M. Rahmad -- Nil Maizar Berduet di Pilkada Limapuluh Kota

oleh -2009 klik
Partai Gerindra dan Partai Nasdem akan berkoalisi di Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota dan akan mengusung M. Rahmad dan Nil Maizar.
Partai Gerindra dan Partai Nasdem akan berkoalisi di Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota dan akan mengusung M. Rahmad dan Nil Maizar.

JERNIHNEWS.COM-Politik sangatlah dinamis. Sesuatu yang kadang tak mungkin, pada gilirannya menjadi mungkin. Sehingga dengan demikian, bisa saja peta politik berubah, bergeser dan berdinamika. Begitu juga politik di Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota. Perkembangan terbaru, M. Rahmad dan Nil Maizar berduet. Pasangan ini akan diusung Partai Gerindra dan Partai Nasdem.

Baliho Ketua DPC Gerindra Deni Asra bersama Nil Maizar indikasi sudah ada kesepahaman Gerindra dengan Nasdem. IST
Baliho Ketua DPC Gerindra Deni Asra bersama Nil Maizar indikasi sudah ada kesepahaman Gerindra dengan Nasdem. IST

M. Rahmad telah cukup lama digadang-dadang akan menjadi Calon Bupati Kabupaten Limapuluh Kota dari Partai Gerindra. Perkembangan sebelumnya, dua nama yang unggul dalam seleksi tahap akhir di Partai Gerindra Kabupaten Limapuluh Kota. Yakni, Kolonel (TNI) Yuni Hermon dan M. Rahmad. Keduanya merupakan putra Kecamatan Guguk.

Namun pada akhirnya, Partai Gerindra menjatuhkan pilihan kepada M. Rahmad, mantan penulis naskah pidato Presiden SBY yang juga seorang pengusaha. Lalu muncul PR baru bagi Partai Gerindra, tentang siapa yang akan menjadi calon Wakil Bupati Limapuluh Kota yang mendampingi M. Rahmad. Tentu saja calon tersebut adalah sosok yang dapat saling melengkapi dengan M. Rahmad.

Meski M. Rahmad disebut-sebut lihai berkomunikasi dan memiliki hubungan baik di pusat, namun dia belum begitu populer di Limapuluh Kota. Sehingga hal itu perlu dilengkapi oleh sosok yang akan menjadi calon pasangannya. Maka muncullah beberapa nama yang menjadi pilihan. Partai Gerindra Limapuluh Kota pada akhirnya memiliki kecenderungan kepada Nil Maizar, mantan pelatih Tim Nasional PSSI yang kini sedang melatih PS. Lamongan. Nil Maizar adalah politisi Nasdem. Dia sudah 2 kali menjadi caleg DPR RI dari Dapil Sumbar 2.

"Untuk calon Bupati, Gerindra akan mengusung M. Rahmad. Partai kami telah memfinalkan nama M. Rahmad. Sedangkan Pak Yuni Hermon tetap berkarir di TNI," kata Ketua DPC. Gerindra Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra, Senin (22/06/2020) di Tanjungpati.

Soal M. Rahmad akan berpasangan dengan Nil Maizar, menurut Deni Asra yang juga Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, sekarang dalam tahapan persiapan. Namun demikian, kesamaan pemahaman dan restu telah sampai ke Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Tentu saja komunikasi telah dilakukan berjenjang , seperti halnya berkomunikasi dengan Ketua DPC Partai Nasdem Limapuluh Kota, Ilson Cong. Bagi Nil Maizar, selaku sosok yang dikenal dekat dengan Surya Paloh, tentu saja proses mendapat restu dari Ketum Partai Nasdem, tidak berbelit-belit.

