Jika Tauhid ASN Bobrok, Negara akan Rusak

oleh -750 klik
Dosen IAIN Bukittinggi, H. Irwandi Nashir, menjadi narasumber Kuliah Umum di Politeknik Pertanian Payakumbuh, bertajuk Budaya Kerja dan Tata Nilai Bagi PNS dan PPNPN, Kamis (12/05/2022). IST
Dosen IAIN Bukittinggi, H. Irwandi Nashir, menjadi narasumber Kuliah Umum di Politeknik Pertanian Payakumbuh, bertajuk Budaya Kerja dan Tata Nilai Bagi PNS dan PPNPN, Kamis (12/05/2022). IST

JERNIHNEWS.COM-Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, jujur, dan profesional akan terwujud jika ditopang oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bermoral dan profesional. Jika ASN bermental bobrok, maka akan rusak tata kelola pemerintahan.

Menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bermoral tinggi akan dapat terwujud apabila ASN itu memiliki tauhid yang kokoh. Tauhid adalah keyakinan terhadap Allah Ta'ala dan tunduk kepada-Nya tanpa mempersekutukan-Nya dengan apa dan siapa pun juga.

Demikian dikemukakan dosen IAIN Bukittinggi, H. Irwandi Nashir, saat menjadi narasumber Kuliah Umum di Politeknik Pertanian Payakumbuh, bertajuk Budaya Kerja dan Tata Nilai Bagi PNS dan PPNPN, Kamis (12/05/2022).

Ustadz H. Irwandi Nashir menjelaskan, saat ruh ditiupkan Allah Ta'ala ke jasad manusia,maka segera ruh mengaktifkan empat pusat energi dalam diri manusia: Jasad dan panca indera, otak yang melahirkan daya pikir, qolbu yang melahirkan daya rasa, dan nafsu.

Dijelaskannya, empat pusat energi diri manusia ini mesti dihadapkan kepada Fithrah Allah (QS.30, Ar-Ruum:30). "Fithrah Allah adalah istilah al-Qur'an yang mengacu pada cetak biru penciptaan manusia yang diciptakan oleh Allah Ta'ala," jelas Direktur Lembaga Studi Dakwah Indonesia (LSDI) ini.

Dikatakannya, bahwa manusia butuh mengenal Allah Ta'ala dan taat kepadaNya, rindu dengan nilai kejujuran, nilai keadilan, mengakui nilai kemanusiaan, condong untuk bersatu, tak suka permusuhan, dan nilai-nilai mulia lainnya, maka semua itu adalah Fithrah Allah.

Hanya dengan menghadapkan empat pusat energi dalam diri manusia kepada Fithrah Allah, jelasnya, akan lahir nilai-nilai moral yang mulia. Nilai-nilai itu menuntun cara berpikir dan tindakan manusia.

Dijelaskannya, semua manusia mengakui nilai-nilai moral yang mulia itu sebab nilai-nilai itu sudah menjadi bawaan diri manusia yang tak akan ada perubahan. "Melawan Fithrah Allah sama artinya merusak diri dan kehidupan," tegasnya.(jnc)