Pertamina Pastikan Harga BBM Bersubsidi Belum Naik

oleh -272 klik
Salah satu SPBU. NET
Salah satu SPBU. NET

JERNIHNEWS.COM- Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar belum naik Kamis, 1 September 2022. Sebelumnya, santer kabar harga BBM bakal naik pada hari ini.

"Harga masih sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah," kata Irto, Kamis (01/09/2022) sebagaimana dikutip dari Tempo.co.

Harga BBM bersubsidi disinyalir akan naik di rentang Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per liter. Adapun saat ini, harga pertalite Rp7.650 per liter dan solar Rp 5.150 per liter. Artinya, kenaikan harga BBM itu bisa mencapai sekitar 39,21 persen.

Bahkan juga beredar grafis kenaikan BBM dengan harga; pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000. Sedangkan Pertamax dari Rp12.500 per liter naik menjadi Rp 16.000 per liter. Berikutnya harga solar dari Rp5.150 perliter, menjadi Rp7.200 per liter.

Selanjutnya informasi tentang kenaikan harga BBM membuat masyarakat berbondong-bondong membeli pertalite dan solar. Antrean mengular tampak di berbagai SPBU Rabu (31/08/2022) petang.

Irto memastikan saat ini perseroan telah memasok kembali BBM bersubsidi untuk seluruh SPBU. "Kami pastikan stok nasional aman," ucapnya.

Kendati begitu, ia mengimbau masyarakat agar tidak panic buying dalam membeli BBM. Irto menjelaskan, antrean panjang semata-mata terjadi karena panic buying oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan saja.

"Diimbau kepada masyarakat untuk membeli BBM sesuai dengan kebutuhan," kata Irto.

Irto berpendapat, antrean konsumen BBM itu lebih disebabkan kekhawatiran terhadap rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. "Ini lebih kekhawatiran masyarakat akan penyesuaian harga. Untuk stok di terminal kami pastikan mencukupi," ujar Irto.

Antrean panjang BBM salah satunya terjadi di hampir semua SPBU di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu, 31 Agustus 2022. Bahkan ada pom bensin yang sudah kehabisan stok BBM bersubsidi di kota itu. (pr)