Ini Kunci Sukses Prof. Ganefri 8 Tahun Memimpin UNP

oleh -1242 klik
Prof. Ganefri, Ph.D. IST
Prof. Ganefri, Ph.D. IST

Oleh: Yon Erizon

Alumni Universitas Negeri Padang (UNP)

JERNIHNEWS.COM-Kesuksesan Prof. Ganefri, Ph.D memimpin Universitas Negeri Padang (UNP) selama satu windu (8 tahun) atau 2 periode terukir dengan tintas emas. Keberhasilan yang sangat mempesona itu tak kan pernah terlupakan. Selain langkah-langkah kuda pria yang bergelar Dt. Djunjungan Nan Bagadiang itu yang berbuah sukses, ada lagi-lagi trik-triknya yang menarik untuk dikupas dan menjadi contoh. Apa itu?

Kendati kunci-kunci sukses tersebut telah diungkap oleh Prof. Ganefri dalam kata sambutannya usai pelantikan Rektor UNP yang baru Ir. Krismadinata, ST, MT, Ph.D, Rabu (05/06/2024) dan juga saat malam perpisahan di Auditorium UNP, namun mungkin saja luput dari perhatian publik, dan termasuk pers. Karena itu, pada tulisan ini akan dikupas tentang kunci sukses Ganefri tersebut dalam memimpin UNP dari 2016 hingga 2024.

Secara formal kesuksesan Prof. Ganefri selaku rektor tentu sangat ditentukan oleh para pejabat yang menempati posisi formal di kampus eks IKIP Padang tersebut, seperti para Wakil Rektor, Kepala Biro, Kepala Lembaga dan lainnya. Namun peran orang-orang tertentu di luar posisi formal itu, justru tak kalah hebat dan bahkan juga sangat menentukan. Peran alumni juga sangat luar biasa.

Prof. Ganefri, putra Nagari Tujuah Koto Talago, Kabupaten Limapuluh Kota itu tak jemawa ketika mendapat amanah menjadi Rektor UNP di tahun 2016. Meski terjadi kompetisi keras dan bahkan berbau politis saat suksesi kepemimpinan UNP di 2016 tersebut, namun begitu pemilihan rektor selesai, Prof. Ganefri berupaya merangkul kompetitor dan barisan lainnya. Terkecuali pihak-pihak yang mungkin dinilai tak lagi berpikir konstruktif bagi kemajuan UNP.

Ganefri sangat menghormati para rektor terdahulu. Lihat saja, Rektor UNP dua periode (2004-2008 dan 2008-2012) Prof. Dr. Z. Mawardi Effendi, M.Pd (dari Fakultas Ekonomi Bisnis/FEB UNP) yang menjadi Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) UNP dan Rektor UNP Periode 2012-2016 Prof. Dr. Phil. Yanuar Kiram (dari Fakultas Ilmu Keolahragaan/ FIK UNP) juga menjadi anggota MWA. Keberadaan keduanya pada posisi itu tak terlepas dari peran sentral Prof. Ganefri.

Posisi MWA UNP sangatlah strategis, karena memiliki suara penuh dalam pemilihan Rektor. Jumlahnya hanya 16 orang, termasuk Rektor UNP yang tengah menjabat, Menteri Pendidikan, 1 perwakilan alumni, 1 perwakilan mahasiswa dan termasuk perwakilan dari masyarakat dan lainnya.

Penghormatan terhadap Prof. Z. Mawardi Effendi dan Prof. Yanuar Kiram tak hanya sekedar basa-basi. Tetapi benar-benar diberikan tempat terhormat dan strategis sehingga keduanya dapat memberikan gagasan-gagasan terbaiknya untuk kemajuan dan kejayaan UNP.

Kendati Prof. Z. Mawardi yang kini berusia 73 tahun dan telah memasuki masa pensiun serta Prof. Yanuar Kiram tak lagi menjabat di struktural UNP, namun keduanya tetap disediakan oleh Prof. Ganefri selaku Rektor, supir khusus.

"Saya sangat menghormati beliau berdua. Tentu demikian juga kita semuanya. Kendati tidak menjabat dan telah pensiun, beliau berdua tetap kita sediakan supir khusus. Hal seperti ini perlu kita budayakan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka yang juga sangat luar biasa untuk kemajuan UNP," sebut Ganefri.

Selain penghormatan kepada kedua mantan rektor itu, Prof. Ganefri juga menyebut nama Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd (dosen Fakultas Ilmu Pendidikan/FIP UNP), selaku tokoh yang telah mewakafkan dirinya bagi kemajuan dan kejayaan UNP hingga bisa seperti sekarang. Kesukesan Ganefri juga karena banyak campur tangan Prof. Sufyarma. Pria yang kini menjabat sebagai Rektor Unes Padang itu disebutnya sebagai dosen senior UNP yang multi talenta. Piawai di dunia akademik, pemerintahan dan juga politik.

"Bang Sufyarma ini, siang malam tak henti-henti berpikir dan berbuat untuk kemajuan UNP. Beliau juga telah mewakafkan dirinya untuk kejayaan kampus kita," sebut Ganefri.

Didukung 4 Orang Terdekat yang Tangguh

Selain didukung penuh oleh tiga profesor hebat UNP, kesuksesan Prof. Ganefri juga tak terlepas dari peran strategis dari empat staf terdekatnya. Mereka adalah Adelin, Rindu, Yal dan Galuh. Mereka siap bekerja 24 jam untuk Rektor UNP Prof. Ganefri. Keempatnya mendampingi Prof. Ganefri sejak periode pertama hingga periode kedua berakhir.

