Tingkatkan Kualitas Karya Ilmiah Guru dan Pengawas Sekolah

oleh -369 klik
Kadisdik Sumbar Drs. Barlius, M.M. memberikan sambutan pada acara Sosialisasi Bimbingan Teknis E-DUPAK Jabatan Fungsional Guru dan Pengawas Sekolah di Aula Baltekkomdik, Jumat (22/04/2022), Padang. RISMAN
Kadisdik Sumbar Drs. Barlius, M.M. memberikan sambutan pada acara Sosialisasi Bimbingan Teknis E-DUPAK Jabatan Fungsional Guru dan Pengawas Sekolah di Aula Baltekkomdik, Jumat (22/04/2022), Padang. RISMAN

JERNIHNEWS.COM- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Drs. Barlius, MM berharap agar guru dan pengawas sekolah dapat meningkatkan kualitas karya ilmiah hasil penelitian tindakan di sekolah.

Para peserta sosialisasi  bimbingan teknis  Tim Penilai Angka Kredit secara E-Dupak Kenaikan Pangkat Jabatan Fungsional Guru dan  Pengawas Sekolah tahun 2022 di Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat di Aula Baltekkomdik, Jl. Sudirman No. 52 Padang, Jumat (22/04/2022). RISMAN
Para peserta sosialisasi bimbingan teknis Tim Penilai Angka Kredit secara E-Dupak Kenaikan Pangkat Jabatan Fungsional Guru dan Pengawas Sekolah tahun 2022 di Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat di Aula Baltekkomdik, Jl. Sudirman No. 52 Padang, Jumat (22/04/2022). RISMAN

Harapan itu disampaikan Barlius ketika membuka secara resmi sosialisasi bimbingan teknis Tim Penilai Angka Kredit secara E-Dupak Kenaikan Pangkat Jabatan Fungsional Guru dan Pengawas Sekolah tahun 2022 di Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat di Aula Baltekkomdik, Jalan Sudirman No. 52 Padang, Jumat (22/04/2022).

Selanjutnya, Barlius menyampaikan bahwa guru harus mampu menghasilkan karya tulis ilmiah. Di samping mengasah logika ilmiah guru menulis bermanfaat untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Guru dituntut untuk melakukan penelitian tindakan sekolah sebagai wujud mencari solusi masalah pembelajaran di kelas. Guru segera mencari pemecahan masalah dalam pembelajaran salah satunya melakukan penelitian tindakan kelas.

Kepada pengawas sekolah Barlius juga berharap agar pengawas sekolah membimbing guru dalam menulis kaya ilmiah ke arah yang lebih berkualitas. Bimbingan itu dapat dilakukan di sekolah binaan pengawas sekolah maupun di forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Pembinaan kepala sekolah dalam menulis melalui forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

"Saya dengar ada fenomena di lapangan ada pihak yang menjadi biro jasa untuk membuatkan karya ilmiah guru atau PTK/PTS yang digunakan untuk bahan kenaikan pangkat guru dan kepala sekolah. Ini adalah perbuatan tercela dan sudah dalam ranah kriminal. Saya harap pengawas sekolah dalam lingkungan Dinas Pendidikan Sumbar jangan melakukan tindakan tercela seperti itu, " tegas Barlius.

Barlius menyambut baik adanya kreativitas untuk mempermudah usulan daftar usul penetapan angka kredit dalam bentuk aplikasi elektronik Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (E-DUPAK) guru dan pengawas sekolah.

Aplikasi ini dibuat oleh sebuah tim di lingkungan Dinas Pendidikan. Sedangkan yang menjadi narasumber sosialisasi aplikasi e-dupak tersebut yakni Dr. Sadrianto, M. Pd. dan Dr. Muzwarto, M. Pd. Kedua doktor ini dengan jabatan Sekretaris Dinas dan Pengawas SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.

Dalam kesempatam yang sama Dr. Sadrianto, M.Pd mengapresiasi guru dan pengawas sekolah yang telah berhasil menulis karya ilmiah, makalah tinjauan ilmiah, buku bidang pendidikan, karya inovatif, dan sejumlah karya tulis lainnya. Semua karya tulis ini bermanfaat untuk bahan kenaikan pangkat sesuai dgn Permen-PAN & RB No.16 tahun 2009 tentang Jabatan Guru dan Angka Kreditnya, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Di sisi lain Dr. Sadrianto, M.Pd mantan pengawas sekolah itu berharap kepada guru dan pengawas sekolah yang mentok golongan IV.a segeralah berlatih melakukan PTK dan PTS. Yang terasa berat itu hanya pada awal menulis. Namun, setelah berhasil membuat PTK dan PTS satu kali, karya tulis selanjutnya akan terasa mudah. Sebab, motivasi melakukan penelitian akan lebih meningkat dan terpacu. Motivasi dari dalam diri dan rekan sesama guru serta pengawas menjadi kunci untuk menghasilkan karya tulis.

"Jadi untuk ke depan tidak ada lagi guru dan pengawas sekolah tidak naik pangkat karena belum menghasilkan karya tulis ilmiah. Mulailah bergerak agar berubah menjadi lebih baik, " tegas Dr. Sadrianto sembari mengapresiasi guru dan pengawas yang telah sukses naik pangkat menjadi guru Pembina Utama Muda, Pembina Utama Madya, dan Pembina Utama.

Aplikasi E-DUPAK ini merupakan lompatan inovatif untuk naik pangkat guru dan pengawas sekolah. Aplikasi ini lebih efisiensi di bidang waktu, tenaga, dan biaya. Guru dengan mudah menyusun Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK).

"Selama ini guru dan pengawas sekolah mengajukan DUPAK secara manual. Dengan adanya aplikasi e-dupak ini akan lebih memudahkan guru dan pengawas sekolah mangajukan usul naik pangkat. Guru dibimbing menggunakan aplikasi ini sehingga terwujud e-dupak yang praktis dan bermanfaat," kata Dr. Muzwarto, M. Pd selaku narasumber dalam kegiatan sosialisasi aplikasi e-dupak. (risman)