Sinyal Kuat Jokowi Berperan di KIB

oleh -471 klik
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang diangkat Presiden Jokowi menjadi Memperindag RI, Rabu (15/06/2022). NET
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang diangkat Presiden Jokowi menjadi Memperindag RI, Rabu (15/06/2022). NET

JERNIHNEWS.COM- Masuknya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) ke kabinet Jokowi semakin menguatkan bahwa Presiden Joko Widodopunya hubungan dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

KIB merupakan koalisi yang dibuat Golkar, PPP dan PAN. Ketika Zulhas masuk kabinet, maka semua ketua umum partai anggota KIB sudah berada langsung di bawah Presiden Jokowi.

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan Jokowi jadi semakin mudah melakukan konsolidasi politik terutama berkaitan dengan Pilpres 2024 ketika Zulhas bergabung ke kabinet.

"Jadi wajar kalau semakin menebalkan bahwa ini partai-partai yang ketua umumnya jadi menteri sangat mungkin dikonsolidasikan oleh Presiden untuk 2024," kata Adi sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.

"Presiden bisa ngomong apa saja kepada menteri yang saat ini jadi ketum. Betapa kita bisa bayangkan beberapa waktu lalu, di mana ketika ketum partai politik sama nada bicara soal penundaan pemilu 2024, apalagi kalau udah di dalam seperti PAN," imbuh dia.

Adi menduga KIB akan mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurutnya, itu sangat mungkin terjadi karena hubungan Jokowi renggang dengan PDIP yang enggan mengusung Ganjar.

"KIB sendiri partai-partai di dalamnya masih memasukkan nama Ganjar sebagai nominator Capres 2024. Sekalipun belum ada sikap resmi, PAN dan PPP seringkali masih sebut nama Ganjar ataupun Anies untuk 2024," kata dia.

Dihubungi terpisah, pengamat politik Universitas Andalas Asrinaldi berpendapat serupa. Meski bukan petinggi partai, Jokowi, kata dia, bisa menjadi king maker pada 2024 mendatang.

Dia menganggap Jokowi jadi punya peran penting di KIB karena ketua umum Golkar, PPP dan PAN merupakan anggota Kabinet Indonesia Maju.

"Faktanya Pak Jokowi memang king maker walaupun dia bukan pemimpin partai di PDIP, tapi pengaruh dan pendukung yang signifikan membuat posisi dia patut diperhitungkan," kata Asrinaldi.

Asrinaldi juga menduga masuknya sejumlah tokoh partai non-parlemen pada reshuffle kali ini juga bertujuan untuk konsolidasi kekuatan di 2024 terhadap capres-cawapres yang didukung Jokowi.

Diketahui Sekretaris Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni juga dilantik sebagai Wakil Menteri ATR/BPN. Lalu ada Sekjen PBB Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker).

Meski tak punya kursi di parlemen, menurutnya dua partai itu tetap memiliki basis pendukung.

"Barangkali itu juga menjadi sebagai kekuatan untuk memobilisasi dukungan kepada calon yang diinginkan di 2024. Karena masing-masing partai punya segmen pemilihnya. PSI dengan milenial, PBB dengan kelompok islam tradisional," katanya.(yoa/bmw/pr)