Pasangan yang Kuat

Bagaimana dengan kekuatan politik dan peluang pasangan M. Rahmad -- Nil Maizar? Secara persyaratan mengusung calon, M. Rahmad dan Nil Maizar telah memenuhinya. Karena diusung oleh 2 partai, yakni Partai Gerindra dan Partai Nasdem. Gerindra memiliki 6 kursi di DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, sedangkan Nasdem 1 kursi. UU Pilkada mensyarakatkan partai pengusung mesti memiliki 20 persen kursi di parlemen. Jumlah kursi DPRD Kaupaten Limapuluh Kota 35 kursi dan 20 persennya adalah 7 kursi.

Sebaran dukungan masyarakat terhadap pasangan M. Rahmad -- Nil Maizar berdasarkan negeri asal keduanya, berkemungkinan sangatlah baik. M. Rahmad berasal dari Nagari Tujuh Koto Talago, Kecamatan Guguk. Sedangkan Nil Maizar dari Nagari Piladang, Kecamatan Akabiluru. Satu dari penjuru barat dan satunya lagi dari wilayah selatan Kabupaten Limapuluh Kota.

Menurut Deni, Nil Maizar adalah sosok yang populis di Kabupaten Limapuluh Kota, bahkan Sumbar dan nasional. Nil sangat ngetop pada semua kalangan di Luhak Nan Bungsu, tak terkecuali generasi milinial. Melalui dunia olahraga, Nil bisa menyisir pemilih pemula Kabupaten Limapuluh Kota dengan maksimal. Begitu juga dengan kalangan dewasa, Nil yang mantan pemain PS. Semen Padang, PSP Padang, Tim Nasional dan bahkan pernah di kontrak klub Sparta, Cekoslavakia dan juga mantan pelatih nasional sangat mendapat tempat di hati masyarakat. Nama pria kelahiran 2 Januari 1970 ini begitu harum di kalangan pecinta olahraga si kulit bundar.

Sedangkan M. Rahmad adalah sosok pengusaha sukses yang memiliki pengalaman dalam dan luar negeri. Doktor filosofi dan manajemen yang juga Alumni MAN (MAPK) Koto Baru Padang Panjang dan IAIN (UIN) Imam Bonjol Padang ini juga memiliki jejak pernah bekerja di Kementerian Luar Negeri Repulublik Indonesia (Kemenlu RI) dan bertugas di beberapa negara selama 12 tahun. Karena cinta dengan dunia usaha dan mulai bersinggungan dengan dunia politik, M. Rahmad mundur dari Kemenlu RI Tahun 2009. M. Rahmad juga sempat menjadi Wakil Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat (2010-2015).

Background M. Rahmad yang begitu cemerlang di dalam dan luar negeri tentu akan menjadi catatan penting bagi masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota, khususnya kalangan terpelajar dan memiliki visi jauh ke depan tentang daerah ini. Namun, persoalannya sosok kelahiran 05 Januari 1973 ini belum begitu dikenal dan familiar di kalangan masyarakat. Terutama di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Inilah skenarionya, mengapa M. Rahmad dijodohkan dengan Nil Maizar. "Ya diharapkan M. Rahmad dan Nil Maizar saling mengisi dan saling melengkapi untuk kemajuan Limapuluh Kota ke depan," kata Deni Asra.

Seperti ditulis di paragraf awal, politik itu sangat dinamis. Perubahan bisa terjadi kapan saja. Tidak ada musuh abadi dan tidak ada kawan abadi di panggung politik. Termasuk pasangan M.Rahmad -- Nil Maizar, sebelum hari H pendaftaran calon, bisa saja terjadi berbagai perubahan. Bongkar pasang dan gonta ganti pasangan calon bisa saja terjadi. Termasuk pada pasangan calon lainnya. Bahkan hal itu juga tak tertutup akan terjadi pada pasangan calon perseorangan atau independen. Jika ada pasangan calon independen yang tak lolos diproses verifikasi faktual, kemudian melompat ke jalur partai dengan berbagai pertimbagan juga bisa terjadi. Sekali lagi, politik itu sangat dinamis. (yon erizon)