Dapil Sumbar Laksana 'Ring Tarung' Nasdem dan Gerindra

oleh -1076 klik
Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade bersama Capres Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua DPW Partai Nasdem Sumbar Fadly Amran bersama Capres Nasdem Anies Baswedan. IST/JNC
Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade bersama Capres Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua DPW Partai Nasdem Sumbar Fadly Amran bersama Capres Nasdem Anies Baswedan. IST/JNC

Oleh: Yon Erizon

JERNIHNEWS.COM- Pemilu Serentak 2024 pelaksanaannya tinggal 194 lagi. Masing-masing parpol terus mempersiapkan diri untuk menjadi pemenang, baik di Pileg mau pun Pilpres. Di daerah pemilihan Sumbar, secara kasat mata dua parpol yang bersaing hebat, yakni Partai Gerindra dan Partai Nasdem. Pemilu 2024 laksana 'ring tarung', Gerindra dan Nasdem di Sumbar.

Tak berlebihan kiranya jika disebut Dapil Sumbar jadi 'ring tarung' parpol yang dipimpin Prabowo Subianto dan Surya Paloh. Secara kasat mata kompetisi ketat itu terlihat dari dominannya baliho dan poster besar para caleg dan capres kedua parpol di lokasi-lokasi strategis di wilayah Provinsi Sumbar, dan sangat terkhusus di Kota Padang.

Partai Gerindra mendominasi sosialisasi di daerah ini tentu dapat dimaklumi. Pasalnya parpol tersebut adalah pemenang di Ranah Minang pada pemilu 2019 silam. Gerindra pun berhasil mengusung tiga kadernya dari Sumbar menuju DPR RI Senayan empat tahun lalu. Dari Dapil Sumbar 1, dua kader, yakni Andre Rosiade dan Suir Syam. Sedangkan dari Dapil Sumbar 2, Gerindra juga sukses mengirimkan satu orang kadernya, yaitu Ade Rizki Pratama.

Sedangkan di DPRD Sumbar, Partai Gerindra berhasil mendudukan 14 kadernya dan sekaligus menjadikan kader terbaiknya Supardi, SH menjadi Ketua DPRD Sumbar. Partai Gerindra juga menang di Kota Bukittinggi, Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Tanah Datar.

Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Sumbar, Andre Rosiade ingin mengulang catatan emas pemenangan Pemilu tahun 2019 lalu di Sumbar itu pada Pemilu 2024. Dia menargetkan Partai Gerindra menang beruntun di Ranah Minang.

"Mohon doanya. Insya Allah Gerindra akan mencetak sejarah sebagai partai yang menang pemilu dua kali berturut-turut," kata Andre Rosiade yang juga merupakan anggota Komisi VI DPR RI, sebagaimana dikutip dari website fraksigerindra.id.

Kemenangan besar Partai Gerindra di Sumbar pada 2019 merupakan efek dari pencapresan Prabowo Subianto oleh parpol tersebut. Empat tahun yang lalu, mayoritas masyarakat Sumbar memang memberikan dukungan besar kepada Capres Prabowo Subianto yang ketika itu berpasangan dengan Sandiaga Uno sebagai Cawapres. Para caleg Gerindra memperoleh durian runtuh dari Prabowo effect. Kendati Prabowo-Sandiaga unggul telak di Sumbar, namun secara nasional dia kalah dari pasangan Jokowi-Maruf Amin.

Dengan pencapresan kembali Prabowo dan modal kemenangan besar di Pemilu empat tahun silam, Partai Gerindra optimis akan menang kembali di Pemilu 2024. "Insya Allah Pak Prabowo Subianto terpilih jadi Presiden 2024. Kalau kemudian Gerindra juga menang di sini, maka Sumbar akan diguyur anggaran pembangunan triliunan rupiah setiap tahunnya dari APBN," sebut Andre.

Nasdem Usung Para 'Sultan'

Dinamika politik Partai Nasdem di Ranah Minang sejak setahun terakhir menarik untuk disimak. Kendati bukan partai pemenang pemilu 2019 di Sumbar, namun kini partai dengan jargon restorasi itu tampil percaya diri dan memukau di ranah bundo kanduang. Empat tahun lalu Partai Nasdem hanya berhasil mengirim satu kadernya dari Sumbar ke DPR RI. Dia adalah Lisda, dari Dapil Sumbar 1. Sedangkan dari Dapil Sumbar 2, lagi-lagi Partai Nasdem gagal mengantarkan kadernya ke Senayan. Demikian pula di DPRD Sumbar, Partai Nasdem hanya mampu meraih 3 kursi. Bisa dikatakan, capaian politik itu tidak mentereng.

Dengan capaian itu, Partai Nasdem Sumbar pun berbenah sesuai dengan evaluasi dari DPP Partai Nasdem. Pucuk pimpinan partai itu di tingkat Sumbar pun beralih kepada Fadly Amran, yang merupakan Walikota Padang Panjang. Siapa yang tak kenal dengan Fadly Amran, sang 'sultan' yang juga aktif di berbagai organisasi. Di tangan millenial Fadly Partai Nasdem mulai mempesona di Sumbar.

Akselerasi Partai Nasdem di Sumbar semakin menjadi-jadi, begitu sang Ketum Surya Paloh memproklamirkan Anies Baswedan sebagai Capres partai itu. Para 'sultan' dan para mantan kepala daerah (walikota dan bupati) pun berduyun-duyun bergabung dengan Partai Nasdem. Mereka memanfaatkan kecendrungan selera masyarakat Minang yang kesemsem dengan Capres Anies Baswedan.

