Pansel Pastikan Proses Seleksi KI Sumbar Berjalan Sesuai Aturan

oleh -254 klik
Kepala Dinas Kominfotik Sumbar Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang yang juga pansel. IST
Kepala Dinas Kominfotik Sumbar Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang yang juga pansel. IST

JERNIHNEWS.COM-Panitia seleksi komisioner Komisi Informasi (KI) memastikan seleksi berjalan sesuai aturan. Panitia bertekad memilih orang-orang yang terbaik menempati lembaga tersebut.

"Kita akan pastikan, proses seleksi berjalan dengan baik. Panitia independen, tidak ada intervensi dari pihak manapun," sebut Ketua Panitia Seleksi Komisioner KI Sumbar Jasman Rizal, Senin (19/9/2022).

Dikatakannya, dari awal panitia seleksi ditetapkan, tim ini harus bekerja profesional. Tidak ada titipan, atau intervensi dari siapapun untuk memilih komisioner.

"Untuk menghindari kecurigaan adanya titip menitip, maka kami seluruh tim pansel bersepakat untuk ujian kompetensi memakai sistem computer assisted test (CAT) yang nilainya bisa kita lihat langsung secara bersama-sama dan tidak ada rekayasa," ungkap Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang yang juga Sekum LKAAM Sumbar itu dengan tegas.

Panitia sudah mengumumkan proses seleksi seiring dengan akan berakhirnya masa jabatan komisioner Komisi Informasi Daerah Provinsi Sumbar periode 2019-2023. Tim seleksi resmi membuka pendaftaran calon anggota KI Sumbar periode 2023-2027.

Proses seleksi dimulai dari penerimaan dokumen pendaftaran mulai tanggal 20 September 2022 dan ditutup 03 Oktober 2022, pukul 23:59 WIB. "Nantinya ada seleksi yang dilaksanakan dalam tiga tahap dengan sistem gugur," katanya.

Jadwalnya tahap seleksi administrasi direncanakan tanggal 4-6 Oktober 2022. Lalu tahap tes potensi direncanakan tanggal 13 Oktober 2022. Tahap Psikotes dan Dinamika Kelompok direncanakan tanggal 7 November 2022. Tahap wawancara direncanakan tanggal 8-9 November 2022.

Adapun syarat- syaratnya yakni berdasarkan Pasal 30 ayat (1) Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, syarat-syarat pengangkatan anggota Komisi Informasi:

Warga negara Indonesia, memiliki integritas dan berkelakuan tidak tercela; Tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan hukuman pidana 5 (lima) tahun atau lebih; Memiliki pengetahuan dan pemahaman di bidang keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari hak asasi manusia dan kebijakan publik.

Memiliki pengalaman dan aktivitas badan publik; Bersedia melepaskan keanggotaan dan jabatannya dalam badan publik apabila diangkat menjadi anggota Komisi Informasi; Bersedia bekerja penuh waktu. Berusia paling rendah 35 (tiga puluh lima) tahun dan sehat jiwa dan raga.

Dokumen administrasi yakni, Surat pendaftaran yang ditandatangani. Daftar riwayat hidup foto berwarna terbaru ukuran 4x6 dengan latar belakang (background) berwarna merah. Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku, surat keterangan kepolisian tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana 5 (lima) tahun atau lebih.

Surat pernyataan kesediaan mengundurkan diri dari keanggotaan dan jabatan di Badan Publik apabila diangkat menjadi Anggota Komisi Informasi yang ditandatangani di atas materai, Surat pernyataan bersedia bekerja penuh waktu yang ditandatangani di atas materai, Deskripsi singkat visi dan misi jika terpilih menjadi anggota Komisi Informasi Sumbar periode 2022-2026 dan ijazah pendidikan terakhir (minimal S1)

Ketentuan lainnya, kepastian waktu dan tempat pelaksanaan seleksi, akan diberitahukan kemudian. Dalam seleksi ini tidak dikenakan biaya atau pungutan dalam bentuk apapun. Setiap informasi seleksi ini disampaikan hanya melalui website resmi Diskominfotik Sumbar.

Peserta diharapkan selalu memonitor perkembangan setiap tahapan seleksi sesuai jadwal. Seluruh biaya akomodasi, transportasi, kelengkapan administrasi dan biaya pribadi yang dikeluarkan oleh pelamar selama melaksanakan proses seleksi ditanggung oleh pelamar. Keputusan Panitia Seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Panitia seleksi terdiri dari, Kepala Dinas Kominfotik Sumbar Jasman Rizal, akademisi Miko Kamal, anggota KI Pusat Arya Sandhiyudha, akademisi Sudarman dan tokoh masyarakat Hasril Chaniago. (r/erz)