagai santri. "Para santri terutama santri baru diberitahukan mata pelajaran Thawalib yang diajarkan kepada mereka, sehingga santri sebelum belajar sudah tahu buku atau kitab kitab apa saja yang diajarkan nanti," jelas Ali Usman.

Untuk tahun ajaran 2020/2021, Perguruan Thawalib membuat kegiatan baru sebelum dimulainya belajar tatap muka yakni kuliah akbar. Acara ilmiah ini sengaja dilakukan sebagai wahana pendidikan bagi seluruh santri.

"Pengurus Yayasan Thawalib membuat disain pendidikan dengan perubahan baru seperti diadakannya kuliah akbar untuk santri sebelum belajar di kelas," kata Irwan Natsir, Sekretaris Umum Yayasan Thawalib.

Menurut dia, kegiatan ini menjadi agenda yang telah ditetapkan dan harus diikuti oleh seluruh santri dan majelis guru. "Jadi sebelum belajar di ruangan kelas secara tatap muka, para santri mengawali dengan kuliah akbar," kata Irwan Natsir.

Sementara, Buya Zulkarnaini selaku Pimpinan Perguruan Thawalib menyambut baik gagasan dilaksanakannya kuliah akbar itu. "Tradisi kuliah akbar biasanya di Perguruan Tinggi dalam bentuk studium general. Namun bagi santri Thawalib yang tingkat pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah sudah diperkenalkan dengan kuliah akbar. Ini langkah yang bagus," ujarnya.

Buya Zulkarnaini sebagai Pimpinan Perguruan Thawalib, menjadi pembicara utama dalam kuliah akbar tersebut. Ia memberikan berbagai pandangan tentang pentingnya pendidikan di Perguruan Thawalib, serta memberikan motivasi agar seluruh santri untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu agama.(jon)