NU 50 Kota Gelar Apel Hari Santri di Ponpes Maarif Assaadiyah

oleh -388 klik
Apel Nasional Hari Santri yang juga diikuti oleh PC NU Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (22/10/2022) di Ponpes Maarif Assadiyah, Batu Nan Limo, Nagari Koto Tangah Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota. IST
Apel Nasional Hari Santri yang juga diikuti oleh PC NU Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (22/10/2022) di Ponpes Maarif Assadiyah, Batu Nan Limo, Nagari Koto Tangah Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota. IST

JERNIHNEWS.COM-Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Limapuluh Kota turut memperingati Hari Santri, Sabtu (22/10/2022) bertempat di halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Maarif Assaadiyah, Batu Nan Limo, Koto Tangah Simalanggang.

Puncak Hari Santri ini dilaksanakan dalam bentuk Apel Nasional serentak yang dilangsungkan secara online melalui aplikasi zoom. Apel berlangsung sekitar 90 menit mulai dari pukul 06:07 s/d 07:30.WIB.

Apel dihadiri pengurus PC NU Kabupaten Limapulouh Kota dan Badan Otonom (Banom) di lingkungan PC NU, majelis guru dan para santri terutama santri Ponpes Maarif Assaadiyah.

Tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo. Penetapan 22 Oktober merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Apel Nasional Hari Santri 2022 dipusatkan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Apel nasional diikuti kurang lebih setengah juta santri yang tersebar di 528 titik di seluruh Indonesia.

Sebelumnya Menag Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan arti dan makna tema dan logo Hari Santri Nasional 2022. Tahun 2022 peringatan Hari Santri mengangkat tema "Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan".

Tema tersebut mengandung pesan bahwa santri adalah pribadi yang selalu siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara. Sejarah telah membuktikan bahwa santri selalu ada dalam setiap fase perjalanan Indonesia. Ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak.

Santri dengan segala kemampuannya, bisa menjadi apa saja. Santri tidak hanya ahli ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Meski bisa menjadi apa saja, santri tidaklah melupakan tugas utamanya menjaga agama. Karena salah satu tujuan agama adalah untuk memuliakan manusia. Sebaliknya, agama tidak diturunkan untuk merendahkan martabat kemanusiaan.

"Santri senantiasa berprinsip bahwa menjaga martabat kemanusian atau hifdzunnafs adalah esensi ajaran agama, terutama di tengah kehidupan Indonesia yang sangat majemuk. Karena menjaga martabat kemanusiaan juga berarti menjaga Indonesia," tandasnya.

Sementara itu, ada enam filosofi logo peringatan Hari Santri 2022, yaitu:

1. Merangkul, melingkarkan lengan pada pundak (tubuh, pinggang, dan sebagainya) orang lain sambil melingkarkan kedua lengan. Ini bermakna melindungi, memberikan empati dan kepedulian.

2. Jabat Tangan, mengandung makna keakraban dalam setiap pertemuan, saling berbudaya, memberikan sapa. Mengulurkan tangan untuk saling membantu antar manusia dengan manusia yang lain.

3. Daun, daun hijau tidak hanya mengandung makna kehidupan dan energi pada manusia, tetapi juga harapan.

4. Infinity, simbol tak hingga (bahasa Inggris: infinity symbol) yang dilambangkan sebagai , merupakan simbol matematika yang mewakili konsep tak hingga.

5. Matahari, matahari terus memberikan cahaya untuk kehidupan manusia. Matahari merupakan sumber energi alam semesta dan penghuninya, mengandung makna daya yang tidak pernah habis.

6. Mata, indera penglihatan manusia, untuk memandang segala hal, melihat keadaan sekitar. Ini mengandung pesan melihat dan mengamati apa yang terjadi dan apa yang bisa diperbuat.

Ada tiga warna yang dipilih, yaitu: Biru (Cerdas dan Bijaksana), Hijau (Religius dan Harmonis), dan Orange (Semangat dan Enerjik). (erz/r)