Mulai Ramai Didatangi Wisatawan, Lembah Harau Resmi Buka 14 Juni 2020

oleh -2002 klik
Penyemprotan disinfektan pada kendaraan yang akan memasuki objek wisata Lembah Harau. Pemkab Limapuluh Kota secara resmi akan mulai membuka Lembah Harau bagi kunjungan wisatawan, Minggu (14/06/2020). NITA
Penyemprotan disinfektan pada kendaraan yang akan memasuki objek wisata Lembah Harau. Pemkab Limapuluh Kota secara resmi akan mulai membuka Lembah Harau bagi kunjungan wisatawan, Minggu (14/06/2020). NITA

JERNIHNEWS.COM-- Pemda Kabupaten Limapuluh Kota mulai membuka objek-objek wisata di wilayahnya. Setelah sempat ditutup karena wabah virus corona, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga akan membuka kembali objek wisata Lembah Harau mulai Minggu, 14 Juni 2020.

Pemda Limapuluh Kota telah membuat persiapan menyambut kedatangan wisatawan ke Lembah Harau. Sejumlah peraturan bagi pengunjung telah dibuat pemda Limapuluh Kota. Yakni, pengunjung harus memakai masker, menjaga jarak agar terhindar dari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun pada tempat-tempat yang telah disiapkan.

" Mulai 8 Juni sebenarnya Lembah Harau sudah mulai ramai. Banyak kendaraan pribadi,bus, dan kendaraan roda dua keluar masuk ke objek wisata ini, " ujar Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Ningsih, yang didampingi Kabid Olahraga Yusfil Efendi dan Kasie Pariwisata Novi.

Ningsih menambahkan, peraturan yang dikeluarkan pemda Limapuluh Kota berlaku bagi pengunjung yang akan ke Lembah Harau. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, dan jumlah penumpang kendaraan tak lebih dari 50 persen.

"Pengunjung yang tidak mentaati peraturan akan diminta untuk menggunakan dua kali angkutan atau kembali pulang ke rumah," tegas Ningsih.

Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menunggu surat keputusan (SK) atau Peraturan Bupati (Perbup) Limapuluh Kota yang berisikan panduan tentang pariwisata, pasar, pesta, kesehatan, BPBD, dan dinas lainnya.

Sementara itu, dalam pengamatan Jernihnews.com, Lembah Harau kini sudah cukup bersih dan ramai pengunjung. Namun, di Kampung Eropa masih tampak sepi. Termasuk, juga lembaga pendidikan ICBS, yang masih belum mengaktifkan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. (syn)