Sukseskan Pilwanag Kubang, 2 Profesor Jadi Narasumber Diskusi Perantau

oleh -1685 klik
Diskusi mendukung kesuksesan pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari Kubang yang diikuti para perantau Nagari Kubang, Sabtu (21/05/2022) melalui zoom meeting. JNC
Diskusi mendukung kesuksesan pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari Kubang yang diikuti para perantau Nagari Kubang, Sabtu (21/05/2022) melalui zoom meeting. JNC

JERNIHNEWS.COM-Dukungan perantau Kubang untuk kesuksesan Pilwanag Kubang, Kab. Limapuluh Kota semakin kongkrit. Hal itu setidaknya disampaikan melalui diskusi zoom meeting. Pada diskusi kali kedua, Sabtu (21/05/2022), bahkan ada 2 profesor yang ikut serta. Mantan Rektor Unand Prof. Dr. Werry Taifur, MA yang kini menjabat sebagai Komisaris PT Semen Padang menjadi keynote Speaker dan Prof. Dr. Ratni Prima Lita, SE MM dosen Unand pendamping tenun Kubang dan anyaman taratak sebagai nara sumber.

Di antara peserta diskusi. IST
Di antara peserta diskusi. IST

Turut hadir Ketua Bamus Nagari Kubang Drs H. Jiswarmen dan moderatornya Benny Suveltra . Ikut juga dalam diskusi Benny Muchtar (mantan Walikota Payakumbuh/Sekdakab Dharmasraya), Dr. H. Elfi Sukaisih, MAB, MM, Alfian, Yon Erizon, Afdal Pitopang, Rahmi Tenun Kubang H. Ridwan, Firdaus, Erita Fithri, Shadiqa, Dedi, Zirwen Hazry, Akhyar, Desmiyati, Zul Fauzan, Wartinas. Yenhelfita, Yoga Hadiningrat, Ratna, Juita, Yulia Rahmi, Efni Yetti, Aiga Risweli, Ir. Hj. Esdelia, Dr. Emerady Catra, Even Rizal, Ismardi dan lainnya.

Diskusi ini juga mengundang 5 calon walinagari Kubang yang kini sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi ke masyarakat. Namun, karena sangat kasipnya jadwal dan persiapan diskusi dengan perantau, hanya satu calwanag yang bisa hadir, yakni Jamaris. Sebab calon yang lainnya juga telah menyusun agenda lain yang tidak bisa mereka tinggalkan. Lagi-lagi waktu yang tersedia sangat singkat sekali.

"Topik diskusi: Dukungan Pokok-pokok pikiran perantau dan warga kampuang dalam membangun nagari bersama calon Walinagari," tulis Benny Suveltra inisiator sekaligus host atau moderator diskusi dalam undangannya.

Diskusi melalui zoom meeting atau pun melalui WAG Info Pilwanag Kubang yang pesertanya didominasi oleh perantau dan juga sejumlah tokoh di Ranah Kubang bukan bertujuan untuk dukung mendukung salah satu calon tertentu. Tapi berisi pandangan dan masukan-masukan yang berguna di dalam membangun dan memajukan Kubang ke depan pada berbagai sektor. Pandangan masukan itu sangat penting menjadi salah satu acungan bagi wali nagari ke depan di dalam membangun dan memajukan Nagari Kubang.

Diskusi pagi tadi dibuka oleh host Benny Suveltra dan dilanjutkan pemaparan oleh pemantik diskusi alias keynotes speaker Prof. Dr. Werry Dharta Taifur, MA. Mantan Rektor Unand itu memaparkan sedikit kondisi Nagari Kubang sekarang dan tantangannya ke depan. Berikutnya harapan yang tertumpang kepada Wali Nagari Kubang yang baru ke depan.

Karena lumayan banyaknya problema Nagari Kubang yang harus diselesaikan, maka dibutuhkan pula seorang Wali Nagari yang terbaik dari semua yang baik. Masyarakat Kubang yang memiliki hak pilih mesti jeli di dalam pemilihan wali nagari yang dilaksanakan 25 Mei 2022 sehingga terpilih wali nagari yang terbaik. Menurut Werry, Wali Nagari juga mesti dapat bersinergi dengan perantau. Sebab perantau bisa berkontribusi dalam hal pemikiran, pendanaan, jaringan dan lain sebagainya.

Berikutnya, Prof. Dr. Ratni Prima Lita, SE MM dosen Unand pendamping Tenun Kubang dan Anyaman Taratak sebagai nara sumber mengelaborasi tentang potensi ekonomi masyarakat Kubang yang ada di ranah. Prof Ratni dengan sistematis menerangkan peluang-peluang, persoalan dan apa-apa yang telah dilakukan terhadap tenun Kubang dan anyaman mansiang Taratak.

