Reses, Warga LSH 'Lapor' BLT yang Macet Kepada Ketua DPRD Sumbar Supardi

oleh -713 klik
Masyarakat Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota menghadiri reses Ketua DPRD Sumbar, Supardi, Minggu (28/06/2020). IST
Masyarakat Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota menghadiri reses Ketua DPRD Sumbar, Supardi, Minggu (28/06/2020). IST

JERNIHNEWS.COM-Mengisi masa Istirahat Sidang Kedua Tahun 2020, Supardi Ketua DPRD Provinsi Sumatra Barat , menjemput aspirasi ke konstituen melalui kegiatan reses di Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (28/06/2020). Warga menyampaikan keluhan tentang adanya menyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang macet, tapi bukan BLT dari Sumbar.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi.
Ketua DPRD Sumbar, Supardi.

Supardi yang merupakan politisi Partai Gerindra berkunjung ke daerah pemilihannya didampingi anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Virmadona serta rombongan lainnya. Kegiatan reses dipandu Camat Lareh Sago Halaban yang diwakili Kasi Sosial Budi Margana dengan peserta seluruh wali nagari, Penyuluh Pendamping Lapangan, kelompok tani serta tokoh masyarakat LSH (Lareh Sago Halaban).

Warga Lareh Sago Halaban (LSH) menyampaikan aspirasinya kepada Ketua DPRD Sumbar, Supardi, dalam reses.
Warga Lareh Sago Halaban (LSH) menyampaikan aspirasinya kepada Ketua DPRD Sumbar, Supardi, dalam reses.

"Masa reses merupakan kewajiban bagi seluruh anggota DPRD. Ini wadah bagi anggota dewan untuk menyerap, mendengar dan menghimpun aspirasi dari masyarakat . Nanti akan dikaji secara kelembagaan," kata Supardi dalam pertemuan tersebut, sebagaimana rilis yang diterima jernihnews.com.

Baca Juga

Menurut Supardi, selain menyerap aspirasi, kegiatan ini juga menjalankan salah satu fungsi pengawasan. Begitu banyak aspirasi yang ditampungnya, salah satu nya terkait BLT dari APBD Kabupaten Limapuluh Kota yang belum dicairkan dan persoalan-persoalan lain terkait pertanian, peternakan serta dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi masyarakat.

"Insya Allah untuk membantu ekonomi masyarakat yang lumpuh karena pandemi covid-19, kami di provinsi akan mencoba mencari solusinya. Salah satunya memberikan pinjaman lunak kepada masyarakat melalui APBD dan kami akan coba membahasnya di APBD perubahan nanti serta yang lebih penting mencari bagaimana teknisnya," kata politisi senior dari Luak Limopuluah tersebut.

Sementara itu, Virmadona yang ikut mendampingi Supardi mengatakan bahwa, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi tugas bersama. "Kami akan perjuangkan apa yang telah disampaikan masyarakat, terkait BLT dari APBD Kabupaten limapuluh kota, kita akan desak Pemda untuk segera mencairkan dana tersebut. Jika aspirasi bisa melalui kewenangan kami di DPRD Kabupaten, kami akan perjuangkan dan tentu jika ada kewenangan provinsi. Bapak Supardi siap untuk memperjuangkannya. Karena ini sudah menjadi kewajiban kami," ujar Virmadona.

Harapan juga disampaikan oleh wali nagari serta peserta yang hadir, agar aspirasi mereka diperjuangkan. "Kami sangat berterima kasih kepada Pak Supardi dan Pak Virmadona yang selama ini selalu memperjuangkan aspirasi kami. Kami juga berharap, apa yang kami sampaikan juga dapat selalu diperjuangkan. Apa lagi kondisi ekonomi sangat ini sangat sulit akibat dampak dari Covid-19 ," kata Rilson Wali Nagari Tanjuang Gadang menyampaikan aspirasi warganya. (erz)