Perantau Kec. Bukit Barisan se-Jabodetabek Silaturahmi dengan Bupati 50 Kota

oleh -230 klik
Keluarga Besar Perantau Kecamatan Bukik Barisan (KBPB) Kab. Limapuluh Kota se-Jabodetabek bersilahturahmi dan diskusi dengan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, Ahad (31/7/2022) di Balai Pertemuan Yayasan Daarul Aitam, Tanah Abang, Jakarta. IST
Keluarga Besar Perantau Kecamatan Bukik Barisan (KBPB) Kab. Limapuluh Kota se-Jabodetabek bersilahturahmi dan diskusi dengan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, Ahad (31/7/2022) di Balai Pertemuan Yayasan Daarul Aitam, Tanah Abang, Jakarta. IST

JERNIHNEWS.COM- Keluarga Besar Perantau Kecamatan Bukik Barisan (KBPB) Kabupaten Limapuluh Kota se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) menggelar kegiatan forum silahturahmi dan diskusi dengan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, Ahad (31/7/2022) di Balai Pertemuan Yayasan Daarul Aitam, Tanah Abang, Jakarta.

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Kabupaten Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, Ketua TP-PKK Limapuluh Kota Nevi Safaruddin, Kadisparpora Desri, Kadis Tanhortbun Witra Porsepwandi, Kadis Peternakan dan Keswan Devi Kusmira, Kadis Koperasi Perdagangan dan UMKM Ayu Mitria, Sekretaris Dewan Dedi Permana, Kadiskominfo Eki H. Purnama, Sekretaris Dikbud Win Harri Eldi dan Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Sukri Anda, Ketua Fraksi Golkar DPRD Limapuluh Kota Doni Ikhlas, dan ratusan perantau dari Kecamatan Bukik Barisan, Suliki serta Kecamatan Gunuang Omeh.

Ketua Panitia Pelaksana Faisal Dt. Sati Nan Batuah mengatakan, pertemuan yang dihelat bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1443 Hijriah itu sudah lama dinantikan. Apalagi katanya, para perantau yang tergabung dalam KBPB se-Jabodetabek ini telah lama ingin bersilahturahmi dengan Bupati Safaruddin.

Ia berharap selain sebagai ajang silahturahmi, pertemuan warga Limapuluh Kota yang merantau di Pulau Jawa itu dengan Bupati Safaruddin bisa jadi wahana menggali potensi dan solusi bagi masyarakat perantauan dan di kampung halaman (Limapuluh Kota).

"Diharapkan hasilnya bisa menjadi solusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga kita merasa terhormat sekali Bapak Bupati hadir langsung hari ini," kata Faisal.

"Kita juga berharap, sinergitas antara perantau dengan Pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota dapat mewujudkan visi dan misi pemerintahan yang dipimpin Bapak Bupati Safaruddin dalam membangun daerah," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Safaruddin menegaskan komitmennya untuk membangun Kabupaten Limapuluh Kota dari wilayah pinggiran. Ia optimis program tersebut akan mampu membangkitkan potensi daerah karena memiliki dampak berganda (multiplier effect) bagi daerah.

"Program ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, memutus keterisoliran, sekaligus peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM). Untuk itu, kita minta dukungan penuh seluruh elemen masyarakat terlebih warga Limapuluh Kota yang di perantauan," ungkapnya.

Dikatakan, saat ini program pembangunan dari wilayah pinggiran sudah mulai dijalankan Pemkab Limapuluh Kota, terutama peningkatan infrastruktur jalan yang telah lama dirindukan oleh masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati merujuk Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX. Sebelumnya, prasarana jalan di nagari itu bertahun-tahun belum terjamah secara signifikan, pada tahun 2022 digelontorkan perbaikan Rp9 miliar.

"Dari hasil kunjungan kerja ke Nagari Galugua baru-baru ini bersama Bapak Gubernur Sumatera Barat, bakal dilalokasikan Rp15 miliar pada 2023, ditambah Rp2 miliar yang bersumber dari dana kabupaten untuk Jorong Tanjung Jajaran, masih di Nagari Galugua," sebut Safaruddin.

Selain itu kata Bupati untuk Kecamatan Bukik Barisan dan Kecamatan Gunuang Omeh telah digelontorkan juga dana senilai Rp15,5 miliar bersumber dari DAK Reguler untuk peningkatan kualitas jalan dan jembatan Tanjuang Bungo-Baruah Gunuang-Simpang Sungai Dodok. Sementara, senilai Rp1,15 miliar dimanfaatkan untuk ruas jalang Simpang Mangkirai-Mangkirai.

"Perhatian untuk peningkatan infrastruktur akan terus ditingkatkan, karena bagian dari misi daerah yang akan kita capai selama lima tahun ke depan," ungkapnya.

Safaruddin berharap, dengan meningkatnya kualitas infrastruktur akan terbuka pula peluang untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia di Limapuluh Kota. Ia juga menegaskan bahwa makna membangun dari pinggiran tidak semata wilayah terisolir dan berbatasan langsung dengan provinsi atau kabupaten tetangga, tetapi termasuk pula wilayah-wilayah yang berbatasan dengan Kota Payakumbuh.

"Hal ini untuk mengejar ketertinggalan sarana dan prasarana dasar, infrastuktur, arus produk dan jasa dengan Kota Payakumbuh," tuturnya.

Bupati Safaruddin juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para perantau eks Kewedanaan Suliki (Bukik Barisan, Suliki dan Gunuang Omeh) yang tetap peduli dengan pembangunan di Limapuluh Kota. (syn/r)