Wamentan Apresiasi Bupati Kab. 50 Kota

oleh -525 klik
Wamentan RI Harvick Hasnul Qolbi dan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo saling berganti cendramata dalam kunjungan Bupati ke Kantor Kementan RI. Wamentan RI Harvick Hasnul Qolbi mengapresiasi langkah Bupati Safaruddin yang mendorong peningkatan kontribusi sektor pertanian di Limapuluh Kota. IST
Wamentan RI Harvick Hasnul Qolbi dan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo saling berganti cendramata dalam kunjungan Bupati ke Kantor Kementan RI. Wamentan RI Harvick Hasnul Qolbi mengapresiasi langkah Bupati Safaruddin yang mendorong peningkatan kontribusi sektor pertanian di Limapuluh Kota. IST

JERNIHNEWS.COM-Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Harvick Hasnul Qolbi mengapresiasi langkah konkret Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dalam upaya meningkatkan kontribusi sektor pertanian di Limapuluh Kota.

Apresiasi itu disampaikan Wamentan Harvick setelah mendengar penjelasan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin ketika melakukan pertemuan di ruang kerja Wamentan, Gedung Kementerian Pertanian, Rangunan, Jakarta, Rabu (29/06/2022). Informasi ini dikutip dari penjelasan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Limapuluh Kota Witra Porsepwandi.

Witra mengatakan, setelah mendengar penjelasan Bupati, Wamentan menaruh atensi besar pada Pemkab Limapuluh Kota agar memberikan perhatian pada peningkatan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang berdampak kepada penurunan tingkat produksi jeruk siam di sentra-sentra penghasil Jeruk Siam Gunuang Omeh (Jesigo) di Limapuluh Kota.

"Wamentan juga memberikan perhatian terhadap telah terealisasinya pemanfaatan lahan tertinggal atau tidur untuk penanaman jagung dari rencana pembukaan lahan jagung seluas 20.000 hektare, guna menjamin pasokan jagung untuk bahan baku pakan ayam petelur maupun pedaging di Limapuluh Kota," sebutnya .

Bupati Safaruddin menguraikan langkah-langkah pengendalian OPT jeruk Jesigo kepada Wamentan, pada kesempatan itu Bupati menyebut berbagai langkah dilakukan Pemkab Limapuluh Kota seperti pembentukan Satuan Tugas Pengendalian Penyakit Tanaman dan kerja sama pelaksanaan Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT dengan Balai PTPH Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Sementara itu kata Witra, terkait penanaman jagung di lahan tertinggal, Bupati juga melaporkan bahwa telah tersedia lahan 1.000 hektar di Kecamatan Kapur IX dengan target akan berkembang menjadi 5.000 hektar pada tahun 2022.

Di hadapan Wamentan, Bupati Safaruddin juga melaporkan kondisi terkini antisipasi penyakit kuku dan mulut (PMK) pada hewan ternak sapi di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota. Kata Bupati, Limapuluh Kota telah menerapkan standar operasional prosedur pengendalian PMK Kementan, seperti monitoring lalu lintas ternak, sosialisasi pengendalian, vaksinasi serta penutupan sementara pasar ternak. Termasuk kerja sama pengendalian PMK dengan UPT Kementan BPTU-HPT Padang Mengatas.

"Penjelasan serta laporan Bapak Bupati tentang kondisi terkini pertanian dan peternakan di Kabupaten Limapuluh Kota, disimak secara seksama oleh Wamentan. Mendukung penjelasannya serta kebutuhan pertanian Limapuluh Kota, Bapak Bupati juga menyerahkan proposal dan Wamentan nantinya akan membahasnya bersama direktorat jendral terkait," ungkap Kadistanhortbun Witra.

Bupati Safaruddin juga menyampaikan terkait kebutuhan Limapuluh Kota dalam meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian dan peternakan, sekaligus perlindungan tanaman. Di antaranya, penambahan alokasi pupuk bersubsidi, bantuan benih unggul jagung, tambahan alat-alat mesin pertanian, kebutuhan bahan dan sarana pengendalian hama dan penyakit tanaman serta ternak.

Beberapa waktu lalu Kadistanhortbun Witra mengungkapkan, bahwa penyakit tanaman yang menyebabkan penurunan produksi jeruk Jesigo didominasi oleh serangan OPT lalat buah. Data menunjukkan terjadi penurunan produksi dan produktivitas jeruk Jesigo, pada tahun 2018 produksi berjumlah 45.077 ton turun menjadi 39.590 pada tahun 2019. Begitu juga pada 2021 kembali turun menjadi 38.368.4 ton.

"Merespon penurunan ini, pihak Distanhortbun telah membentuk Tim Penanggulangan Penyakit Tanaman, menggandeng UPTD BPTPH Provinsi Sumbar, serta merekrut petani-petani pakar serta tenaga ahli penyakit tanaman dari pensiunan petugas pertanian" katanya.

"Semua langkah untuk mendukung pengendalian lalat buah kita kombinasikan bekerjasama dengan Wali Nagari dan kelompok-kelompok tani, tujuan agar serangan lalat buah berada di bawah ambang ekonomis dan tidak menurunkan produksi," ujar Witra menambahkan.

Pada kesempatan kunker langsung Bupati Safaruddin ke Kementan tersebut, selain Kadistanhortbun Witra Porsepwandi, juga ikut mendampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Devi Kusmira. Pertemuam tersebut berlangsung akrab dan hangat. (syn/r)