Pacu Partisipasi Pemilih, 5 Calwanag Taeh Baruah Diarak Keliling Nagari

oleh -571 klik
Lima Calon Pilwanag Taeh Baruah diarak pawai keliling Nagari Taeh Baruah dalam rangka sosialisasi untuk mendorong maksimalnya partisipasi pemilih dalam Pilwanag Taeh Baruah yang dilaksanakan serentak di 70 Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (25/05/2022). Target minimal partisipasi pemilih 70 persen dari 7.042 jumlah pemilih yang tertera pada DPT (daftar pemilih tetap). IST
Lima Calon Pilwanag Taeh Baruah diarak pawai keliling Nagari Taeh Baruah dalam rangka sosialisasi untuk mendorong maksimalnya partisipasi pemilih dalam Pilwanag Taeh Baruah yang dilaksanakan serentak di 70 Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (25/05/2022). Target minimal partisipasi pemilih 70 persen dari 7.042 jumlah pemilih yang tertera pada DPT (daftar pemilih tetap). IST

JERNIHNEWS.COM-Kreatifitas Panitia Pemilihan Wali Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, patut diacungi jempol. Dalam upaya memaksimalkan partisipasi pemilih pada Pilwanag Serentak 25 Mai 2022, panitia pun melaksanakan pawai, mengarak 5 calon wali nagari keliling nagari.

Ilson Cong, SE, Ketua Panitia Pilwanag Taeh Baruah. IST
Ilson Cong, SE, Ketua Panitia Pilwanag Taeh Baruah. IST

"Ini demi tersosialisasi dan agar jumlah pemilih yang memberikan hak suaranya maksimal, maka 5 sosok calon wali nagari kita arak pakai mobil. Pawai keliling nagari. Kita masuki semua jalan-jalan yang ada di nagari Taeh Baruah," kata Ketua Panitia Pilwanag Taeh Baruah, Ilson Cong, SE, saat dihubungi jernihnews.com, Rabu (18/05/2022).

Menurut Ilson Cong yang juga merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dan DPRD Provinsi Sumbar, panitia menargetkan minimal tingkat partisipasi pemilih sebesar 70 persen dari 7.042 jumlah pemilih sebagai yang tertera pada DPT (daftar pemilih tetap). Artinya ditargetkan paling kurang 5.000-an pemilih yang memberikan hak politiknya di dalam Pilwanag Taeh Baruah.

Sedangkan sebagai acuan, tingkat partisipasi pemilih warga Nagari Taeh Baruah pada Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota tahun 2020 lalu adalah 60%. "Jadi kita ingin meningkatkan jumlah pemilih yang berpartisipasi memberikan hak suaranya dari Pilkada Bupati tahun 2020 lalu," sebut Ilson Cong.

Dalam rangka mendorong peningkatan partisipasi pemilih, setidaknya Panitia Pilwanag Taeh Baruah sudah melaksanakan tiga program. Pertama, mengarak kelima calon keliling nagari. Masuk jorong ke luar jorong. Dengan demikian, pemilih dan masyarakat benar-benar mengetahui siapa saja sosok yang menjadi calon dalam Pilwanag Taeh Baruah tahun 2022. Kedua, melakukan sosialisasi melalui berbagai pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat yang difasilitasi oleh panitia Pilwanag.

"Kelima calon kita bawa bertemu masyarakat dalam rangka sosialisasi. Panitia yang memfasilitasinya," kata Ilson Cong.

Ketiga, panitia juga memberikan kesempatan kepada para calon melakukan sosialisasi melalui spanduk dan baliho yang dibuat sendiri. "Catatannya tentu tidak boleh melanggaran ketentuan dan aturan berlaku," sebut Ilson Cong.

Kesuksesan Pilwanag, ujar Islon Cong, selain aman dan lancar juga ditentukan oleh tingkat partisipasi pemilih. Semakin tinggi tingkat partisipasi pemilih maka semakin baiklah kualitas penyelenggaraan pesta demokrasi di tingkat nagari tersebut.

Tingginya tingkat partisipasi pemilih dengan sendirinya juga akan memperkuat tingkat legitimasi yang diperoleh oleh wali nagari terpilih nantinya dan juga legitimasi terhadap pelaksanaan Pilwanag itu sendiri.

"Legitimasi itu sangat penting. Karena jadi wali nagari itu tidak gampang. Persoalannya sangat komplit, karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Sedangkan Bupati atau pun Camat masih punya pembantu dan tidak semua persoalan bermuara kepadanya. Berbeda dengan Wali Nagari, semua urusan di nagari bisa bermuara kepadanya," ujar Ilson Cong menegaskan.

Sejauh ini, proses Pilwanag Taeh Baruah masih berjalan aman, lancar dan tertib. Kendati ada juga kampanye negatif dan kampanye hitam, tapi belum berimplikasi mengganggu kelangsungan. Kendati tidak ada pengawas di Pilwanag, ketika ada calon yang melanggar aturan, kami selaku panitia langsung menyepritnya. Membunyikan peluit, sebagai peringatan," kata pria berkulit putih berperawakan tenang itu menandaskan. (erz)