Harau Gratis 17.00 s/d 08.00 WIB

oleh -390 klik
Baliho pemberitahuan masuk ke Objek Wisata Lembah Harau Gratis dari pukul 17.00 s/d 08.00 WIB dipasang oleh Disparpora Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (17/05/2022). IST/jnc
Baliho pemberitahuan masuk ke Objek Wisata Lembah Harau Gratis dari pukul 17.00 s/d 08.00 WIB dipasang oleh Disparpora Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (17/05/2022). IST/jnc

JERNIHNEWS.COM-Sepertinya gonjang-ganjing di Kawasan Wisata Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, belum juga usai. Terbaru, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Limapuluh Kota memasang baliho atau spanduk besar. Isinya, masuk ke kawasan wisata itu gratis, mulai dari pukul 17.00 s/d 08.00 WIB.

"Jam 17: 00 sampai 08:00 WIB masuk objek wisata Lembah Harau GRATIS," demikian isi baliho berukuran sekira 5 x 4 meter dengan background gambar Lembah Harau.

Baliho pemberitahuan tersebut dipasang oleh Disparpora Kabupaten Limapuluh Kota yang langsung dipimpin oleh Kadis Desri, S.Pd, MM, pada Selasa (17/05/2022). Posisinya berada di dekat gerbang Lembah Harau.

Sehari sebelumnya Kadis Parpora Limapuluh Kota Desri juga membagikan kertas selebaran yang juga berisi tentang pemberitahun gratis berkunjung ke Objek Wisata Lembah Harau dari pukul 17.00 WIB sore hingga pukul 08.00 WIB pagi. Selebaran itu dibagikan kepada pengedara mobil dan sepeda motor yang berkunjung ke Harau.

Desri saat dihubungi jernihnews.com, mengatakan pemberitahun melalui selebaran dan baliho itu bertujuan agar tidak terjadi lagi praktik-praktik pungli alias pungutan liar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab di luar jam operasional Objek Wisata Lembah Harau yang telah ditetapkan secara resmi.

"Tujuan kita untuk mengatasi praktik pungli yang sangat banyak dikeluhkan oleh pengunjung atau wisatawan dan lainnya. Ini adalah salah satu upaya kita," sebut Desri yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Sekretaris DPRD Kabupaten Limapuluh Kota.

"Semoga balihonya tidak dirusak," kata Desri.

Sejak tiga bulan belakangan gonjang-ganjing soal maraknya pungli di Kawasan Wisata Lembah Harau menyeruak ke publik. Ketika Pemkab Limapuluh Kota melalui Disparpora mengambil kebijakan, juga muncul reaksi dari pihak anak nagari yang meminta agar Pemkab Limapuluh Kota lebih maksimal memberikan kontribusi kepada nagari dan anak nagari dari yang telah berlaku selama ini.

Hanya saja setelah beberapa langkah kebijakan diambil, ternyata belum juga menemukan solusi yang kongkrit. Sisi lain, praktik pungutan di luar ketentuan masih saja terus berjalan di objek wisata yang merupakan salah satu destinasi wisata alam terbaik di Sumatera Barat.

Kawasan Objek Wisata Lembah Harau tidak saja ramai dikunjungi di siang hari. Tapi juga di kala sore dan malam hari. Pengunjung itu adalah mereka yang menginap di puluhan home stay di kawasan Lembah Harau. Home Stay memang tumbuh subur sejak lima tahun belakangan di objek wisata yang dikenal dengan sejumlah air terjun, tebing-tebing terjal dan hutannya yang asri itu.

Home stay tersebut ada yang berada di sepanjang jalan menuju Lembah Harau, di kawasan Akar Barayun, Tarantang, Sarasah Bonta dan Perkampungan Eropah. Kebanyakan pengunjung yang menginap datang dari kawasan Provinsi Riau, Sumbar dan lainnya. Ketika menginap malam, pagi harinya mereka bisa menikmati udara yang sejuk luar biasa di kawasan Wisata Lembah Harau. Home stay di Harau juga jadi pilihan bagi mereka berkendaraan pribadi tujuan Riau-Padang atau Padang Riau yang merasa ngantuk dan ingin beristirahat. (erz)