"Anyaman mansiang Taratak harus berkualitas, memperhatikan kualitas dan permintaan konsumen atau selera pasar," sebutnya.

Sedangkan soal tenun Kubang yang tinggal sekarang hanya ada empat penenun. Untuk kemajuan tenun Kubang telah dilakukan studi banding ke tenun Halaban, Sawahlunto dan Pandai Sikek. Hanya saja tenun Kubang memiliki sesuatu yang khas, ukurannya paling besar.

"Di Halaban, Sawahlunto dan Pandai Sikek, banyak gadis-gadis kecil sudah bisa menenun. Sedangkan di Nagari Kubang ini tantangannya, anak perempuannya lebih memilih jadi pelayan tokok ketimbang menenun," ujar Ratmi, sembari mengatakan jika promosi dan pemasaran digencarkan jangan-jangan kemampuan produksinya tidak bisa melayani .

Sejak beberapa waktu belakangan tenun Kubang sudah didorong membuat produk yang premium, sehingga bisa membayar upah yang bersaing atau yang cukup kepada pekerja. "Sekarang tidak adalah lagi raga kain tenun Kubang yang Rp250 ribu. Paling murah Rp350 ribu hingga jutaan. Kita jadikan tenun Kubang menjadi heritage yang bernilai jual tinggi. Warisan budaya yang sudah melenggeda. Sekarang perlu regenerasi," sebutnya.

Ratmi juga memaparkan soal potensi pariwisata, seperti keindahan alam, sawah-sawah yang mempesona, olahraga terbang layang, kuliner martabak kubang. "Tapi sayangnya, ketika orang berkunjung ke Kubang, ternyata di Kubang sendiri tidak ada orang menjual martabak kubang," katanya menegaskan.

Statemen pamungkasnya, Ratmi mengatakan, "Seandainya masyarakat Nagari Kubang sadar akan potensinya, dan mereka bersatu, bersinergi, maka Kubang akan menjadi nagari yang luar biasa. "

Sedangkan Drs. H. Jiswarmen, Ketua Bamus Nagari Kubang mengatakan, Kubang tidak mungkin diharapkan membangun dan maju jika hanya mengandalkan dana anggaran nagari dari pemerintah yang hanya Rp1,8 miliar pertahun. Karena dana sebanyak itu Rp900 juta habis oleh dana rutin pembayar gaji dan honor. Sedangkan sisanya dibagi pula perjorong, sehingga yang benar-benar bisa digunakan untuk program pembangunan sangat sedikit sekali.

"Contohnya untuk tahun 2022 ini, dana nagari yang benar-benar bisa dimanfaatkan untuk pembangunan hanya Rp50 juta saja. Lalu, apa yang bisa dibangun dengan dana yang segitu," sebut pensiunan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh itu.

Menurut Jiswarmen, sangat terbatasnya kualitas layanan Kantor Wali Nagari Kubang, karena kondisi ruangan kantor yang sangat sempit, menumpang di Kantor Jorong Kubang. Sedangkan Kantor Wali Nagari Kubang, sudah 2 tahun terbengkalai. Pembangunan terhenti karena keterbatasan dana. Rencana biaya pembangunan Rp1,5 miliar, sementara dana yang tersedia sangat terbatas.

"Jika tidak ada bantuan perantau dan lainnya, entah kapan kantor Wali Nagari kita akan selesai," sebutnya.

Tentu terkadang masyarakat Nagari Kubang merasa malu jika kondisi Kantor Wali Nagari Kubang dibandingkan dengan Kantor Wali Nagari Tujuah Koto Talago, dan nagar-nagari lainnya yang kantor sangat bagus dan megah.

Pada bagian lain, Yon Erizon, mantan Pemred Haluan, mengatakan perubahan Nagari Kubang ke depan agar lebih maju, dimulai dari sektor pendidikan dan kuliner. Perlu dibangun sebuah sekolah yang maju, apakah MTs Mualimin yang akan didorong bersama untuk lebih maju atau didirikan sebuah lembaga pendidikan baru. Dengan dibangunnya sekolah atau lembaga pendidikan yang berkualitas, akan banyak perantau yang menyekolahkan anaknya ke kampung halaman, Nagari Kubang, sehingga rumah-rumah yang selama tinggal bisa dihuni kembali.

Keberadaan santri atau siswa sekolah itu juga bisa menjadi potensi ekonomi baru dan dapat menghidupkan Pakan Rabaa Nagari Kubang. Uang dikirim oleh orang tua siswa ke Kubang akan menggairahkan perekonomian Kubang.

