Wisuda 184 Santri dan Milad ke-33, Ponpes Al-Kautsar Undang Gubernur

oleh -345 klik
Pondok Pesantren Al-Kautsar Muhammadiyah, Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota. DOK/PP AL-KAUTSAR
Pondok Pesantren Al-Kautsar Muhammadiyah, Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota. DOK/PP AL-KAUTSAR

JERNIHNEWS.COM-Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Kautsar Muhammadiyah, Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota akan melaksanakan wisuda 184 tahfizd santrinya sekaligus memperingati Milad ke-33 Ponpes itu dan syukuran pelepasan santri kelas XII MA, Sabtu (21/05/2022). Direncanakan ketiga acara yang digelar sejalan tersebut dihadiri Gubernur Sumbar, H. Mahyeldi Ansharullah.

Pimpinan Ponpes Al-Kautsar Ust. Dafri  Harweli, M.Pd.I. IST
Pimpinan Ponpes Al-Kautsar Ust. Dafri Harweli, M.Pd.I. IST

"Insyaallah kita laksanakan tiga agenda sekaligus. Wisuda tahfizd, peringatan milad dan syukuran pelepasan santri kelas XII yang ditandai dengan penyerahan kembali kepada orang tua mereka. Kita mengundang Gubernur Sumbar Mahyeldi, Ketua DPRD Sumbar Supardi, dan Bupati Limapuluh Kota serta lainnya," kata Pimpinan Ponpes Al-Kautsar, Ust. Dafri Harweli, M.Pd.I kepada jernihnews.com, Kamis (19/05/2022) di kantornya.

Santri Ponpes Al-Kautsar menghafal Alquran. IST
Santri Ponpes Al-Kautsar menghafal Alquran. IST

Menurut Ust. Dafri, santri yang mengikuti wisuda tahfizd, hafalannya mulai dari 2 juz hingga 30 juz. Mereka adalah gabungan dari santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Ponpes Al-Kautsar. Santri yang hafalannya 30 juz yang diwisuda sebanyak 2 orang. Mereka kelas X MA.

Para santri Ponpes Al-Kautsar dapat menjadi hafizd atau penghafal Alquran, karena tahfizd merupakan salah satu dari empat program unggulan Ponpes Al-Kautsar. Pada program tahfidz ini dikenal one day one ayat atau satu hari hafal satu ayat Alquran.. Dalam setahun seorang santri minimal ditargetkan hafal 2 juz. Jika tiga tahun mereka hafal 6 juz.

Sejumlah unit usaha Ponpes Al-Kautsar yang ditujukan untuk melahirkan jiwa enterpreuner pada santri. IST
Sejumlah unit usaha Ponpes Al-Kautsar yang ditujukan untuk melahirkan jiwa enterpreuner pada santri. IST

"Artinya, begitu tamat MTs, seorang santri minimal sudah hafal 6 juz Quran. Ketika mereka menyambung ke tingkat MA dan begitu tamat, hafalan mereka ditargetkan 12 juz. Seminimal-minimalnya selama 6 tahun itu hafalan mereka sebanyak 10 juz," kata Ust. Dafri memaparkan.

Ponpes Al-Kautsar berkeinginan wisuda tahfidz tidak hanya sebagai acara seremonial saja, tapi justru menjadi penyemangat dan pendorong agar para santri lebih dalam memperlajari Alquran dan para santri diharapkan menjadi generasi yang Qur'ani.

Ust. Dafri menegaskan para santri penghafal Alquran memiliki masa depan yang cerah. Tidak ada masa depan seorang hafiz yang suram. Karena penghafal Alquran dilindungi oleh Allah SWT, sebagaimana Sang Khalik melindungi Alquran itu sendiri.

"Itu adalah janji Allah dan juga dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW. Seseorang yang memuliakan Alquran, juga akan dimuliakan oleh Allah," sebut Ust. Dafri yang juga Kepala Sekolah MTs dan MA Ponpes Al-Kautsar.

Milad ke-33 Ponpes Al-Kautsar

Terkait dengan Milad Ponpes Al-Kautsar ke-33 tahun 2022 menurut Ust. Dafri Harweli, menandakan ponpes ini sudah cukup dewasa. Ponpes yang berdiri sejak tahun 1989 ini, bukan tergolong sebagai ponpes yang baru berdiri. Tapi ponpes yang telah memiliki pengalaman yang cukup lama di dalam mendidik para santri.

