1 Warga Kab. Solok Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Dimakamkan

oleh -535 klik
Ilustrasi pemakaman jenazah dengan SOP Covid-19. NET
Ilustrasi pemakaman jenazah dengan SOP Covid-19. NET

JERNIHNEWS.COM-Rendahnya akurasi rapid tes pada uji Covid-19 kembali terbukti. "BCS", warga Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok yang kita telah almarhum, sempat 2 kali menjalani rapid tes. Hasilnya negatif keduanya. Namun setelah meninggal, BCS yang memiliki penyakit paru langsung diswab, dan ternyata hasilnya positif.

"Ini hasil tes didapat hari Jumat 15 Mei 2020," kata Kabag Humas Pemkab Solok Syofiar Syam.

Dikatakanya, nama warga yang dinyatakan positif itu "BCS" usia 69 tahun beralamat di Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung Kabupaten Solok.

Adapun riwayat pasien, kata Syofiar Syam, info dari PBM IGD RSUD Arosuka pada Rabu (13/05/2020) pukul 10.00 WIB, pasien dirawat dengan sakit pada bagian paru-paru. Dia dirawat di ruang interne atau ruang isolasi.

Sebelumnya pasien pernah dirawat di RS M Natsir dan SPH dengan keluhan yang sama Kamis (14/05/2020). Kondisi pasien semakin menurun dan akhirnya meninggal. Pasien sudah dilakukan swab orofaring jenazah diselenggarakan oleh keluarga dengan memakai APD.

Almarhum juga pernah dirawat di Rumah Sakit M.Natsir Kabupaten Solok dan hanya dilakukan rapid test. Kemudian juga pernah dirawat di SPH dan juga dirapid test hasilnya negatif, sepulang dari SPH almarhum dirawat di rumah.

Rabu (13/05/2020) almarhum dibawa ke RSUD Arosuka untuk direncanakan tindakan operasi pengeluaran cairan pleura. Pada waktu masuk RSUD Arosuka, anjuran rawat diruang Isolasi keluarga memohon untuk tidak diIsolasi dengan alasan keluarga sudah 2 kali dirapid test hasilnya negatif.

Maka almarhum dirawat di ruang paru interne. Berikutnya pada Kamis (14/05/2020) kondisi pasien drop dan tindakan dilakukan nebu tidak berhasil. Sekitar pukul 08.00 WIB pasien meninggal, maka anjuran dari Dr. Elda untuk dilakukan swab.

Setelah diswab, pihak rumah sakit berkeputusan untuk penyelenggaraan jenazah secara Covid-19. Sementara keluarga masih menolak. Salah satu keluarga atau cucu almarhum adalah karyawan RSUD.

Menurut keterangan 'H' anak kandung almarhum, jenazah BCS dimandikan oleh keluarga mamakai APD, mantel plastik dan hanscoen dan sarung tangan 3 lapis. Namun memang tidak semua pakai APD.

"Rencana hari ini Sabtu tanggal 16 Mei 2020 kita akan melakukan tracking terhadap kontak erat, kontak erat resiko tinggi , akan kita lakukan pengambilan swab sekalian," tegas Syofiar Syam mengakhiri. (jon)