Dilema WNI Ilegal di Amerika

oleh -289 klik
Paspor Republik Indonesia. IST
Paspor Republik Indonesia. IST

Oleh: Diana T (New York, 23/10/2022)

JERNIHNEWS.COM-Pengalaman penulis setelah beberapa kali memperpanjang paspor tidak menemui kesulitan. Sepanjang semua syarat yang diminta dipenuhi. Caranya gampang, Google, buka website KJRI atau Kedutaan setempat dan ketik di search button tentang syarat dan cara memperpanjang paspor. Jika syarat yang diminta sudah tersedia semua baru menelpon KJRI atau kedutaan setempat untuk membuat appointment perpanjangan paspor.

Setelah mendapat tanggal perjanjian untuk memperpanjang paspor, baru mendatangi KJRI/Kedutaan setempat dengan syarat-syarat yang diminta. Seminggu atau 10 hari kemudian paspor sudah bisa diambil. Demi keamanan, saat pengambilan paspor hendaknya datang langsung. Tapi bagi yang berhalangan karena ada pekerjaan atau tempat tinggal jauh, paspor bisa dikirimkan via surat/mail bergaransi tapi tentang keselamatan paspor jika terjadi sesuatu , kehilangan atau tidak sampai bukan tanggungjawab petugas KJRI/Kedutaan, resiko ditanggung sendiri.

Saat penulis memperpanjang paspor ada beberapa cerita menarik dari beberapa WNI yang mungkin bisa dijadikan masukkan untuk WNI lain yang mengalami masalah dan hambatan dalam memperpanjang paspornya dan juga bisa jadi masukkan untuk pemerintahan Indonesia. Hambatan utama para WNI untuk memperpanjang paspornya karena adanya syarat harus memiliki kartu indentitas/kartu penduduk di negara setempat dan juga KTP Indonesia.

Syarat ini bagi pendatang yang ilegal adalah a big deal bagi mereka, karena kebanyakkan dari mereka datang dengan memakai visa turis atau visa bekerja yang sudah expired. Jadi mereka sana sini mentok. Terombang ambling tanpa identitas diri dari dua negara. Mereka yang mau memperpanjang paspor WNI-nya memang kebanyakkan masih WNI. Tapi tanpa paspor WNI-nya yang masih berlaku mereka juga tidak bisa melamar untuk mendapatkan kartu indentitas di negara setempat. Sedangkan kartu identitas di negara setempat juga merupakan syarat untuk memperpanjang paspor WNI-nya .

Tapi kartu indentitas negara setempat ini mungkin masih bisa digantikan dengan KTP WNI yang masih berlaku. Nah, KTP WNI yang masih berlaku bisa jadi masalah juga bagi WNI yang sudah bertahun-tahun tinggal di Amerika dengan status ilegal sehingga tidak bisa pulang untuk membuat KTP baru. Dan juga syarat lain yang agak memberatkan mereka lainnya adalah harus adanya surat atau bill atas nama serta alamat mereka tinggal. Karena biasanya mereka kebanyakan tinggal nge-kost dengan pemilik rumah. Jadi pembayaran bill/rekening koran dan lainnya atas nama pemilik rumah. Tapi ini mungkin bisa diperingan dengan sebuah surat biasa yang ada nama dan alamat mereka tinggal.

Ada beberapa WNI yang pernah berbicara dan berkeluh kesah dengan penulis, saat mau memperpanjang paspor. Mereka tidak tahu atau tidak pernah membeli money order sebagai syarat bukti pembayaran untuk memperpanjang paspor.

Salah satu kebiasaan yang harus disebarkan kepada para WNI adalah, biasakanlah membuka website website resmi KJRI atau Kedutaan untuk mencari informasi bagaimana cara memecahkan masalah mereka atau bertanya kepada pada petugas KJRI/Kedutaan. Karena biasanya mereka akan membantu dan mencarikan jalan keluarnya. Di KJRI/Kedutaan biasanya juga mereka memiliki daftar pengacara yang bisa membantu permasalahan para WNI ilegal . Tapi problem lainnya bagi para WNI itu, mungkin tersangkut dengan masalah biaya. Yang penting jangan malu-malu atau segan dalam bertanya. Dan Jangan mudah menyerah, langsung balik badan pulang tanpa hasil karena tidak mau atau malu menyampaikan masalah dalam memperpanjang paspor . Karena kewajiban konsulat dan Kedutaan Indonesia juga untuk membantu warganya .

Tanpa paspor atau KTP para WNI ini juga akan mengalami kesulitan saat Pemilu. Ada beberapa dari mereka yang tidak bisa mencoblos. Kalau pun bisa mencoblos mereka disuruh balik lagi di waktu malam atau jam terakhir pencoblosan. Dan kebanyakan dari mereka mengundurkan diri duluan karena kelamaan antri, kemalaman atau ada kerja malam sehingga tidak bisa datang kembali untuk mencoblos (ini pengalaman yang penulis lihat di Pemilu 2019 lalu). Semoga pemerintah bisa memberikan kemudahan bagi Para WNI kita yang masih mau mempertahankan kewarganegaraan Indonesianya. Karena mereka adalah para pejuang devisa yang berani menghadapi kerasnya kehidupan di negeri orang tanpa rasa takut dan tetap bangga dengan ke-WNI-nya. (*)