Yayasan Ibrahim Situjuah Batua Juara I Sumbar

oleh -315 klik
Tim Penilai dari Dinas Provinsi Sumbar saat melakukan penilaian di Yayasan Ibrahim yang menaungi Panti Asuhan Ibrahim, Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota. Ini adalah usaha ekonomi kreatif berupa penangkaran Burung Murai Batu yang hasilnya digunakan untuk menopang biaya operasional panti asuhan. ERZ
Tim Penilai dari Dinas Provinsi Sumbar saat melakukan penilaian di Yayasan Ibrahim yang menaungi Panti Asuhan Ibrahim, Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota. Ini adalah usaha ekonomi kreatif berupa penangkaran Burung Murai Batu yang hasilnya digunakan untuk menopang biaya operasional panti asuhan. ERZ

JERNIHNEWS.COM-Momentum HUT Kemerdekaan RI ke-77 Tahun 2022 menjadi berkah tersendiri bagi Yayasan Ibrahim Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota. Yayasan yang menaungi Panti Asuhan Ibrahim ini menjadi Juara I untuk Kategori Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) atau Organisasi Sosial (Orsos) Tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Penilain Yayasan Ibrahim Situjuah Batua.
Penilain Yayasan Ibrahim Situjuah Batua.

Kabar itu tertuang dalam Surat Dinas Sosial Provinsi Sumbar No. 460/1198/PSPKKM & KAT/Dys/2022 Tentang Pemberian Penghargaan Pilar-Pilar Sosial Berprestasi Tahun 2022 yang ditandatangani Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, SKM, MKM tertanggal 15 Agustus 2022.

Usaha ternak sapi Yayasan Ibrahim. ERZ
Usaha ternak sapi Yayasan Ibrahim. ERZ

Yayasan LKS/Orsos Ibrahim dinilai berhasil mengungguli LKS dan Orsos lainnya di Sumbar, karena memiliki berbagai kelebihan, terutama sejumlah program ekonomi kreatif yang dapat menompang kegiatan sosialnya berupa Panti Asuhan Ibrahim. Melalui berbagai program ekonomi kreatifnya, yayasan ini dapat mengoperasionalkan Panti Asuhan Ibrahim secara mandiri.

Dari prestasi ini, Yayasan Ibrahim berhak atas hadiah berupa uang tunai Rp7,5 juta dan diundang secara khusus menghadiri Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-77 Tahun 2022 di Halaman Kantor Gubernur Sumbar untuk menerima piagam penghargaan dan hadiah secara uang tunai secara simbolis dari Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Usaha pembibitan durian Yayasan Ibrahim. ERZ
Usaha pembibitan durian Yayasan Ibrahim. ERZ

Pada peringkat kedua adalah Yayasan Anak Sholeh Kota Padang dan peringkat ketiga Yayasan Aisyiyah yang menaungi Panti Asuhan Asyiyah Kota Payakumbuh.

Usaha sayu poliponik Yayasan Ibrahim
Usaha sayu poliponik Yayasan Ibrahim

"Alhamudulillah Yayasan Ibrahim memperoleh Juara I. Ini merupakan berkah bagi Yayasan dan Panti Asuhan Ibrahim. Kami juga diundang ke Padang untuk menerima penghargaan dan hadiah uang tunai Rp7,5 juta. Yang pergi adalah saya dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Limapuluh Kota," kata Hj. Wirdati, pengurus Yayasan dan sekaligus Pimpinan Panti Asuhan Ibrahim, Selasa (16/08/2022) kepada jernihnews.com melalui telepon.

Wirdati berharap dengan prestasi yang membanggakan yang berhasil diraih oleh Yayasan Ibrahim, dia berharap Yayasan dan Panti Asuhan Ibrahim biasa lebih baik dan lebih maju lagi ke depannya. Dia juga mengharapkan selanjutnya juga ada program-program pembinaan dan bantuan dari pemerintah untuk lebih memajukan Yayasan dan Panti Asuhan Ibrahim.

Kegiatan Yayasan Ibrahim

Tim Penilai LKS Tingkat Provinsi Sumbar berkunjung langsung ke Yayasan Ibrahim yang menaungi Pantia Asuhan Ibrahim, Selasa (07/06/2022) lalu. Tim penilai ada dua orang, yakni Mirsal Gani, AKS, MM dan Boy Kurnia, SP serta didampingi penyuluh LKS dari Dinas Sosial Provinsi Sumbar Detti Ervita, SkM, M.Kes. Yayasan Ibrahim yang menaungi Panti Asuhan Ibrahim mewakili Kabupaten Limapuluh Kota di dalam penilaian LKS Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar.

