Ternyata Jemaah Haji Payakumbuh Ini Wafat Saat Sujud Shalat Tahajud di Madinah

oleh -1019 klik
Jemaah haji asal Kota Payakumbuh Ade Taufik Amiruddin Ahmad  (66 tahun) yang wafat di Madinah. IST
Jemaah haji asal Kota Payakumbuh Ade Taufik Amiruddin Ahmad (66 tahun) yang wafat di Madinah. IST

JERNIHNEWS.COM-Barangkali ini adalah salah satu proses kematian terbaik. Ya, masih ingat dengan jemaah haji asal Kota Payakumbuh, Ade Taufik Amiruddin Ahmad (66 tahun) yang wafat di Madinah saat menunaikan ibadah haji? Beliau wafat saat sujud dalam Shalat Tahajud. Berikut ini kisahnya...

Hj. Fahdia Ilham Istri dari (alm) Ade Taufik Amiruddin Ahmad bersama dengan pengurus alumni SMPN 3 (2) Payakumbuh Angkatan 1990. IST
Hj. Fahdia Ilham Istri dari (alm) Ade Taufik Amiruddin Ahmad bersama dengan pengurus alumni SMPN 3 (2) Payakumbuh Angkatan 1990. IST

Hj. Fahdia Ilham (63 tahun), sang istri, ikhlas dan penuh dengan kesabaran melepas kepergian suami tercintanya Ade Taufik Amiruddin Ahmad yang tergabung dalam Kloter 11 Embarkasi Padang. Meski tidak melepas kepergian suaminya secara langsung untuk selama-lamanya menghadap Sang Khalik, namun dengan proses kematian sang suami, Fahdia berkesimpulan bahwa itu adalah akhir hidup yang diingini banyak orang.

Menurut guru mata pelajaran Bahasa Inggris yang pernah mengajar di SMPN 3 (2) Payakumbuh (1987-2012) dan SMPN 8 Payakumbuh (2012-2020) itu, suaminya meninggal Ahad, 23 Juli 2023, pukul 04.30 waktu Arab Saudi. Ade Taufik meninggal dalam posisi sujud saat melaksanakan Shalat Tahajud di hotel tempatnya menginap di Madiah bersama dengan jemaah asal Kota Payakumbuh lainnya.

"Jemaah asal Payakumbuh yang lain begitu bangun dan bersiap pergi Shalat Subuh ke Masjid Nabawi melihat Bapak sedang sujud melaksanakan shalat tahajud. Jemaah haji yang lain pun sudah siap berwuduk dan akan berangkat ke masjid. Tapi posisi Bapak masih saja dalam keadaan sujud. Padahal sudah cukup lama. Curiga ada sesuatu yang tak beres, maka jemaah yang lain itu memegang Bapak dan membangunkannya. Ternyata kondisi Bapak sudah seperti tak bernafas lagi. Saat itulah dipanggil tim kesehatan dan membawanya ke Al-Haram Hospital Madinah. Ternyata Bapak memang sudah tak bernyawa lagi," kata Fahdia Ilham saat mengulas kembali cerita itu kepada perwakilan Alumni SMPN 3 (2) Payakumbuh Angkatan 1990 yang datang takziah ke rumah duka, di Balai Nan Duo dekat Kantor KAN Koto Nan Ampek, Payakumbuh, Ahad (30/07/2023).

Fahdia pun juga mengungkap sebagaimana info dari Nanda jemaah haji lainnya asal Payakumbuh yang juga menjabat kepala sekolah di salah satu sekolah di Kota Randang, bahwa tubuh suaminya tidak ambruk atau tergeletak ke sejadah saat sujud dan dipanggil Sang Maha Pencipta. "Posisi Bapak benar-benar masih dalam kondisi sujud dengan baik, sebagaimana informasi jemaah haji Payakumbuh lainnya yang melihat secara langsung," kata Fahdia yang didampingi anak bungsunya.

Fahdia mengungkapkan suaminya memang punya riwayat penyakit jantung. Namun kondisinya dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan sebelum wafat, sang suami masih melaksanakan Shalat Isya di Masjid Nabawi. Sebelum itu juga masih sempat berkunjung ke Raudah dan Masjid Kuba.

Cerita yang diungkapkan oleh Fahdia Ilham benar-benar membuat semua orang yang mendengarnya terkesima dan berucapMasyallah. Bahkan juga ada yang secara spontan sangat merindukan proses kematian yang demikian itu. "Mudah-mudahan Allah SWT juga mencabut nyawa kita dengan proses yang sangat baik seperti itu. Meninggalnya saat sujud Shalat Tahajud, dan ketika melaksanakan Ibadah Haji pula, sungguh luar biasa baik proses kematian beliau," kata Devi Adri, Dt Mongguang, alumni SMPN 3 (2) Payakumbuh yang ikut dalam rombongan takziah tersebut.

Ketua Alumni SMPN 3 (2) Payakumbuh Angkatan 1990, Devitra, Sekretaris Yon Erizon dan Bendahara Zendra Rosada Naska menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya suami dari guru mereka Fahdia Ilham. "Semoga Ibu dan anak-anak serta cucu bisa sabar menerima ujian ini. Menurut kami proses wafatnya beliau sangatlah baik. Semoga beliau menjadi haji yang mabrur dan dimasukkan ke dalam surganya Allah SWT," kata Zendra Rosada Naska sembari juga menyampaikan salam dari para alumni lainnya.

Wafatnya Ade Taufik Amiruddin Ahmad memang memproleh perhatian besar di Payakumbuh termasuk dari Pj. Walikota Payakumbuh dan jajarannya. Apalagi meninggalnya tiga hari menjelang kembali lagi pulang ke tanah air. Pj. Walikota Payakumbuh Rida Ananda menyampaikan duka mendalam dari Pemko Payakumbuh kepada keluarga yang mangkat menjelang ibadah haji di tanah suci selesai.

"Untuk keluarga jamaah haji yang meninggal dunia di Mekah dalam pelaksanaan haji, kami atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh menyampaikan ucapan duka yang mendalam," kata Pj Wako Rida Ananda yang diwakili Pj. Sekretaris Daerah Dafrul Pasi sebagaimana dikutip dari Pemko Payakumbuh.

Dafrul Pasi hadir di rumah duka bersama rombongan dan didampingi perwakilan dari Kantor Kemenag Kota Payakumbuh yang berada di Kelurahan Balai Nan Duo, Kecamatan Payakumbuh Barat, Senin 24 Juli 2023. Keluarga diimbau untuk ikhlas karena atas izin Allah SWT, almarhum meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah saat menjalankan ibadah haji sebagai salah satu rukun islam. (yon erizon)