UPT Asrama Haji Padang Dikunjungi Guru Besar Istanbul Turki

oleh -267 klik
SILATURRAHMI Kepala UPT Asrama Haji Padang Afrizen berdiskusi dengan Guru Besar Universitas Istanbul Turki Prof. Dr. Necdet Sensoy, dalam rangka kunjungan silaturrahmi. (NAL)
SILATURRAHMI Kepala UPT Asrama Haji Padang Afrizen berdiskusi dengan Guru Besar Universitas Istanbul Turki Prof. Dr. Necdet Sensoy, dalam rangka kunjungan silaturrahmi. (NAL)

JERNIHNEWS.COM-Unit Pelaksana Teknis (UPT) Embarkasi Haji Padang dikunjungi tamu dari Turki, tepatnya guru besar Istanbul Ticaret University Prof. Dr. Necdet Sensoy, Kamis, (03/11/2022). Guru besar ini disambut secara resmi oleh Kepala UPT H. Afizen, M.Pd serta Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) UIN Imam Bonjol Padang, Ahmad Wira, Ph.D.

"Saya salut dan bangga dengan Provinsi Sumatera Barat yang menghargai dan berupaya melayani tamu-tamu Allah untuk proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji. Di Turki para Dhyufurrahman baik haji atau pun jemaah umrah juga mendapat tempat dan perlakuan dari pemerintah. Maka, tidak tertutup kemungkinan jemaah umrah juga bisa dilayani di sini khususnya yang berasal Sumbar," kata Prof. Dr. Necdet Sensoy.

Menurut Prof. Necdet Sensoy, UPT asrama embarkasi Padang letaknya sangat strategis dan tidak bising. Maka, layak untuk dikembangkan dari segi fungsinya sebagai lembaga layanan kemasyarakatan. Tentunya ke depan tidak hanya jemaah calon haji saja lagi yang bakal dilayani, tapi juga jemaah umrah dari provinsi tentangga bisa diterima di sini sebelum mereka berangkat ke Tanah Suci Makkah. Fasilitas pendukung lainnya adalah tranportasi udara seperti adanya Bandara Internasional yang posisinya juga terbilang strategis.

"Maka prospeknya ke depan lebih menjanjikan untuk sektor ekonomi kemasyarakatan," terangnya usai memberikan materi pada seminar Internasional yang dilaksanakan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) UIN Imam Bonjol Padang.

Pada kesempatan yang sama Kepala UPT Afrizen, mengatakan terhitung sejak tahun 2006 BIM dan Asrama Haji Padang telah diresmikan sebagai embarkasi/debarkasi haji oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Dan di tahun 2015 telah berdiri sendiri sebagai Unit Pelaksana Teknis(UPT) untuk layanan sosial dalam berbagai bidang. Utamanya lagi pelayanan terhadap Jemaah calon haji yang akan berangkat dan setelah pemulangan dari tanah suci yang selalu menggunakan asrama ini.

Berpedoman dan berdasarkan kepada UU No. 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), tentunya UPT akan mengfungsikan secara maksimal perannya. Dikatakan dalam undang-undang tersebut bahwa ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan setiap orang Islam yang punya kemampuan, baik fisik, mental, spiritual, sosial maupun secara finansial dan hanya sekali seumur hidup.

"Tentunya, masalah layanan umrah kita juga akanmemberikan perhatian maksimal. Perlakuan bagi jemaah umrah setidaknya bisa disamakan dengan layanan haji. Saat Jemaah akan diberangkatkan melalui asrama haji ini ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM), saya sudah menawarkan kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi bisa dilepas secara resmi layaknya jemaah haji. Pada prinsipnya ide ini beliau respon positif,'' terangnya.

Ini peluang yang harus dimanfaatkan oleh UPT asrama haji. "Jemaah umrah asal Kota Padang, Sumbar umumnya dan luar Sumbar seperti provinsi tetangga bisa kita layani di sini. Fasilitas yang diharapkan sudah tersedia seperti adanya aula utama dengan kapasitas 500 orang jemaah, masjid, penginapan serta klinik kesehatan yang selama ini sering dipakai pada saat musim haji saja.

"Saya menyadari bahwa tumbuh dan berkembangnya UPT ini memang membutuhkan dukungan berbagai pihak, seperti Pemrov, Pemda Kab/Kota serta jajaran Kemenag se-Sumbar termasuk jajaran perguruan tinggi. Kita selalu membuka diri untuk melakukan kerjasama dengan berbagai lembaga dan instansi. Karena kerjasama ini akan menguatkan kemitraan dengan semua elemen yang ada di Sumbar khususnya.

Apa lagi saat ini untuk berbagai kegiatan UPT asrama haji sudah sering digunakan untuk seminar nasional dan internasional dan telah diawali oleh jajaran Kemenag dan UIN Imam Bonjol Padang serta tidak tertutup kemungkinan kita juga akan menerima lembaga-lembaga lainnya di Ranah Minang ini,'' kata Afrizen. (nal)