5 Hari Sekolah Mulai Diterapkan di Kota Bukittinggi

oleh -577 klik
Jam Gadang di jantung Kota Bukittinggi. IST
Jam Gadang di jantung Kota Bukittinggi. IST

JERNIHNEWS.COM - Jika tidak ada aral melintang Pemko Bukittinggi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi akan menerapkan sekolah lima hari mulai tanggal 4 September 2023 . Penerapan sekolah lima hari tersebut berlaku untuk PAUD, SD dan SMP baik negeri maupun swasta.

"Kebijakan sekolah lima hari itu akan kita launching pada Senin tanggal 4 September. Kebijakan ini akan kita uji coba mulai September hingga Desember mendatang," kata Kabid. Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Hendri kepada awak media , Kamis (31/08/2023).

Menurut Hendri, kebijakan sekolah lima hari itu merupakan program pemerintah pusat yang diatur dalam Kemendikbud nomor 23 tahun 2017 yang bertujuan untuk pembinaan karakter peserta didik atau anak. Sebab, pembinaan karakter anak tidak menjadi tanggung jawab guru saja. Namun ada tanggung jawab orang tua di rumah dalam bentuk pendidikan keluarga.

"Kita lihat saat ini pembinaan karakter anak di rumah sangat kurang. Bisa jadi disebabkan kesibukan orang tua bekerja. Jadi dengan liburnya anak anak di hari Sabtu dan Minggu akan bertambah waktu berkumpul orang tua dengan anak di rumah," ujarnya.

Ia menjelaskan, peserta didik tingkat SD pulang sekolah paling lama pukul 13.55 WIB. Sebelumnya jam pulang sekolah 12.45 WIB. Sedangkan untuk SMP jam terakhir pulang pukul 15.45 WIB. Selain itu, pada hari Sabtu peserta didik bisa juga melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler. Namun tidak semua anak-anak dapat melaksanakan kegiatan ektra kurikuler tersebut.

Terkait dengan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), menurut Hendri, sekolah lima hari tidak akan mengganggu kegiatan anak-anak MDA. Sebab, jam masuk MDA pukul 15.00 WIB.

"Anak anak kita yang ikut MDA adalah anak anak kelas III hingga kelas V yang jam pulang terakhirnya pukul 13.55 WIB. Sedangkan pelajar SMP pasti sudah tamat MDA. Jadi tidak akan mengganggu kegiatan MDA," ujarnya.

Ia menambahkan, sebelum kebijakan sekolah lima hari diterapkan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan semua kepala sekolah, kemudian kepala sekolah merapatkan lagi dengan orang tua beserta komite. Selanjutnya dirapatkan kembali dengan DPRD Bukittinggi, LKAM dan MDA.

"Dari keputusan rapat itu, rata-rata orang tua mendukung kebijakan sekolah lima hari. Kebijakan ini hanya untuk sekolah di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi," kata Hendri.(wan)