Tim Penilai Mirsal Gani dan juga merupakan widya swara Kementerian Sosial RI mengatakan ada 5 kabupaten/kota dengan LKS-nya yang mengikuti penilaian Tingkat Sumbar dan telah menjadi nominator pemenang. Yang lima tersebut, yakni LKS dari Yayasan Anak Shaleh Kota Padang, Panti Asuhan Aisyiah Muhammadiyah Kota Payakumbuh, LKS Lanjut Usia Kabupaten Agam, Yayasan Ibrahim yang manaungi Panti Asuhan Ibrahim di Situjuah Batua Kabupaten Limapuluh Kota, dan LKS Lanjut Usia di Kabupaten Dharmasraya.

Menurut Mirsal, kunjungan tim penilai ditujukan untuk mengecek secara langsung ke lapangan tentang hal-hal yang telah dipresentasikan Hj. Wirdati selaku pimpinan Panti Asuhan Ibrahim dan suaminya H. W. Dt. Marajo Pobo selaku Ketua Yayasan Ibrahim di hadapan tim penilai di Padang beberapa hari sebelumnya.

Tim penilai disambut Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Limapuluh Kota Refnida, S. Sos, Camat Situjuah Limo Nagari Drs. Rahmad Hidayat, M. Si, Wali Nagari Situjuah Batua Don Veski Dt. Tan Marajo dan tokoh masyarakat, alim ulama, pemuda, jajaran pengurus Yayasan dan Panti Asuhan Ibrahim beserta anak asuh Panti Asuhan Ibrahim.

Dalam melakukan penilaian lapangan, kedua personel tim penilai menemukan kecocokan antara bahan dan ha-hal yang dipresentasikan di Padang oleh pengurus Yayasan Ibrahim dan Panti Asuhan Ibrahim dengan fakta-fakta lapangan yang dijumpai oleh tim penilai. Tim penilai menemukan hal-hal menarik di Yayasan dan Panti Asuhan Ibarahim.

"Secara umum sudah cukup bagus. Kami menemukan kesesuaian antara yang dipresentasikan di Padang dengan fakta-fakta yang kami temukan di lapangan. Mudah-mudahan menjadi pemenang nantinya. Tapi tentunya untuk lebih lanjut akan didiskusikan dengan juri yang lain. Dan yang jelas tentu juga akan bersaing dengan LKS yang lain," kata Boy Kurnia, SP, Tim Penilai.

Menurut Boy, sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial (Permensos) No.22 Tahun 2016 Tentang Standar Nasional Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) ada enam standar yang dinilai dalam penilaian LKS berprestasi.

  1. Standar Kelembagaan. Meliputi yayasan, badan hukum, AD ART, visi dan misinya. "Setelah dicek ternyata faktanya ada," sebut Boy.
  2. Standar Manajemen Organisasi. Harus ada struktur organisasi dan pembagian tugas. Tidak hanya satu orang saja yang bekerja, tapi ada pembagian tugas. "Setelah kita lihat, ternyata di Yayasan Ibrahim ada,"kata Boy.
  3. Standar Sumber Daya dan Sarana Prasarana. Karena di sini adalah panti asuhan, tentu mesti ada ketersediaan fasilitas, seperti tempat istirahat anak-anak, tempat makan, toilet dan lainnya. "Setelah kita cek, juga semua sudah tersedia," ujar Boy. Sumber daya juga terkait dengan kemandirian. LKS ada empat tipe, yakni tipe A, B, C dan D. Tipe A bisa membiayai total kegiatan sosial yang dilaksanakannya, tidak tergantung dari pemerintah. Kemandirian karena ditopang donatur dan juga dari usaha yang dikelola sendiri. "Kalau kita lihat tadi ada sejumlah kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh Yayasan Ibrahim, seperti pembuatan pupuk kompos, ternak sapi, penangkaran burung murai batu, menanam sayur hidroponik, pembibitan durian dan pengelolaan sawah. Dari hasil pemeriksaan ke lapangan ternyata semuanya dilaksanakan dan dijumpai faktanya," sebut Boy.
  4. Standar Mitra atau Jejaring Kerja. LKS juga mesti bermanfaat untuk lingkungan di sekitarnya. Artinya manfaat tidak saja bagi LKS sendiri saja, tapi juga bagi masyarakat di sekitarnya. "Dalam hal ini tadi juga diketahui adanya melibatkan pihak nagari, camat dan juga mitra swasta," kata Boy mengungkapkan.
  5. Standar program. Untuk penilaian ini, adalah tentang program-program yang dibuat oleh LKS. Dalam hal menaungi panti asuhan, anak asuh tidak cuma sekedar diberi makan, tapi juga harus ada pembinaan-pembinaan. "Tadi kita menjumpai, adanya pembinaan anak-anak panti di sini, seperti adanya program edukasi dan pemberian soft skill," kata Boy.
  6. Standar Pelayanan. Yang dimaksudkan ada pelayanan ke pihak internal dan ke pihak eksternal. Pelayanan internal adalah pelayanan yang optimal terhadap anak asuh, sedangkan pelayanan eksternal, peyanan terhadap masyarakat yang berkunjung serta lainnya.

