2 Santri Ponpes Maarif Assaadiyah Ikuti Kongres IPNU di Jakarta

oleh -630 klik
Dua santri Ponpes Maarif Assaadiyah yang ikut dalam Kongres IPNU di Jakarta, yakni Dicko Yosti Putra dan Rakel Saputra. Mereka masing-masing Ketua dan Sekretaris PC IPNU Kabupaten Limapuluh Kota. Keduanya dilepas secara resmi oleh Pimpinan Ponpes Maarif Assaadiyah, Buya H. Sudirman Syair, Kamis (11/08/2022) di ponpes  menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan dengan pesawat ke Jakarta. IST
Dua santri Ponpes Maarif Assaadiyah yang ikut dalam Kongres IPNU di Jakarta, yakni Dicko Yosti Putra dan Rakel Saputra. Mereka masing-masing Ketua dan Sekretaris PC IPNU Kabupaten Limapuluh Kota. Keduanya dilepas secara resmi oleh Pimpinan Ponpes Maarif Assaadiyah, Buya H. Sudirman Syair, Kamis (11/08/2022) di ponpes menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan dengan pesawat ke Jakarta. IST

JERNIHNEWS.COM-Ponpes Maarif Assaadiyah Batu Nan Limo, Nagari Koto Tangah Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota terus memberikan perhatian besar kepada santrinya. Hal itu mencakup pada program kurikuler dan esktra kurikuler, termasuk organisasi intra dan ekstra sekolah. Ini dibuktikan dengan keikutsertaan dua santrinya pada Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat-Senin (12-12 Agustus 2022) .

Dua santri Ponpes Maarif Assaadiyah yang ikut dalam Kongres IPNU itu, yakni Dicko Yosti Putra dan Rakel Saputra. Mereka masing-masing menjabat sebagai Ketua dan Sekretaris PC IPNU Kabupaten Limapuluh Kota. Mereka dilepas secara resmi oleh Pimpinan Ponpes Maarif Assaadiyah, Buya H. Sudirman Syair, Kamis (11/08/2022) di ponpes menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan dengan pesawat ke Jakarta.

Buya Sudirman Syair yang juga merupakan Rais Syuriah PC NU Kabupaten Limapuluh Kota mengatakan keikutsertaan dua santrinya pada Kongres IPNU di Jakarta sebagai bukti komitmen Ponpes Maarif Assaadiyah memperhatikan pembinaan santri pada berbagai bidang. Termasuk dalam organisasi siswa intra dan ekstra sekolah.

"Kemampuan berorganisasi penting dimiliki oleh para siswa. Karena mereka adalah calon pemimpin di masa depan. Mereka dari sejak dini mesti diajarkan, dilatih dan dibina agar kelak siap menjadi memimpin. Kemampuan memimpin tidak datang dengan sendirinya. Tapi mesti melalui proses dan tahapan belajar dan terjun langsung menjadi pemimpin di dalam berbagai organisasi," kata Buya Sudirman Syair.

Buya Sudirman Syair mengharapkan kedua santri Ponpes Maarif Assaadiyah itu dapat mengikuti Kongres IPNU dengan sebaik-baiknya. Mereka mesti menjaga nama baik ponpes dan juga PC NU Kabupaten Limapuluh Kota. Keduanya juga diminta berperan aktif dalam Kongres IPNU, sehingga dapat pula bergabung di kepengurusan PP IPNU. "Ini penting untuk menambah jam terbang mereka berorganisasi dan memperluas jaringan IPNU Limapuluh Kota sehingga bisa lebih maju," kata Buya Sudirman Syair menandaskan. (erz)