Sambut Idul Adha 1445 H, Pemko Bukittinggi Sosialisasi Pemotongan Hewan Kurban ASUH

oleh -957 klik
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Bukittinggi bekerjasama DPP Provinsi Sumatera Barat melaksanakan sosialisasi peningkatan pemahaman petugas dan masyarakat terkait pelaksanaan pemotongan hewan kurban Sabtu. RIDWAN
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Bukittinggi bekerjasama DPP Provinsi Sumatera Barat melaksanakan sosialisasi peningkatan pemahaman petugas dan masyarakat terkait pelaksanaan pemotongan hewan kurban Sabtu. RIDWAN

JERNIHNEWS.COM -- Guna meningkatkan pemahaman pelaksanaan pemotongan hewan kurban, pemerintah Kota Bukittinggi menggelar sosialisasi Penatalaksanaan Pemotongan Hewan Kurban Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP)Kota BukittinggiHendry mengatakan, Hari Raya Idul Adha Tahun 2024 semakin dekat, untuk itu tata pelaksanaan hewan kurban perlu disosialisasikan kepada seluruh masjid dan mushalla yang ada.

"Sehingga panitia, petugas kurban lebih memaksimalkan pemahamannya Penatalaksanaan Pemotongan Hewan Kurban ASUH," ujar Hendry Sabtu(01/06/2024).

DPP Bukittinggi lanjut Hendry, bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat melaksanakan sosialisasi peningkatan pemahaman petugas dan masyarakat terkait pelaksanaan hewan kurban.

"Program ini diikuti perwakilan panitia kurban di 40 mesjid di Kota Bukittinggi, perwakilan RPH-R, perwakilan Puskeswan Bukittinggi," kata Hendry.

Ia menyebut lebih dari 1.000 ekor hewan kurban di mesjid dan mushalla di Kota Bukittinggi akan dipotong nantinya.

"Semua hewan itu diperiksa antemortem dan postmortem oleh Tim Dinas Pertanian dan Pangan, selanjutnya akan dikeluarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang menyatakan hewan layak untuk dikurbankan," katanya.

DPP juga nantinya menyiapkan tim rescue penanggulangan masalah pelaksanaan kurban.

Ketua MUI Bukittinggi Aidil Alfin selaku narasumber menjelaskan tentang penyembelihan hewan kurban menurut syariah sesuai dengan Al Quran dan Hadist.

"Keterbukaan panitia kurban sebagai sohibul qurban atau wali dengan peserta kurban wajib diperhatikan," kata Aidil.

"Jika kelebihan uang dari pembelian hewan kurban harus disampaikan ke pesertadan harus disepakati kegunaan uang tersebut," katanya mengakhiri. (wan)