Wali Nagari Situjuah Batua Wali Nagari Situjuah Batua Don Veski Dt. Tan Marajo yang dulunya juga merupakan salah seorang tokoh pendiri Yayasan Ibrahim sangat berharap Yayasan Ibrahim dengan Panti Asuhan Ibrahim yang mewakili dalam lomba LKS Tingkat Provinsi Sumbar memperoleh hasil yang terbaik, sehingga mewakili Sumbar ke tingkat nasional.

Pesan dari Tim Penilai LKS Berprestasi Tingkat Sumbar, Boy Kurnia, SP, LKS ke depan mesti juga diperkuat atau dilengkapi dengan sistem informasi dan teknologi (IT) yang baik. Sehingga lebih memudahkan dan gampang diakses.

5 Kegiatan Yayasan Ibrahim

Ada 5 kegiatan utama Yayasan Ibrahim, yakni meliputi Panti Asuhan Anak Yatim dan Anak Terlantar, TPQ, Majelis Taklim, Annazifah dan UEP (Usaha Ekonomi Produktif).

Panti Asuhan Ibrahim, anak asuhnya sebanyak 30 orang. Mereka berasal dari wilayah Kapur IX, Kabupaten Pasaman, Halaban, Palembang, dan Kecamatan Mungka. Usianya belasan dari 12 hingga 18 tahun.

Panti Asuhan Payat Ibrahim mulai berdiri tahun 2004. Saat itu jumlah anak asuhnya sebanyak 16 orang. Pada masa tersebut gedungnya masih menumpang di MTs. Berikutnya tahun 2014 berdirilah bangunan panti asuhan permanen dengan ukuran 16 x 8 meter. Meskipun minim bantuan pemerintah, namun manajemen senantiasa bisa menutupi biaya operasional, melalui bantuan donatur tetap dan donatur tidak tetap.

Kegiatan TPQ, seperti biasanya menjadi ajang bagi anak panti asuhan dalam mempelajari alquran. Sedangkan majelis taklim di samping memiliki kegiatan pengajian juga ada kegiatan program sosial membantu sembako bagi masyarakat keluarga tidak mampu dengan 'kacio' atau celengan.

Sedangkan program Annazifah ditujukan untuk membantu masyarakat yang terlilit utang atau yang ingin membuka usaha atau bantuan modal, dengan konsep pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan. Modal Annazifah berasal dari infak atau wakaf dari kaum muslimin. Kini setelah 2 tahun, jumlah modalnya Rp15 juta. Sedangkan jumlah pemimjam 38 orang. Jumlah pinjaman tertinggi saat ini Rp3,5 juta.

"Tujuan lahirnya Annazifah untuk membantu masyarakat dari jeratan utang dengan rentenir. Alhamdulillah keberadaannya mendapat apresiasi, karena tidak berbunga dan juga tanpa jaminan," kata Hj. Wirdati.

Yayasan Ibrahim juga memiliki UEP yang menjadi salah satu penopang pembiayaan operasional Panti Asuhan. Ada enam program UEP, yakni pembuatan pupuk kompos, ternak sapi, penangkaran burung murai batu, produksi sayur hidroponik, pembibitan durian atau buah lainnya dan pengelolaan sawah.

Produksi pupuk kompos rata-rata 5 ton perbulan. Harganya Rp1.250 per kg. Sudah dilakukan delapan kali pembuatan pupuk kompos. Produksi pupuk kompos UEP Panti Asuhan Ibrahim diminati para petani, sehingga selalu terjual habis.

"Berapa pun produksi kita selalu terjual habis. Jumlah produksi sangat bergantung dengan jumlah ketersediaan bahan baku, yakni kotoran sapi, kotoran ayam, kulit coklat, abu sekam, delomit dan lainnya," kata H. W. Dt. Marajo Pobo menjelaskan.

Sedangkan penangkaran atau pembibitan burung murai batu juga sudah mulai dilangsungkan. Jumlah induknya sebanyak 10 pasang. Yang dijual nantinya adalah anak burung murai batu. Harga pasar burung murai batu yang baru lahir atau usia satu minggu saja berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta.

Yang pakar soal penangkaran burung murai batu ini dan juga produksi sayur hidroponik serta pembibitan durian unggul Beni, menantu H.W. Dt. Marajo Pobo -- Hj. Wirdati. Beni dan istrinya kini telah diberikan kepercayaan untuk membantu mengelola Yayasan dan Panti Asuhan Ibrahim ke depan. (erz)