Dosen Faterna Unand Beri Penguatan Terhadap Kelter Bina Bersama

oleh -195 klik
Dosen Fakultas Peternakan (Faterna) Unand Dr. Ir. Yuzaria, SE, M.Si dan dosen lainnya saat melaksanakan pengabdian masyarakat pada Kelompok Ternak (Kelter) Bina Bersama, Kelurahan Koto Baru Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur, Rabu (16/11/2022). ERZ
Dosen Fakultas Peternakan (Faterna) Unand Dr. Ir. Yuzaria, SE, M.Si dan dosen lainnya saat melaksanakan pengabdian masyarakat pada Kelompok Ternak (Kelter) Bina Bersama, Kelurahan Koto Baru Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur, Rabu (16/11/2022). ERZ

JERNIHNEWS.COM-Kelompok Ternak (Kelter) Bina Bersama, Kelurahan Koto Baru Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur memperoleh apresiasi dari Dosen Fakultas Peternakan (Faterna) Unand, dalam pengelolaan dan pemeliharaan sapi kelompok.

Dosen Faterna Unand bersama Ketua Kelter Bina Bersama Mawardi dan anggota dengan latar belakang kandang sapi kelompok. ERZ
Dosen Faterna Unand bersama Ketua Kelter Bina Bersama Mawardi dan anggota dengan latar belakang kandang sapi kelompok. ERZ

Apreasiasi itu disampaikan oleh Dr. Ir. Dwi Yuzaria, SE, M.Si di sela-sela memberikan Penguatan Kelembagaan dan Peningkatan Kapabilitas Peternak Terhadap Kelter Bina Bersama yang dilaksanakan, Rabu (16/11/2022) di Area Perkandangan Sapi Kelter Bina Bersama.

Suasana kegiatan Penguatan Kelembagaan dan Peningkatan Kapabilitas Peternak Terhadap Kelter Bina Bersama. ERZ
Suasana kegiatan Penguatan Kelembagaan dan Peningkatan Kapabilitas Peternak Terhadap Kelter Bina Bersama. ERZ

"Kita melihat, mereka pada kelompok ternak ini telah melaksanakan hal-hal yang perlu menjadi perhatian di dalam pengelolaan dan pemiliharaan sapi ternak. Lihat saja kandannya rapi dan bersih. Saya baru di sini menemukan kelompok ternak yang telaten seperti ini," kata Dwi Yuzaria.

Sapi yang dipelihara kelter Bina Bersama juga sehat dan bahkan tidak ada yang terjangkit PMK (penyakit mulut dan kuku). Seorang anggota kelompok bertanggung jawab terhadap seekor sapi, di dalam pemeliharaan dan perawatannya.

"Jadi tugasnya juga sampai dengan memandikan sapi. Karena itu maka kita lihat kondisinya sangat baik. Sapinya sehat dan kandangnya bersih dan rapi," kata dosen Faterna Unand yang berasal dari Kota Payakumbuh tersebut.

Anggota Kelter Bina Bersama memperoleh ilmu-ilmu tentang peternakan yang baik dari enam dosen Faterna Unand yang melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat. Dosen-dosen yang ikut dalam pengabdian ini, yaitu M. Ikhsan Rias, SE, M.Si, Dr. Ir. Dwi Yuzaria, SE, M.Si, Dr. Ir. Jaswandi, MS, Elfi Rahmi, S.Pt, MP, Sepro Reski , S.Pt, MP dan Adisti Rastosari, S.Pt, MP.

Anggota Kelter Bina Bersama tampak serius mengikuti materi yang disampaikan para dosen itu secara bergantian. Materi meliputi berbagai hal dalam pemeliharaan, perawatan, pakan, obat-obatan, penanganan saat sapi bunting, saat melahirkan, terhadap anak sapi, kandang, penyakit sapi, kebersihan, kompos dan lain sebagainya.

Dosen Pemateri Elfi Rahmi, S.Pt, MP menganjurkan agar Kelter Bina Bersama melengkapi kandang sapi milik mereka dengan bak celup untuk mensterilkan kaki, sepatu atau sendal dari virus penyakit yang dapat membahayakan sapi ternak. Bak celup itu berada di pintu masuk dan keluar kandang. Setiap orang yang masuk dan keluar kandang mesti mensterilkan alas kakinya dengan air yang telah dicampur dengan disinfestan.

"Kami menganjurkan agar dibuatkan bak sterilisasi itu. Tujuannya agar virus yang membahayakan hewan ternak tidak terbawa masuk ke kandang," sebutnya.

Ketua Kelter Bina Bersama Mawardi mengatakan materi berupa ilmu akademis peternakan yang diberikan para dosen Faterna Unand sangat berguna bagi mereka. Karena sebagai peternak, Mawardi dan anggota kelompoknya mengaku sangat membutuhkan pengetahuan tentang peternakan itu sendiri. Selain sangat jarang ada pembekelan yang diperoleh mereka, penanganan ternak oleh kelompok ini lebih banyak berdasarkan pengalaman saja.

Mawardi mengaku Kelter Bina Bersama Koto Baru Payobasung telah berdiri sejak tahun 2007. Dulu kelompok ini memulai dengan memelihara sapi titipan dari orang-orang pribadi dari luar kelompok . Berikutnya mulai ada anggota yang memiliki sapi sendiri. Selanjutnya pada Desember tahun 2021, Kelter Bina Bersama memperoleh sapi hibah dari Pemprov Sumbar sebanyak 10 ekor yang berasal dari dana Pokir Ketua DPRD Sumbar, Supardi.

Kini telah setahun sapi pokir Supardi jenis cross itu dipilihara Kelter Bina Bersama. Karena bibitnya bagus, hingga kini perkembangan sapi itu menggembirakan. Sapi itu telah beranak 1 ekor. Di tengah-tengah maraknya wabah PMK, 11 ekor sapi milik kelompok ini tidak tertular. Padahal di Kelurahan Koto Baru Payobasung banyak ternak warga yang tertular PMK.

"Kami memang membatasi akses warga ke kandang kami. Terutama warga yang sapinya tertular PMK, kami larang mendatangi kandang sapi kami. Ini sebagai antisipasi agar sapi di sini juga tidak tertular. Kami juga telah memfaksin semua sapi sesuai anjuran pemerintah," kata Mawardi.

Diungkapkan pula bahwa kelompok ini juga telah memperoleh dana bantuan dari Bank Indonesia Rp120 juta. Bantuan diperuntukkan untuk membuat fasilitas produksi pupuk kompos dari kotoran sapi. Sejumlah fasilitas pengolahan pupuk kompos kini tengah dibangun dan hampir rampung. Letaknya di sekitar kandang. Dengan 11 ekor sapi diperkirakan Kelter Bina Bersama dapat menghasilkan 1 ton pupuk kompos perbulan.

"Pupuk kompos itu nantinya akan dimanfaatkan untuk keperluan anggota. Karena produksi 1 ton itu untuk anggota saja tidak cukup. Harga 1 kg pupuk kompos saat ini Rp1.000," sebut Mawardi.

Dr. Dwi Yuzaria mengatakan program pengabdian dosen berupa penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas peternak terhadap Kelter Bina Bersama ke depan dapat berkelanjutan. "Nanti kita lihat bagaimana dengan keinginan dari kelompok ini. Jika mereka ingin berkelanjutan, maka kita akan siapkan programnya," sebut dosen ini yang secara rutin bersama timnya melakukan pengabdian dan pembinaan di beberapa kelurahan dan nagari di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. (erz)