Banyak Keunggulan, Panti Asuhan Ibrahim Wakili Kab. 50 Kota Lomba Tingkat Provinsi

oleh -599 klik
Anak asuh Panti Asuhan Ibrahim, Nagari Situjuah Batur, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota,  Ahad   (05/06/2022) di aula panti itu. Panti Asuhan ini menjadi wakil Kabupaten Limapuluh Kota dalam lomba tingkat Sumbar. ERZ
Anak asuh Panti Asuhan Ibrahim, Nagari Situjuah Batur, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Ahad (05/06/2022) di aula panti itu. Panti Asuhan ini menjadi wakil Kabupaten Limapuluh Kota dalam lomba tingkat Sumbar. ERZ

JERNIHNEWS.COM- Kabar menggembirakan datang dari Panti Asuhan Ibrahim, Nagari Situjuah Batur, Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Panti asuhan itu mewakili Kabupaten 50 Kota untuk penilaian tingkat Provinsi Sumbar tahun 2022. Panti Asuhan yang dipimpin Hj. Wirdati dan berada di bawah Yayasan Ibrahim tersebut memiliki banyak keunggulan, di antaranya punya Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

H. W. Dt. Marajo Pobo di tempat pembuatan pupuk kompos. Ini salah satu Usaha Ekonomi Produktif (UEP) penopang biaya operasional Panti Asuhan Ibrahim. ERZ
H. W. Dt. Marajo Pobo di tempat pembuatan pupuk kompos. Ini salah satu Usaha Ekonomi Produktif (UEP) penopang biaya operasional Panti Asuhan Ibrahim. ERZ

"Alhamdulillah Panti Asuhan Anak Yatim dan Terlantar (Payat) Ibrahim masuk dalam nominasi panti asuhan terbaik di tingkat Sumbar mewakili Kabupaten Limapuluh Kota. Insyaalllah, Selasa (07/06/2022) Tim Penilai dari Provinsi Sumbar yang dimotori Dinas Sosial Sumbar akan berkunjung ke panti ini untuk melakukan penilaian," kata Hj. Wirdati yang juga didampingi H.W. Dt. Marajo Pobo, Ketua Yayasan Ibrahim.

H. W. Dt. Marajo Pobo Ketua Yayasan Ibrahim dan istrinya, Hj. Wirdati pimpinan Panti Asuhan Ibrahim. ERZ
H. W. Dt. Marajo Pobo Ketua Yayasan Ibrahim dan istrinya, Hj. Wirdati pimpinan Panti Asuhan Ibrahim. ERZ

Jatuhnya pilihan tim penilai kepada Panti Asuhan Ibrahim dalam lomba tingkat provinsi, karena memiliki berbagai keunggulan yang tidak dimiliki panti asuhan lainnya. Ada empat kegiatan yang dilaksanakan Panti Asuhan Ibrahim, yakni; TPQ, Majelis Taklim, Annazifah dan UEP.

Kegiatan TPQ, seperti biasanya menjadi ajang bagi anak panti asuhan dalam mempelajari alquran, termasuk hafiz atau menghafal Alquran, belajar pidato dan khatib Jumat. Sedangkan majelis taklim di samping memiliki kegiatan pengajian bagi orang dewasa juga ada kegiatan program sosial membantu sembako bagi masyarakat dari keluarga tidak mampu dengan dana sumbangan 'kacio' atau celengan.

H. W. Dt. Marajo Pobo menunjukkan penangkaran burung murai batu, salah satu UEP untuk menunjang biaya operasional  panti asuhan. ERZ
H. W. Dt. Marajo Pobo menunjukkan penangkaran burung murai batu, salah satu UEP untuk menunjang biaya operasional panti asuhan. ERZ

Sedangkan lembaga keuangan Annazifah ditujukan untuk membantu masyarakat yang terlilit utang atau yang ingin membuka usaha atau bantuan modal, dengan konsep pinjaman tanpa bunga dan tanpa jaminan. Modal Lembaga Keuangan Annazifah berasal dari infak atau wakaf dari kaum muslimin. Kini setelah 2 tahun jumlah modalnya sebanyak Rp15 juta. Sedangkan jumlah peminjam sebanyak 38 orang. Jumlah pinjaman tertinggi saat ini Rp3,5 juta.