Partai Nasdem pun berubah, laksana parpol pemenang pemilu di Sumbar. Nama-nama beken pun bergabung di pencalegan pada Dapil Sumbar 1 dan Dapil Sumbar 2. Di Dapil Sumbar 1 ada 2 sosok incumbent anggota DPR RI yang bercokol, yakni Lisda dan Delmaria (anggota DPR RI dari Dapil Sumut) asal Solok. Berikutnya juga ada dua mantan kepala daerah, yakni Fauzi Bahar (mantan Walikota Padang 2 periode) dan Shadiq Pasadique (mantan Bupati Tanah Datar 2 periode). Berikutnya di dapil ini juga para 'sultan', yakni Irwan dan Suherman serta dua nama hebat lainnya Nil Maizar (pelatih sepakbola nasional) dan Marlis Alinia (mantan anggota DPRD Sumbar 2 periode) yang juga pengusaha sukses.

Tak salah kiranya, Sekretaris DPW Partai Nasdem Provinsi Sumbar Adryan, SH, MH optimistis, Partai Nasdem Sumbar akan dapat mengirim satu kadernya dari Dapil Sumbar 1 ke DPR RI Senayan. Bahkan menurut pria yang kini juga diamanahkan menjabat sebagai Direktur Saksi DPP Partai Nadem Sumbar itu bisa saja partainya memperoleh 2 kursi DPR RI di Dapil Sumbar 1.

"Target rasional kita memang 1 kursi di Dapil Sumbar 1, tapi bisa juga dapat 2 kursi dan yang 1 kursi itu adalah bonus," kata Ardyan kepada jernihnews.com, Kamis (03/08/2023) sembari menyebut 1 kursi bonus itu sebagai buah dari kerja keras dan kepercayaan masyarakat kepada Partai Nasdem dan efek Capres Anies Baswedan.

Selain itu, Ardyan juga menyebut bahwa Partai Nasdem memasang target 'pecah telur' di Dapil Sumbar 2 untuk kursi DPR RI. Keinginan memperoleh 1 kursi di DPR RI oleh partai itu mungkin saja tercapai mengingat sejumlah nama hebat juga bergabung di sana. Sama dengan Dapil Sumbar 1, pada Dapil Sumbar 2 juga ada sebanyak 2 orang mantan kepala daerah yang menjadi Caleg DPR RI Partai Nasdem. Mereka adalah Ali Mukhni (mantan Bupati Padang Pariaman 2 periode) dan Irfendi Arbi (mantan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Limapuluh Kota). Berikutnya juga ada Agus Susanto (mantan anggota DPR RI dari PDIP) yang juga bergabung dan beberapa caleg kuat lainnya.

"Di Dapil Sumbar 2 memang kita menargetkan pecah telur. Kita sangat optimis target itu tercapai. Apalagi juga ada 2 mantan kepala daerah hebat yang bergabung dengan Nasdem di dapil itu," kata Ardyan yang kini separuh waktunya berada di Padang dan separuh lainnya di Jakarta, karena ruang tugasnya sudah bersifat nasional.

Menyikapi serunya kompetisi antara Partai Nasdem dan Partai Gerindra di Sumbar saat ini, Ardyan pun mengibaratkannya sebagai laga derbi PS. Semen Padang Vs PSP. "Ibaratnya seperti laga derbi PS. Semen Padang Vs PSP," kata Alumnus Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta asal Kota Bukittinggi itu.

Sejalan dengan Ardyan, ternyata mantan Bupati Padang Pariaman 2 periode, Drs. H. Ali Mukhni pun juga merasa yakin Partai Nasdem akan bisa sukses memperoleh satu kursi DPR RI di Dapil Sumbar 2. "Mohon doa restu dan dukungannya. Insya Allah kami optimis bisa terpilih," kata Ali Mukhni yang baru saja memutuskan mundur dari jabatan Ketua DPD Partai Perindo Provinsi Sumbar dan bergabung ke Partai Nasdem. Dia pun beralih menjadi Caleg DPR RI Dapil Sumbar 2. "Dengan apa yang telah kita perbuat Insya Allah kita yakin," sebut mantan Ketum Umum DPP Iluni UNP itu.

Di Pemilu 2024, jumlah kursi DPR RI yang diperebutkan di Dapil Sumbar 1 sebanyak 8 kursi, sedangkan di Dapil Sumbar 2 sebanyak 6 kursi. Pada Pemilu 2019 di Dapil Sumbar 1 anggota DPR RI yang terpilih adalah Andre Roside dan Suir Syam dari Partai Gerindra, Athari Ghauti Ardi dan M. Asli Chaidir dari PAN, Darul Siska (Partai Golkar), Lisda Hendra Joni (Partai Nasdem), Hermanto (PKS), dan Darizal Basir (Partai Demokrat).

Sedangkan di Dapil Sumbar 2, anggota DPR RI terpilih pada Pemilu 2019 adalah; Ade Rizki Pratama (Partai Gerindra), Rezka Oktoberia (Partai Demokrat/PAW Mulyadi), John Kennedy Aziz (Partai Golkar), Nevy Zuairina (PKS), Guspardi Gaus (PAN) dan M. Iqbal (PPP). (*)