Pemilik Homestay di se-Kab. 50 Kota Ikuti Bimtek

oleh -433 klik
Sebanyak 30 pemilik homestay dan pondok wisata se-Kabupaten Limapuluh Kota mengikuti Bimtek yang dilaksanakan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) di Hotel Grand Narasaki, Kota Payakumbuh, Kamis (24/11/2022). IST
Sebanyak 30 pemilik homestay dan pondok wisata se-Kabupaten Limapuluh Kota mengikuti Bimtek yang dilaksanakan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) di Hotel Grand Narasaki, Kota Payakumbuh, Kamis (24/11/2022). IST

JERNIHNEWS.COM- Sebanyak 30 pemilik homestay dan pondok wisata se-Kabupaten Limapuluh Kota mengikuti bimbingan teknis (bimtek) yang dilaksanakan Kementerian Koperasi dan UKM, Kamis (24/11/2022) di Hotel Grand Narasaki, Kota Payakumbuh.

sebagai pendukung aktivitas perekonomian di sektor pariwisata sangat vital. Para pelaku usaha Homestay dan Pondok Wisata diharapkan dapat terus berinovasi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

"Homestay ini perannya sangat vital. Untuk itu, melalui kegiatan bimbingan teknis yang diadakan Kemenenterian Koperasi dan UKM ini, pelaku usaha homestay atau pondok wisata diharapkan dapat berbenah guna menjaring wisatawan dan menggerakkan komunitas lokal di Limapuluh Kota," kata Bupati Safaruddin dalam sambutannya pada kegiatan bimtek ini.

Bimtek yang digelar Kemenkop UKM melalui Deputi Bidang Usaha Mikro itu diikuti sedikitnya 30 pemilik homestay dan pondok wisata di Kabupaten Limapuluh Kota. Terselenggaranya pelatihan itu kata Safaruddin merupakan bentuk komunikasi intensif antara pemerintah pusat dan daerah.

"Kami mengapresiasi Kemenkop UKM dan Dinas Perdagkop UKM atas terselenggaranya pelatihan bagi pelaku usaha homestay. Ini baru pertama kalinya di Kabupaten Limapuluh Kota," tuturnya.

Ia berharap, pelatihan ini mampu meningkatkan daya saing dan pelayanan bagi para wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata yang dimiliki Kabupaten Limapuluh Kota. Tidak hanya itu, Safaruddin berharap kepada peserta agar termotivasi untuk mengemas homestay yang terstandarisasi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas.

"Di samping itu kami turut berharap kepada Kemenkop UKM untuk dapat memberikan atensi yang lebih besar terhadap Kabupaten Limapuluh Kota melalui program pemberdayaan dan pengembangan pelaku UKM dan Koperasi," tandasnya.

Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kemenkop UKM, Ari Anindia, menjelaskan terselenggaranya pelatihan bagi pelaku homestay atau pondok wisata merupakan respon dari Kemenkop UKM atas audiensi yang dilakukan Pemkab Limapuluh Kota beberapa waktu lalu. Pelatihan yang dilaksanakan itu khusus bagi pelaku usaha homestay di wilayah Geopark Harau dan Kawasan Kampung Sarugo.

"Untuk tahap awal, kami fokus untuk wilayah pengembangan destinasi wisata utama di Limapuluh Kota, harapannya agar kunjungan wisatawan ke kedua destinasi wisata tersebut dapat meningkat," ungkap Ari Anindia.

Kemudian dia menjelaskan, Kemenkop UKM bekerja sama dengan lembaga Diklat untuk memberikan pelatihan dengan, harapan para peserta dapat mempraktikkan ilmu yang didapat dalam upaya meningkatkan perekonomian lintas sektoral di Kabupaten Limapuluh Kota.

Turut hadir dalam pelatihan tersebut Anggota DPRD Limapuluh Kota Putra Satria Very, Kepala Dinas Perdagkop UKM Ayu Mitria serta Pejabat Administrator Dinas Perdagkop UKM Limapuluh Kota. (syn)