Media tanam sayur hidroponik sebagai salah satu UEP panti asuhan. ERZ
Media tanam sayur hidroponik sebagai salah satu UEP panti asuhan. ERZ

"Tujuan lahirnya Annazifah untuk membantu masyarakat dari jeratan utang dengan rentenir. Alhamdulillah keberadaannya mendapat apresiasi, karena tidak berbunga dan juga tanpa jaminan," kata Hj. Wirdati.

Berikutnya, Panti Asuhan Ibrahim juga memiliki UEP yang menjadi salah satu penopang pembiayaan operasional panti dengan jumlah anak asuh sebanyak 30 orang itu. H. W Dt. Marajo Pobo yang merupakan suami dari Hj. Wirdati memaparkan saat ini ada beberapa program UEP, yakni pembuatan pupuk kompos, ternak sapi, penangkaran burung murai batu, produksi sayur hidroponik dan pembibitan batang durian.

Produksi pupuk kompos rata-rata 5 ton perbulan. Harganya Rp1.250 per kg. Ada karungnya yang berisi 10 kg dan ada juga yang berisi40 Kg. Sudah dilakukan delapan kali pembuatan pupuk kompos. Produksi pupuk kompos UEP Panti Asuhan Ibrahim diminati para petani, sehingga selalu terjual habis. Bahkan juga ada pihak Dinas Pertanian yang memborong sampai 3 ton. Produksi pernah juga 8 ton sebulan dan tetap habis terjual.

"Berapa pun produksi kita selalu terjual habis. Jumlah produksi sangat bergantung dengan jumlah ketersediaan bahan baku, yakni kotoran sapi, kotoran ayam, kulit coklat, abu sekam, delomit dan lainnya," kata H. W. Dt. Marajo Pobo menjelaskan.

Sedangkan penangkaran atau pembibitan burung murai batu juga sudah mulai dilangsungkan. Jumlah induknya sebanyak 10 pasang. Yang dijual nantinya adalah anak burung murai batu. Harga pasar burung murai batu yang baru lahir atau usia satu minggu saja berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta. Sedangkan kalau yang sudah bagus kicaunya harga bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.

"Yang pakar soal penangkaran burung murai batu ini dan juga produksi sayur hidroponik serta pembibitan durian unggul ini adalah menantu saya Beni," kata H.W. Dt. Marajo Pobo, yang merupakan pensiunan ASN Pemkab Limapuluh Kota dan dulunya bertugas sebagai Sekretaris Nagari Situjuah Batur.

"Sepertinya, yang membuat tim penilai tertarik, karena kita juga punya Usaha Ekonomi Produktif atau UEP dan juga ada lembaga Nazifah," kata Dt. Marajo Pobo yang juga diamini oleh Hj. Wirdati, pensiunan guru SMP Situjuah.

Kini jumlah anak asuh di Panti Asuhan Ibrahim Situjuah Batur sebanyak 30 orang. 22 perempuan dan 8 laki-laki. Mereka berasal dari wilayah Kapur IX, Kabupaten Pasaman, Halaban, Palembang, dan Kecamatan Mungka. Usianya belasan dari 12 hingga 18 tahun.

Panti Asuhan Payat Ibrahim mulai berdiri tahun 2007. Saat itu jumlah anak asuhnya sebanyak 16 orang. Pada masa tersebut gedungnya masih menumpang di MTs. Berikutnya Tahun 2014 berdirilah bangunan panti asuhan permanen dengan ukuran 16 x 8 meter. Meskipun minim bantuan pemerintah, namun manajemen senantiasa bisa menutupi biaya operasional, melalui bantuan donatur tetap dan donatur tidak tetap.

"Mohon doanya semoga hasilnya menjadi yang terbaik," kata Wirdati sembari mengatakan sejak mendirikan Panti Asuhan Ibrahim, banyak kemudahan yang dia peroleh dalam kehidupan, mulai dari proses menunaikan ibadah haji bersama suaminya tahun 2007, proses pendidikan anak-anaknya hingga dalam hal-hal lainnya. (erz)