Silaturahmi DPRD, Pemprov Sumbar, dan Perantau Minang: Soal Tol Jadi Sorotan

oleh -387 klik
Ketua DPRD Sumbar Supardi dan Gubernur Mahyeldi menyampaikan sambutan sekaligus ulasan tentang progres pembangunan Sumbar terutama dalam tiga tahun terakhir dalam silaturahmi bersama perantau, di Hotel Balairung, DKI Jakarta, (24/05/2022) yang dilaksanakan DPRD Sumbar. IST
Ketua DPRD Sumbar Supardi dan Gubernur Mahyeldi menyampaikan sambutan sekaligus ulasan tentang progres pembangunan Sumbar terutama dalam tiga tahun terakhir dalam silaturahmi bersama perantau, di Hotel Balairung, DKI Jakarta, (24/05/2022) yang dilaksanakan DPRD Sumbar. IST

JERNIHNEWS.COM-Sejumlah tokoh Sumbar dan masyarakat Minang di rantau hadir bersama Ketua DPRD Sumbar Supardi dan Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam silaturahmi di Hotel Balairung, DKI Jakarta, (24/05/2022) yang dilaksanakan DPRD Sumbar. Silaturahmi yang hangat itu juga diisi dengan ulasan pembangunan di Sumbar dan diskusi. Soal tol Sumbar yang lamban, menjadi sorotan utama.

Mantan Gubernur Sumbar dan Mendagri RI, Gamawan Fauzi turut hadir dan memberikan masukan. IST
Mantan Gubernur Sumbar dan Mendagri RI, Gamawan Fauzi turut hadir dan memberikan masukan. IST

Di antara tokoh perantau asal Sumbar tersebut, tampak hadir Mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Mantan Kapolda Sumbar Dasrul Lamsudin, Ketua LKAAM Fauzi Bahar, jurnalis senior Basril Djabar, pimpinan dan tenaga ahli DPRD, Kepala-kelapa OPD Pemprov Sumbar, serta tokoh-tokoh asal Sumbar lainnya.

Pada kesempatan itu diulas secara komprehensif progres pembangunan di Sumbar , terutama dalam tiga tahun terakhir, mulai dari sektor ekonomi, perbankan, pendidikan, kemasyarakatan, hukum, pariwisata, hingga infrastruktur.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengapresiasi inisiatif DPRD menggelar forum silaturahmi yang mengulas pembangunan Sumbar tersebut.

"Pemprov Sumbar selalu terbuka terhadap kritikan, karena kritik merupakan bukti rasa cinta terhadap Sumbar. Namun, harapan kita tentu setelah kritikan ada solusi yang ditawarkan," ujar Gubernur.

Terkait persoalan tol Padang-Pekanbaru, Gubernur menjelaskan pembebasan lahan ruas Padang-Sicincin hingga saat ini sudah lebih dari 60% dan prosesnya terus berjalan. Selain itu, ia juga menerangkan capaian realisasi indikator kinerja Pemprov Sumbar dalam dua tahun terakhir.

Diantaranya indeks pembangunan manusia, gini ratio, pengentasan kemiskinan dan penurunan penganguran berkinerja cukup baik di atas rata-rata nasional.

Meski demikian, tidak dapat dipungkiri walau ekonomi paska Covid-19 pada tahun 2021 tumbuh 3.29%, melebihi target sebesar 3.24%, pertumbuhan tersebut masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional di angka 3.69%. Pun demikian dengan tol Padang-Pekanbaru yang pembangunannya membutuhkan percepatan.

Terkait dengan itu, Ketua DPRD Supardi mengatakan persoalan jalan tol tersebut harus diluruskan agar tidak timbul stigma bahwa pembangunan tol dan investasi di Sumbar terkendala tanah ulayat.

"Perlu diklarifikasi juga, dalam sejarah Sumbar belum ada pembangunan terhenti karena tanah ulayat, jangan sampai ada isu pembangunan dan investasi sulit masuk karena hal ini," kata Supardi.

Lebih lanjut Supardi berpandangan dalam tiga dekade ke belakang pertumbuhan di Sumatera Barat, baik dari segi ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur, belum cukup signifikan. Belum lagi diperparah dengan situasi Covid-19 sejak dua tahun silam, ia berpendapat pertumbuhan pembangunan di Sumbar saat ini belum berimbang jika dibandingkan dengan pukulan yang dialami berbagai sektor selama pandemi.

"Oleh karena itu, perlu kiranya kita meminta uluran tangan tokoh di rantau untuk ikut memberikan sumbangsih yang dapat menjadi solusi bagi Sumatera Barat ke depan," tutur Supardi.

Mendorong pertumbuhan pembangunan itu, Ia menjelaskan beberapa kebijakan telah diputuskan dalam RPJMD Sumatera Barat yang diejawantahkan dalam empat program unggulan (progul), yakni, Sumbar Sehat dan Cerdas, Sumbar Religus dan Berbudaya, Sumbar Sejahtera dan Sumbar Berkeadilan.

Ditambah kebijakan yang telah disepakati, seperti beasiswa bagi 1000 calon mahasiswa, alokasi 10% anggaran APBD untuk pertanian, dan menjadikan Sumbar destinasi wisata bertaraf internasional.

"Mewujudkan hal ini pemerintah butuh anggaran, kalau pendapatan hanya bertumpu pada pajak kendaraan saja tentu belum cukup untuk membangun Sumbar," pungkasnya.

Silaturahmi diakhiri dengan sesi diskusi yang diwarnai berbagai masukan dan saran dari Bachtiar Chamsyah, Gamawan Fauzi, Dasrul Lamsudin, Basril Djabar dan tokoh-tokoh masyarakat Sumbar lainnya yang turut hadir. Menutup pertemuan, kembali Gubernur, Buya Mahyeldi menyampaikan terimakasih atas saran yang ia terima.

"Saya berterimakasih atas masukan yang diberikan tokoh-tokoh hebat dari Sumbar, karena untuk membangun daerah kita memang perlu meningkatkan kolaborasi dan kerjasama dengan berbagai pihak. Pertemuan ini menjadi bukti kepedulian dan kecintaan terhadap Sumatera Barat, dan tentu juga menjadi catatan serta perhatian yang akan kami tindaklanjuti," kata Gubernur.

"Dalam waktu dekat kita juga akan bertemu anggota DPR RI, DPD RI, kita sudah menugaskan seluruh OPD untuk menjalin komunikasi dengan seluruh anggota DPR dan DPD yang berkaitan dengan Sumbar," katanya menandaskan. (mc/sb/pr/r)

Sumber: Diskominfotik Sumbar