Adelin dan Rindu merupakan staf administrasi Rektor UNP Ganefri. Mereka telah paham sekali tentang jalan pikiran pimpinan mereka. Ganefri tak perlu repot-repot lagi menyiapkan konsep surat terkait dengan apa saja. Karena Adelin dan Rindu sudah sangat paham tentang surat menyurat dan dapat pula menyiapkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan yang dimaksud oleh Ganefri.

"Saya mohon maaf kepada suami Adelin dan suami Rindu yang mungkin selama ini merasa sangat terganggu dengan tugas-tugas yang saya berikan kepada istri mereka. Karena memang tugas sebagai rektor kadang tak mengenal waktu. Dan alhamdulillah mereka ternyata siap 24 jam. Bahasa Inggrisnya juga bagus, sehingga sangat membantu dalam pekerjaan karena kampus kita menuju World Class University," sebut Ganefri.

Sedangkan dua staf terdekatnya yang lain, yakni Yal dan Galuh juga telah bekerja tulus dan bahkan 24 jam guna mendukung tugas-tugas yang diemban oleh Prof. Ganefri. Yal adalah ajudan Ganefri. Sedangkan Galuh, pada periode pertama adalah supir dinas Ganefri. Dan di periode kedua, Galuh bergeser menjadi staf khusus. Di samping mampu memberikan layanan terbaik bagi Prof. Ganefri, Yal dan Galuh juga mampu berkomunikasi dengan baik terhadap orang-orang yang ada keperluan dengan Ganefri.

Dukungan Keluarga

Berikutnya, Prof. Ganefri juga mengungkapkan bahwa dukungan keluarga, yakni istrinya Prof. Asmar Yulastri, Ph.D dan ketiga anaknya juga sangat menentukan kesuksesannya di dalam memimpin UNP. Karena telah mewakafkan diri untuk kemajuan dan kejayaan UNP, keluarga pun rela, tulus serta ikhlas dengan waktu Prof. Ganefri yang sangat sedikit untuk kebersamaan mereka.

Bahkan, Ganefri pun dengan gamblang mengungkapkan bahwa di Bulan Ramadhan 1445 H/2024 M lalu, dia hanya sempat empat atau lima kali saja berbuka bersama dengan keluarga. Selebihnya, selama Bulan Ramadhan, Ganefri berbuka puasa dalam tugas sebagai rektor.

"Saya mohon maaf kepada istri dan anak-anak. Di mana selama menjabat sebagai Rektor, kebersamaan dengan istri dan anak-anak waktunya sangat sedikit sekali. Tapi ini adalah demi kemajuan kampus kita UNP. Terima kasih atas dukungan istri saya Ibu Yuyun dan anak-anak semua," sebut Ganefri.

Mengutamakan Kualitas dan Ketulusan

Dalam berbagi kunci suksesnya, Prof. Ganefri tidak saja mengungkapkan kebijakan-kebijakannya selama menjadi rektor saja, tetapi juga di masa dia masih menjabat Dekan Fakultas Teknik (FT) UNP selama dua periode.

Saat menjabat Dekan FT, Ganefri juga melakukan langkah berani dengan mengangkat tiga Wakil Dekan (WD) FT UNP yang bukan berasal dari Sumatera Barat (Sumbar) sekaligus. Langkah berani Ganefri itu didasari pertimbangan bahwa ketiganya memiliki kualitas terbaik dan juga memiliki ketulusan serta keseriusan dalam mengabdi sebagai dosen dan sebagai pejabat yang diberi amanah.

Ternyata benar, pilihan berani Ganefri itu berbuah sukses baginya di dalam menjalankan tugas selaku Dekan FT. Orang-orang yang awalnya menaruh rasa tak senang dengan kebijakan dan langkah Ganefri itu, otomatis tersumpal mulutnya dengan kesuksesan tersebut.

Belum genap dua periode menjabat sebagai Dekan FT, Ganefri pun diamanahkan menjadi Ketua Kopertis Wiliayah X yang membawahi empat provinsi, yakni Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi. Dia pun sukses memimpin Kopertis Wilayah X yang sejak 6 tahun lalu berubah dari LLDikti. Belum tuntas di Kopertis, Ganefri pun terpilih menjadi Rektor UNP.

Kemana Lagi Ganefri?

Setelah selesai merampungkan tugas sebagai Rektor UNP, Prof. Ganefri pun dilantik menjadi Senior Eksekutif UNP oleh Rektor UNP yang baru, Ir. Krismadinata, ST, MT, Ph.D. Pengalaman, jaringan, pikiran dan bhakti Ganefri masih dibutuhkan untuk kemajuan UNP menuju kampus internasional.

Lalu, apakah Prof. Ganefri akan parkir di kampus atau bakal turut direkrut dalam Kabinet Prabowo-Gibran? Prof. Ganefri yang juga Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) telah melakukan lompatan ke ranah politik. Dia telah tersiar bakal menjadi kandidat Gubernur Sumbar. Meskipun viral gonjang-ganjing pemberitaan di media tentang dinamika maju dan mundurnya Ganefri di ajang Pilgub Sumbar 2024, namun faktanya relawan Ganefri tetap melakukan sosialisasi di seantro Sumatera Barat.

Pemberitaan Ganefri yang mundur dari pencalonan Gubernur Sumbar tak membuat group-group medsos relawan Ganefri bubar. Termasuk para alumni UNP. Malah mobil-mobil yang dibranding dengan foto dan nama Ganefri terus bertambah. Demikian pula dengan baliho, spanduk, stiker dan alat peraga lainnya. Alasan mereka sangat subtansial, Sumbar harus maju, Sumbar harus bangkit dari ketertinggalan. Harapan-harapan itu hanya tertumpang pada sosok Prof. Ganefri, Ph.D. *