Jemaah Haji Tamu Terhormat

oleh -225 klik
H. Mulyadi Muslim, Lc, MA bersama petugas haji dan jemaah haji asal Sumbar lainnya bersiap menikmati nasi mandhi khas Saudi Arabia, sumbangan dari donatur untuk jemaah haji. IST
H. Mulyadi Muslim, Lc, MA bersama petugas haji dan jemaah haji asal Sumbar lainnya bersiap menikmati nasi mandhi khas Saudi Arabia, sumbangan dari donatur untuk jemaah haji. IST

Oleh: H. Mulyadi Muslim, Lc, MA Dt Said Marajo

Jemaah haji makan bersama. IST
Jemaah haji makan bersama. IST

Membandingkan pelayanan yang didapatkan oleh jemaah haji tahun ini dengan sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu, sungguh tidak sebanding. Dengan tiga tahun yang lalu saja sungguh jauh berbeda. Jemaah haji selaku tamu Allah betul-betul merasakan pelayanan terbaik dari Panitia Arab Saudi/Maktab, ataupun petugas haji Indonesia.

Sejak dari keberangkatan dari embarkasi, jemaah haji disambut, dilepas dan diantar oleh pejabat daerah hingga ke pintu pesawat. Selama delapan jam berada pesawat, jemaah haji mendapatkan servis excellence dari pramugari. Makanan dan minuman dihidangkan, kebutuhan ke kamar mandi dipandu langsung oleh pramugari, sehingga tidak perlu jemaah haji membawa tanah untuk kebutuhan tayammum.

Sesampai di Bandara Jeddah ataupun Madinah, sudah ada petugas bandara yang bisa berbahasa Indonesia untuk mengarahkan jemaah hajimenuju lantai dasar untuk urusan keimigrasian. Di luar bandara petugas haji Indonesia juga stanby untuk menuntun jemaah hajimenuju ruang tunggu untuk istirahat sejenak, urusan ke toilet dan pemasangan kain ihram, memasang niat serta shalat sunat ihram.

Setelah itu jemaah hajidipandu menuju bus yang telah disiapkan untuk menuju hotel, dan kamar hotel pun juga sudah ditetapkan anggotanya. Dalam perjalanan menuju hotel sekitar satu jam paling lama, juga disediakan makan dan minum. Begitu rapi dan teroganisirnya kerja petugas, praktis tidak ada satupun jemaah haji yang tersasar di bandara atau tertinggal oleh bus, karena ketua kloter, pembimbing ibadah, ketua rombongan serta ketua regu juga berfungsi dalam memastikan kelengkapan anggota rombongan.

Pelayanan di hotel, Arafah, Muzdalifah dan Mina,makan tiga kali, buah lebih dari cukup, kopi, teh dan gula juga tersedia. Handuk, sikat gigi, makanan yang dibawa dari tanah air tidak terpakai sama sekali. Begitu juga obat -obatan, dokter dan perawat stanby 24 jam.

Khusus di tanggal 10 dan sampai berakhirnya hari tasyrik juga tidak terhitung para muhsinin yang berbagi makanan, kue, buah-buahan dan air minum. Maka wajar, jemaah hajiyang bisa menyesuaikan selera dan nafsu makannya dengan menu katering, dia akan kembali ke tanah air dengan berat badan yang bertambah, karena menu yang disiapkan setiap hari lauknya tidak lepas dari daging, ayam, ikan dengan variannya dengan porsi dua kali lipat ukuran di tanah air. Apalagi jika sesekali menikmati kulinernya saudi, nasi briyani atau mandhi dengan porsi ala Saudi. Kita yakin pemerintah Saudi ataupun Indonesia akan terus memberikan pelayanan terbaik dari waktu ke waktu untuk jemaah haji, selaku tamu Allah.

Mobil antar jemput dari hotel ke Masjidil Haram juga tersedia, per 10 menit, datang silih berganti. Jika ada jemaah hajiyang ragu atau tersasar di sekitar Masjidil Haram, maka cukup dengan mencari petugas asal Indonesia yang memakai kostum jaket hitam dasar putih, melaporkan kondisi yang terjadi, maka dengan senang hati mereka akan memberikan petunjuk atau mengantar jemaah ke hotel. (*)