Wagub Sumbar: Siswa SMK Harus Miliki Soft Skill dan Kuasai Bahasa Asing

oleh -231 klik
Wagub Sumbar Audy Joinaldy menyaksikan penandatangan naskah MoU kerja sama SMKN 3 Payakumbuh dengan dunia industri oleh Kepsek Dra. Wismarni, MM dan pimpinan sejumlah perusahaan, Selasa (08/11/2022). Wagub Audy secara resmi juga melaunching Teaching Factory SMKN 3 Payakumbuh. ERZ
Wagub Sumbar Audy Joinaldy menyaksikan penandatangan naskah MoU kerja sama SMKN 3 Payakumbuh dengan dunia industri oleh Kepsek Dra. Wismarni, MM dan pimpinan sejumlah perusahaan, Selasa (08/11/2022). Wagub Audy secara resmi juga melaunching Teaching Factory SMKN 3 Payakumbuh. ERZ

JERNIHNEWS.COM- Wagub Sumbar Audy Joinaldy melaunching Teaching Factory (TeFa) SMKN 3 Payakumbuh, Selasa (08/11/2022). TeFa merupakan program untuk semakin mendekatkan SMK dengan dunia industri. Wagub Audy mengatakan selain hard skill, siswa SMK juga harus memiliki soft skill dan menguasai bahasa asing agar dapat bersaing secara global.

Wagu Sumbar Audy Joinaldy dan Asisten II Wako Payakumbuh Elzadaswarman meninjau stand pameran TeFa SMKN 3 Payakumbuh. ERZ
Wagu Sumbar Audy Joinaldy dan Asisten II Wako Payakumbuh Elzadaswarman meninjau stand pameran TeFa SMKN 3 Payakumbuh. ERZ

Wagub Audy sangat yakin siswa SMKN 3 Payakumbuh telah memiliki hard skill atau keterampilan sesuai dengan bidangnya masing-masing dengan baik, seperti pada program keahlian Tata Busana, Tata Boga, Perhotelan, dan lainnya. Apalagi dengan dilaunchingnya program teaching factory, penguasaan hard skill akan semakin mantap.

Fashion Show siswi SMKN 3 Payakumbuh dengan fashoin karya TeFa sekolah vokasi tersebut. ERZ
Fashion Show siswi SMKN 3 Payakumbuh dengan fashoin karya TeFa sekolah vokasi tersebut. ERZ

Hanya saja sekarang ini, penguasaan hard skill saja tidak cukup. Sebab, setelah tahun 2020 atau pasca pandemi Covid-19, ternyata kesuksesan seseorang lebih cenderung ditentukan oleh soft skill yang dimilikinya. Hal itu sesuai dengan penelitian pada Oxford University yang mengatakan 80 persen kesuksesan seseorang ditentukan oleh soft skill. "Karena hard skill bisa dilatih dan dipelajari," kata Wagub saat menyampaikan sambutan resminya.

Audy yang merupakan politisi dan pengusaha muda sukses itu, mencontohkan soft skill adalah kemampuan atau keterampilan berkomunikasi, keterampilan bernegosiasi, kemampuan bersosialisasi dan lainnya.

Pakaian karnaval mempelai adat Minangkabau karya TeFa SMKN 3 Payakumbuh. ERZ
Pakaian karnaval mempelai adat Minangkabau karya TeFa SMKN 3 Payakumbuh. ERZ

Dikatakan Wagub, berkah pandemi Covid-19 di tanah air di antaranya adalah percepatan pada bidang digitalisasi, seperti di sekolah, perguruan tinggi, ekonomi, sosial, budaya, pariwisata, pemerintahan dan lainnya. Percepatannya mencapai 2,5 kali dari scedule yang ada.