Yon memberi contoh, pembangunan Kampus Unand dapat menjadi pemicu majunya Kecamatan Pauh dan daerah bagian Timur Kota Padang. Padahal dulunya kawasan Kecamatan Pauh merupakan daerah yang tertinggal dan sunyi.

Demikian pula, dibukanya Pondok Pesantren ICBS di Lembah Harau, menjadikan Harau kembali menjadi primadona pariwisata di Sumbar setelah sempat tertinggal oleh destinasi wisata lainnya di Sumbar. Hal itu disebabkan ratusan orang tua santri ICBS pada hari Sabtu dan Ahad, yang datang dari Riau, Sumut, Kepri, Jambi, Sumsel, Jakarta dan lainnya mengunjungi anaknya. Karena mereka datang selama dua hari dan harus bermalam, maka mereka menginap di kawasan Lembah Harau. Maka tumbuh suburlah home stay di kawasan Lembah Harau.

Begitu juga dengan kawasan Air Dingin Padang di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang yang dulu hanya dikenal sebagai lokasi tempat pembuangan sampah akhir (TPA), tapi sejak berdirinya Ponpes Arrisalah di kawasan itu, maka Air Dingin menjadi tampil beda. Daerah itu tumbuh menjadi daerah maju. Banyak perumahan, objek wisata, home stay, lokasi kemping, dan sektor-sektor lain yang dibangun di kawasan tersebut.

Seterusnya, kawasan By Pass dan Air Pacah yang dulu gagal dijadikan sebagai kawasan terminal baru Kota Padang, justru sejak 15 tahun belakangan tumbuh maju setelah dibukanya di kawasan itu Kampus Universitas Baiturrahmah dan Universitas Bung Hatta. Dan, kawasan Air Tawar Padang kembali ramai pasca gempa 2009, setelah kualitas kampus UNP atau eks IKIP dibenahi sehingga tumbuh pesat dan berkualitas.

"Artinya keberadaan sekolah atau lembaga pendidikan yang maju akan turut membawa kemajuan bagi sebuah daerah, baik sektor perekonomian, pariwisata dan lain sebagainya," sebut Yon.

Yon juga menyebut perlunya pelaku usaha Martabak Kubang di perantauan bersinergi dengan masyarakat di kampung halaman Kubang. Sinergi itu dalam hal pengadaan bahan baku, bumbu, pembuatan gerobak dan lainnya. Potensi sinergi itu luar biasa dan juga dapat menghidupkan perekonomian 'urang kampuang'.

Dalam rangka membumikan bahwa pelaku usaha martabak Kubang, martabak mesir, martabak bandung dan lainnya berasal dari Nagari Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, perlu juga kiranya dibuat sebuah momentum untuk memecahkan rekor MURI.

"Misalnya Festival Martabak Kubang dengan 100 tungku martabak dan disajikan secara cuma-cuma kepada tamu undangan. Festival itu dimasukkan ke dalam kalender pariwisata Sumbar dan juga dicatatkan ke dalam rekor MURI. Ini dalam rangka membangun efek kejut dan membangun kebersamaan di Kubang yang berdampak pada sektor ekonomi, pariwisata, sosial dan budaya. Produk tenun Kubang dan Anyaman Mansiang Taratak juga dapat dipromokasikan dan dipasarkan di momen tersebut," kata Yon.

Mantan Wakil Walikota Payakumbuh Benny Muchtar mengapresiasi sumbang pikir yang disampaikan oleh peserta diskusi yang tujuan untuk kemajuan Nagari Kubang di masa mendatang. Hasil pikir itu sangat berguna sebagai bahan acuan dan pedoman bagi wali nagari terpilih ke depan dan juga oleh perangkat nagari untuk dimasukkan ke dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nagari). Tentu saja diskusi seperti perlu terus dibiasakan dilanjutkan. Kendati tidak bisa bertemu muka secara langsung, namun melalui penggunaan teknologi seperti Zoom Meeting ini, perantau tetap bisa memberikan kontribusinya untuk kampung halaman.

Jamaris, satu-satunya kandidat Wali Nagari Kubang yang berkesempatan hadir dalam zoom meeting ini memaparkan visi dan misi serta program kerjanya secara ringkas dan lugas. Pensiunan pengadilan itu juga memaparkan berbagai persoalan yang ada di Nagari Kubang saat ini yang sangat perlu menjadi agenda perubahan ke depan bagi wali nagari terpilih. Dia mengingatkan berbagai persoalan di Nagari Kubang hanya bisa diurai atau diselesaikan dengan cara bersama-sama oleh para stake holder. Tidak mungkin diselesaikan sendiri-sendiri atau oleh satu pihak saja.

Diskusi yang dilangsungkan selama 2,5 jam ini ditutup dengan pembacaan doa oleh Alfian. (erz)