Pemkab 50 Kota Targetkan Raih Swasti Saba 2023

oleh -320 klik
Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo bersama pengurus Forum Kabupaten Sehat (FKS), Rabu (26/10/2022) di aula rumah dinas bupati. Bupati bertekad Pemkab Limapuluh Kota meraih penghargaan Swasti Saba 2023. IST
Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo bersama pengurus Forum Kabupaten Sehat (FKS), Rabu (26/10/2022) di aula rumah dinas bupati. Bupati bertekad Pemkab Limapuluh Kota meraih penghargaan Swasti Saba 2023. IST

JERNIHNEWS.COM- Bupati Kabupaten Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo mengukuhkan Forum Kabupaten Sehat (FKS), Rabu (26/10/2022) di aula rumah dinas bupati. Bupati bertekad Pemkab Limapuluh Kota meraih penghargaan Swasti Saba 2023.

Penghargaan swasti saba merupakan penghargaan yang diberikan setiap 2 tahun sekali oleh Kemendagri dan Kemenkes kepada kota/kabupaten yang berhasil menyelenggarakan program tatanan yang ada dalam program kabupaten/kota sehat. Terdapat 7 tatanan program KKS, yakni kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, sarana lalu lintas, tertib dan elayanan transportasi, kawasan pariwisata, ketahanan pangan dan gizi, serta masyarakat sehat, mandiri, dan sehidupan sosial yang sehat.

Hasil studi Environment Health Risk Assassment (EHRA), menyatakan akses warga Limapuluh Kota terhadap sarana sanitasi dan higinitas masih rendah. Studi EHRA atau Studi Penilaian Resiko Kesehatan Lingkungan, merupakan survey partisipatif di kabupaten/kota untuk mengetahui kondisi fasilitas sanitasi dan higinitas serta perilaku-perilaku masyarakat pada skala rumah tangga.

Berdasarkan hasil studi itu, Bupati Safaruddin berpesan agar FKS memperbaikinya dan menjadikan titik tolak untuk meraih Swasti Saba 2023.

"Kita tantang Forum Kabupaten Sehat serta komitmen masing-masing kepala dinas untuk mewujudkan lingkungan yang sehat menuju Swasti Saba 2023. Kepala dinas itu harus berani. Apa inovasi kita, apa langkah kita dalam menghadirkan kesejahteraan di tengah masyarakat," kata Bupati Safaruddin.

Menurut Safaruddin, rendahnya sanitasi dan perilaku yang mendukung higinitas di Kabupaten Limapuluh Kota ditunjukkan oleh peringkat Limapuluh Kota yang berada pada urutan ketiga terendah se-Sumatera Barat dengan persentase nagari ODF (kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan) hanya 2,67 persen.

"Artinya baru 2 nagari dari 79 nagari yang terbebas buang air besar sembarangan," sebut Bupati.

"Kami minta kepala perangkat daerah untuk memberikan perhatian serius dalam mencapai 100 persen ODF, serta meningkatkan cakupan akses sanitasi di Limapuluh Kota," kata Safaruddin menambahkan.

Ia menuturkan bahwa masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang mesti dilakukan oleh seluruh jajarannya termasuk penanggulangan masalah ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan.

"Kami ingatkan kepala OPD jangan bangga dan berpuas diri. Ini tugas kita ke depan, dengan segala daya dan upaya kita, mari kita wujudkan Kabupaten Limapuluh Kota yang lebih bersih, nyaman dan sehat," ujarnya.

Ketua FKS Kabupaten Limapuluh Kota periode 2022-2024 dijabat Saiful. Selain pengukuhan FKS, juga dilakukan penandatanganan komitmen para kepala daerah lingkup Pemkab Limapuluh Kota dalam mendukung persiapan penghargaan Swasti Saba 2023.

Ketua FKS Saiful mengatakan, FKS akan segera melaksanakan koordinasi bersama pihak terkait serta melaksanakan pembinaan kepada forum kecamatan sehat dan kelompok kerja nagari sehat yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota guna mencapai 100 persen ODF di 79 nagari yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota.

"Saya berharap dukungan dan doa agar dapat menjalankan amanah yang diberikan. Dengan koordinasi dan kolaborasi, mudah-mudahan kita dapat mewujudkan masyarakat Limapuluh Kota yang sehat dan sejahtera," kata Saiful menandaskan. (syn)