Papan bunga ucapan selamat Launching TeFa SMKN 3 Payakumbuh dari sejumlah relasi. IST
Papan bunga ucapan selamat Launching TeFa SMKN 3 Payakumbuh dari sejumlah relasi. IST

SMK atau sekolah vokasi sebut Wagub, kini menjadi trend dunia internasional. Karena SMK menyiapkan lulusan yang ready to used (siap pakai), sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

"Adik-adik atau anak-anak kami siswa SMK, berbangga hatilah dan percaya diri telah menjadi siswa SMK. Karena kini yang dicari dan dibutuhkan dunia industri dan dunia usaha adalah lulusan yang ready to used atau siap pakai," ujar Audy.

SMK atau sekolah vokasi kini memiliki keistimewaan. Bisa langsung bekerja dan juga bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau kuliah. SMK memiliki istilah DuDi (dunia usaha dan dunia industri) dan Duda (dunia pendidikan akademik). Karena tingginya kebutuhan dunia industri saat ini terhadap lulusan yang siap pakai, maka perguruan tinggi pun membuka program vokasi.

"Seperti almamater saya IPB (Institut Pertanian Bogor-red) juga membuka program vokasi. Jadi lulusan SMK yang ingin kuliah, juga bisa menyambung ke program vokasi," sebut Audy.

Selain memiliki soft skill, siswa SMK juga mesti menguasai bahasa asing, minimal Bahasa Inggris. "Kita kadang kalah bersaing, karena keterbatasan kemampuan berbahasa Inggris. Apalagi di bidang turism atau pariwisata. Orang kita hard skill-nya jago dan knowledge-nya tentang pariwisata hebat, tapi Bahasa Inggrisnya 'hahok, hahok' susah juga kalau bersaing. Soft skill dan Bahasa Inggris jangan lupa, nanti teaching factory tinggal mengikuti," sebut Audy.

Setelah membuka secara resmi TeFa SMKN 3 Payakumbuh, Wagub Audy didampingi Pj Walikota Payakumbuh yang diwakili Asisten II Pemko Payakumbuh Elzadaswarman, Kepala SMKN 3 Payakumbuh Wismarni dan sejumlah Kepala SMK se-Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota serta tamu undangan lainnya meninjau stand pameran masing-masing program keahlian yang ada di sekolah tersebut.

Teaching Factory; Siswa Lebih Dekat dengan DuDi

Kepala SMKN 3 Payakumbuh, Dra. Wismarni, MM dalam laporannya mengatakan pembelajaran Teaching Factory berbasis produksi atau jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang diterapkan di industri. Pembelajaran Teaching Factory dilaksanakan dalam suasana seperti yang ada di dunia industri.

Siswa dalam mengikuti pembelajaran Teaching Factory benar-benar merasa berada di industri. Barang atau pun jasa yang diproduksi berpedoman kepada kualitas sebagaimana yang dihasilkan industri dan juga sesuai dengan selera pasar atau kebutuhan masyarakat. Sehingga produk yang dihasilkan dapat dipasarkan serta dapat bersaing dengan produk dunia industri.

" Teaching Factory seperti membuat industri di dalam sekolah dan nanti dikembangkan menjadi unit-unit produksi," kata Wismarni.

Pada Launcing TeFa SMKN 3 Payakumbuh juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara SMKN 3 Payakumbuh dengan dunia usaha dan dunia industri. Penandatanganan MoU oleh pihak industri dan Kepala SMKN 3 Payakumbuh disaksikan langsung oleh Wagub Sumbar Audy Joinaldy dan Asisten II Wako Payakumbuh Elzadaswarman atau yang lebih dikenal dengan panggilan Om Zet.

Berikutnya juga ada peragaan make up karakter, demo menghias kue, dan fashion show serta menampilkan keseniaan dan budaya serta pameran hasil-hasil karya unggulan siswa

SMKN 3 Payakumbuh memiliki 7 program keahlian, yakni Tata Busana, Tata Boga, Akomodasi Perhotelan, Tata Kecantikan, Usaha Perjalanan Wisata, Teknik Komputer dan Jaringan serta Multimedia. Jumlah siswa SMKN 3 Payakumbuh sebanyak 1.601 siswa dengan 49 lokal atau rombel (rombongan belajar). Jumlah siswa SMKN 3 Payakumbuh terbanyak kelima di Provinsi Sumatera Barat. (erz)