SMAN 1 Kec. Payakumbuh Rayakan Panen Karya

oleh -434 klik
Penghitungan suara hasil Pemilu Pemilihan Ketua OSIS dalam implementasi Panen Karya  P5 dengan tema Suara Demokrasi di SMAN 1 Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (15/09/2022). RISMAN
Penghitungan suara hasil Pemilu Pemilihan Ketua OSIS dalam implementasi Panen Karya P5 dengan tema Suara Demokrasi di SMAN 1 Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (15/09/2022). RISMAN

JERNIHNEWS.COM- SMAN 1 Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, selaku Sekolah Penggerak Angkatan II Tahun 2022 Rayakan Panen Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Kamis (15/09/2022).

Kepala SMA Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota Jamaluddin, S. Pd. (RISMAN)
Kepala SMA Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota Jamaluddin, S. Pd. (RISMAN)

"SMA Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh adalah satu di antara 4 SMA di Kabupaten Limapuluh Kota yang lulus sebagai Sekolah Penggerak Angkatan II tahun 2022. Kita fokus mengimplementasikan Kurikulum Merdeka tahun ini untuk siswa kelas X. Sedangkan kelas XI dan XII tetap melanjutkan Kurikulum 2013. Salah satu ciri Kurikulum Merdeka adalah adanya Penguatan Profil Pelajar Pancasila," kata Kepala SMAN 1 Kecamatan Payakumbuh Jamaluddin, S. Pd. dalam sambutannya ketika membuka panen karya Projek Penguatan Pelajar Pancasila di sekolah itu.

Mulyadarti, S. Pd guru PPKN, Koordinator Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema
Mulyadarti, S. Pd guru PPKN, Koordinator Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema "Suara Demokrasi" SMA Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota. (Foto: RISMAN)

Jamaludin menjelaskan, bahwa dalam Kurikulum Merdeka pemerintah menyediakan tujuh tema, ada tiga tema yang dipilih sekolah untuk P5 dalam setahun. Masing-masing tema ada satu guru yang menjadi koordinator projek dan sejumlah guru sebagai anggota pelaksana. Waktu pelaksanaan kegiatan satu projek sekitar tiga bulan dengan frekuensi tiga kali pertemuan mulai siang sampai sore hari dalam seminggu di luar tatap muka reguler.

"Tema projek yang kita pilih adalah Suara Demokrasi dengan koordinator Mulyadarti (guru Mapel PPKn), Kewirausahaan dengan koordinator Dewi Mulyani (guru Mapel Sejarah), dan Gaya Hidup Berkelanjutan koordinatornya Hamidah guru Mapel Kimia)," kata Jamaludin.

Dalam kesempatan sama Pengawas Sekolah Manajerial dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatra Barat Drs. Risman, M.Pd memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan majelis guru yang telah bekerja keras, kompak, dan ikhlas melaksanakan Kurikulum Merdeka. "Semoga kegiatan nyata, satu di antara 7 tema, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam bentuk tema Suara Demokrasi yang diaplikasikan dalam bentuk pemilu OSIS menjadi pengalaman berharga bagi siswa kita," kata Risman.

Teknik dan alur kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Mulyadarti selaku koordinator Suara Demokrasi menjelaskan bahwa ada empat kegiatan utama dalam tema Suara Demokrasi, yakni; pengenalan, kontekstual, aksi nyata, dan refleksi. Dalam tahapan pengenalan kegiatan ini siswa diperkenalkan apa dan bagaimana dengan seluk-beluk pemilu.

Tahap kedua, kontekstual. Pada kegiatan ini siswa diajak dan dimotivasi untuk berpikir kritis. Terutama pada kemajuan teknologi untuk penyaluran hak suara dalam pemilihan umum. Sekolah mengundang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lima Puluh Kota untuk memberikan pengenalan, pemahaman, dan teknik pemilu yang digelar lima tahun sekali.

"Di sekolah tiap tahun juga diadakan pemilihan ketua OSIS. Nah, dalam pemilihan ketua OSIS ini kita ajak siswa melakukan pemilu seperti yang disosialisasikan oleh KPU. Sebelumnya siswa juga telah ditugaskan oleh sekolah, dalam kelompok kecil untuk menggali seluk-beluk pelaksanaan pemilihan walinagari di nagari masing-masing. Selanjutnya, mereka mempresentsikan hasil kerja kelompok di sekolah sesuai dengan jadwal yang sudah disusun sekolah. Pemilu inilah yang kita adopsi untuk pemilihan ketua OSIS," tegas Mulyadarti bahwa dalam pemilu OSIS ini juga persis pemilu legislatif dan pemilu presiden yang digelar KPU lima tahunan.

Pemilu OSIS juga ada tiga calon ketua yang ikut kampanye, tiap TPS memiliki perangkat pemilu sebagai berikut: adanya panitia pemilih, kertas suara, KPPS, saksi, Linmas, bilik suara, kotak suara, tinta celup jari, penghitungan suara, dan pengumuman pemenang pemilu oleh KPU sekolah dalam hal ini Majelis Perwakilan Kelas (MPK).

"Puncak Panen Karya Tema Suara Demokrasi adalah pelaksanaan Pemilu OSIS yang dilaksanakan secara langsung, bebas, dan rahasia di bilik suara," tegas Jamaluddin.

Hasil Pemilu OSIS

Koordinator Suara Demokrasi dalam pemilu OSIS Muyadarti menyampailan hasilnya sebagai berikut. Dalam pemilu OSIS ini ada tiga calon ketua, yaitu Rahman Muhammad Ersyad, Rafil, dan Sintia Okta Bela. Dari 8 TPS (8 kelas) pemilih telah memberikan suaranya di bilik suara, suara siswa dan guru, kepala sekolah, dan satu suara istimewa dari Pengawas Sekolah Manajerial dengan hasil pemilu, suara terbanyak diperoleh calon ketua OSIS Rahmad Muhammad Ersyad perolehan suara 329 suara, disusul oleh Rafil 219 suara, dan Sinta Okta Bela sebanyak 66 suara.

Pelantikan ketua serta pengurus OSIS SMA Negeri 1 Kecamatan Payakumbuh yang baru menurut Mulyadarti sampai berita ini ditulis belum ada jadwal yang pasti, yang jelas dalam bulan ini juga. (risman)