PBM Daring Masih Pro dan Kontra di Kalangan Orang Tua Siswa

oleh -515 klik
Orang tua mesti mendampingi anaknya saat mengikuti proses belajar mengajar (PBM) daring. PMB daring masih banyak dikeluhkan oleh orang tua, siswa dan termasuk guru. NET
Orang tua mesti mendampingi anaknya saat mengikuti proses belajar mengajar (PBM) daring. PMB daring masih banyak dikeluhkan oleh orang tua, siswa dan termasuk guru. NET

JERNIHNEWS.COM-Sudah 15 hari sejak tahun pelajaran 2020-2021 dimulai pada 13 Juli 2020 lalu, sampai sekarang aktivitas proses belajar mengajar (PBM) masih dalam jaringan (daring). PBM daring banyak menuai pro dan kontra di kalangan para orang tua siswa.

"Kasihan kita dengan orang tua siswa, karena belajar daring tidak semuanya bisa. Bahkan pengeluaran orang tua lebih besar," kata Drs. Asricun, M, M.Pd, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Barat, di kantornya, beberapa hari lalu.

Dikatakan, saat ini Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Barat yang memegang tiga daerah yakni Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, dan Kabupaten Tanahdatar tengah merancang beberapa program bersama para kepala sekolah salah satunya klinik belajar.

"Klinik belajar atau konsultasi belajar ini masih dalam tahap rancangan belum kita mulai. Nah, nanti klinik ini hanya untuk siswa-siswi yang terkendala dalam pelaksanaan daring," katanya.

Namun kata Asricun, sebelum program itu dirumuskan, maka anak-anak didik harus didata dulu.

"Kita data dulu para siswa, mulai dari di mana dia tinggal, berapa penghasilan orang tuanya, berapa orang dia saudara, dia punya handphone berapa dan di daerahnya ada sinyal atau tidak. Nah, dari hasil pendataan ini baru dapat kita simpulkan. Kapan perlu undang orang tuanya ke sekolah," ungkapnya.

"Nah setelah kita dapat gambarannya, untuk yang mampu dan punya HP sekolah di rumah aja, namun bagi yang terkendala kasih mereka jadwal konsultasi atau klinik belajar di sekolah. Namun, tetap dengan menjalankan protokol kesehatan Covid-19," tambahnya.

Pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2020-2021, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumbar berhasil menerima sebanyak 7.672 orang lulusan SMP/MTs/sederajat.

"Kota Payakumbuh ada 1.612 orang siswa diterima dari 1.753 kuota yang tersedia, di Kabupaten Limapuluh Kota berhasil diterima 2.823 orang dari kuota 3.514, dan di Kabupaten Tanahdatar ada 3.237 orang yang diterima dari 3.883 kuota disediakan," kata Asricun menandaskan. (syn)