Kendati telah berusia cukup dewasa, namun Ponpes Al-Kautsar masih terus melakukan pembenahan di berbagai lini. Tujuannya dalam rangka meningkatkan kualitas. Saat ini mengelola ponpes atau pun sekolah tak ubahnya seperti mengeloa perusahaan. Sepanjang pengelolaan oleh manajemennya bagus, maka kepercayaan orang terhadapnyajuga akan bagus pula.

"Harapan orang tua memasukan anaknya ke ponpes, karena ingin anaknya menjadi sholeh/sholeha, hafiz dan rajin beribadah. Sangat jarang atau barang kali tidak ada orang tua yang memasukan anaknya ke ponpes karena ingin anaknya jadi ilmuan. Sepanjang keinginan seperti itu terpenuhi, maka akan banyak orang tua yang akan menitipkan anaknya ke Ponpes itu," kata Ust. Dafri menganalogikan tentang pengelolaan ponpes saat ini.

Halnya dengan Ponpes Al-Kautsar, sekarang ujar Dafri, kepercayaan seperti itu sudah bisa diwujudkan. Sehingga dengan demikian setiap tahun banyak calon santri yang tidak tertampung, sebagai implikasi tingginya animo orang tua memasukan anaknya ke Ponpes Al-Kautsar. Kini santri Ponpes Al-Kautsar berasal dari 12 provinsi di tanah air. Kemampuan tampung setiap tahun pondok ini hanya 150 santri. Tidak sebanding dengan jumlah peminat yang begitu besar.

Ponpes Al-Kautsar memiliki visi "Menciptakan Santri yang Unggul dalam Ilmu, Terampil dalam Amal dan Mulia dalam Akhlak". Visi tersebut sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang meliputi ranah Kognitif (Ilmu Pengetahun) , Afektif (Terampil) dan Psikomotor (Akhlak).

Sedangkan motto Ponpes Al-Kautsar adalah, "Bersama Ponpes Al-Kautsar Menguasai Dunia dan Meraih Syorga". Maknanya di dunia sukses berprestasi di akhir selamat masuk syorga. Berikutnya branding ponpes ini adalah Al-Kautsar SMART. Selain smart berarti cerdas atau pintar, SMART dalam branding Ponpes Al-Kautsar juga memiliki kepanjangan khusus, yakni 'S' (shole/ha), 'M' (mandiri), 'A' (amanah), 'R' (rajin) dan 'T' (terampil).

Untuk mewujudkan visi dan misinya, Ponpes Al-Kautsar memiliki empat program unggulan yang meliputi:

  1. Hafizd Alquran, one day one ayat (satu hari satu ayat). Setehun minimal hafalan 2 juz.
  2. Penguasaan empat bahasa asing, meliputi Arab, Inggris, Mandarin dan Jepang.
  3. Penguasaan IT. Konsentrasi program IT Ponpes Al-Kautsar pada desain grafis.
  4. Enterpreunership atau mendidik dan melatih jiwa kewirausahaan pada santri.

"Ponpes Al-Kautsar memiliki labor IT sendiri dan juga Balai Latihan Kerja (BLK). Pondok ini juga memiliki gerai toko, minimarket, depot air, laundry yang bekerja sama BI, OJK dan lainnya yang tujuannya untuk melatih santri memiliki jiwa entrepreuner atau kewirausahaan," sebut Ust. Dafri.

Lulusan Ponpes Al-Kautsar

Tahun ini Ponpes Al-Kautsar meluluskan sebanyak 28 orang santi Kelas XII MA. Mereka ada yang sudah diterima di berbagai perguruan tinggi melalui jalur undangan atau SNMPTN dan lainnya. Sebagian lainnya juga ada yang dalam proses masuk perguruan tinggi di Timur Tengah, seperti Al-Azhar dan lainnya.

"Lulusan kita sudah banyak juga yang diterima di perguruan tinggi negeri dan swasta yang ternama. Untuk yang akan kuliah di Timur Tengah kita dari jauh-jauh hari juga sudah membekali mereka dengan hal-hal yang penting seperti penguasaan bahasa arab dan lainnya. Juga ada lulusan kita yang diterima kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang sudah sangat terkenal itu dengan program beasiswa penuh," kata Ust. Dafri menandaskan. (erz)