Luncurkan Buku Autobiografi, Buya Sudirman Syair: Semoga Menginspirasi

oleh -441 klik
Buya H. Sudirman Syair menyerahkan buku autobiografinya kepada panelis bedah buku Prof. Dr. H. Asasriwarni, MA, MH, Senin (19/09/2022) di Pondok Pesantren Maarif Assaadiyah Batu Nan Limo, Koto Tangah Simalanggang, Kab. Limapuluh Kota. IST
Buya H. Sudirman Syair menyerahkan buku autobiografinya kepada panelis bedah buku Prof. Dr. H. Asasriwarni, MA, MH, Senin (19/09/2022) di Pondok Pesantren Maarif Assaadiyah Batu Nan Limo, Koto Tangah Simalanggang, Kab. Limapuluh Kota. IST

JERNIHNEWS.COM- Buya H. Sudirman Syair, A.Md., D.SP Dt. Samulo Nan Balopiah pimpinan Pondok Pesantren Maarif Assaadiyah Batu Nan Limo, Nagari Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota meluncurkan buku autobiografi pada Seminar dan Bedah Buku, Senin (19/9/2022) di ponpes yang dipimpinnya.

Buya H. Sudirman Syair memaparkan isi buku autobiografinya pada seminar dan bedah buku, Senin (19/09/2022) di Ponpes Maarif Assaadiyah. IST
Buya H. Sudirman Syair memaparkan isi buku autobiografinya pada seminar dan bedah buku, Senin (19/09/2022) di Ponpes Maarif Assaadiyah. IST

Ketua pelaksana acara Djumadil Rahman, S.Sos, M.Pd Dt. Paduko Tuan, mengatakan, bahwa kegiatan ini terlaksana berkat bantuan dari Bupati Kabupaten Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, Kakankemenag Sumbar, Kakankemenag Limapuluh Kota, instansi lainnya dan para donatur.

Buya H. Sudirman Syair dan istri bersama para penelis serta tamu undangan acara seminar dan bedah buku. IST
Buya H. Sudirman Syair dan istri bersama para penelis serta tamu undangan acara seminar dan bedah buku. IST

"Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu proses acara ini. Kami mempersiapkan acara ini lebih kurang 3 bulan. Alhamdulillah hari ini terlaksana," sebutnya.

Acara juga bertepatan dengan ulang tahun Buya Sudirman Syair yang ke-70 tahun. "Alhamdulillah, hari ini juga merupakan hari ulang tahun Buya yang ke-70 tahun," ucap Djumadi Rahman.

Gubernur Sumbar diwakili Kepala Dinas Arsip dan Pustaka Sumbar Novrial memberikan apresiasi kepada Sudirman Syair, yang pada usia 70 tahun masih aktif menulis dan membaca.

"Luar biasa, jujur saya pribadi setiap diminta untuk memberikan pendapat pada kegiatan seminar dan bedah buku saya selalu terharu, karena di zaman kekinian, di saat pembaca merosot acara seperti inilah yang menjadi harapan bagi kita semua. Ternyata masih banyak yang membaca dan menulis," katanya.

Menurut Novrial, menulis atau membuat buku autobiografi tidaklah gampang. Apalagi ini menceritakan diri sendiri.

"Menurut kami membuat buku autobiografi ini tingkat kesulitannya sangat tinggi karena kita menceritakan diri kita sendiri, tentu kita akan dinilai orang baik objektif maupun subjektif. Bahkan tadi saya lihat buku ini halamannya sampai 248 halaman tidak gampang ini luar biasa Kyai kita ini," sebutnya.

"Untuk itu, saya mengucapkan selamat kepada Pak Haji yang sudah menyelesaikan buku autobiografi dengan judul Di Bawah Panji-Panji Aswajah. Semoga masyarakat dan santri kita bisa menjadikan buku ini sebagai pelajaran dan mencontoh jalan hidupnya," tambahnya.

Sudirman Syair dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut hadir. Ia berharap buku tersebut dapat berguna dan menjadi inspirasi bagi khalayak.

"Saya atas nama pimpinan pondok sekaligus yang mengadakan acara beda buku saya hari ini, mengucapkan terima kasih kepada hadirin yang sempat meluangkan waktu untuk hadir di tempat kita ini," katanya.

Ia mengatakan, buku ini bercerita tentang kehidupannya serta perjuangan dirinya dan keluarga hingga bisa membangun lembaga pendidikan Pondok Pesantren Ma'rif Assaadiyah.

"Pada buku ini kami ingin memberikan informasi bagaimana perjuangan suka duka kami sekeluarga yang Alhamdulillah sampai bisa membangun lembaga pendidikan yang kita cintai ini. Semoga buku ini menjadi inspirasi bagi para pembaca," kata ayah dari empat orang anak dan kakek dari 10 orang cucu.

Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D yang hadir melalui zoom, pada sambutannya memberikan apresiasi kepada Buya Sudirman Syair yang mampu menuangkan kisah hidupnya melalui buku.

"Kita memberikan apresiasi terhadap yang Buya kita ini lakukan dengan menuangkan kisah hidupnya dalam buku autobiografi. Saya sudah baca, di buku ini ada nilai esensi yang bisa kita jadikan teladan sesuai pribahasa minang, jauah bajalan banyak diliek, lamo hiduik banyak diraso," ucap Ganefri.

Ganefri juga mengapresiasi hadirnya Ponpes Maarif Assaadiyah, menurutnya pesantren ini telah banyak memberikan kontribusi pada dunia pendidikan di Kabupaten Limapuluh Kota terutama Pendidikan Islam.

"Luar biasa Buya kita ini, mudah-mudahan buku autobiogarfi ini bisa menjadi panduan dan literatur bagi kita semua untuk menjalankan kehidupan di masa kini ataupun masa akan datang," pungkasnya.

Hadir pada kesempatan itu, Kacabdin Wilayah IV Sumbar Asricun, Prof. Asasriwarni, MA, MH, Kalapas Kelas IIB Payakumbuh M. Kameily, Kakankemenag Limapuluh Kota H. Irwan, M.Ag, Kakan Kemenag Kota Payakumbuh H. Joben, S.Ag, MA, Ketua MUI Limapuluh Kota H. Asrat Chan, Lc, para guru dan santri serta tamu undangan lainnya. (syn)