Menko PKM Muhadjir Kunjungi Ponpes Al-Kautsar

oleh -411 klik
Menko PMK RI, Muhadjir Effendi disambut Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo saat berkunjung ke Ponpes Al-Kautsar, Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (04/03/2022). IST
Menko PMK RI, Muhadjir Effendi disambut Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo saat berkunjung ke Ponpes Al-Kautsar, Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (04/03/2022). IST

JERNIHNEWS.COM-Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo didampingi pimpinan Ponpes Al- Kautsar, Dafri Harweli, menyambut kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy ke Ponpes itu, Jumat (04/03/2022). Menko Muhadjir Effendi meletakkan batu pertama pembangunan gedung asrama Ponpes Al- Kautsar Muhammadiyah di Sarilamak, Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

Bupati mengucapkan selamat datang kepada Menko PMK di Lima Puluh Kota dan mengapresiasi perhatian Menko terhadap kabupaten Limapuluh Kota. "Selamat datang di daerah kami Pak Menko Muhadjir. Kita berharap dengan peletakan batu pertama gedung baru ini oleh Bapak Menko nantinya bakal mampu menampung kapasitas peserta didik yang ingin mengemban ilmu di Pondok Pesantren Muhammadiyah ini," kata Bupati Safar.

Sementara itu, Menko berharap dengan dibangunnya gedung asrama baru ini, nantinya bakal meningkatkan mutu pendidikan di Limapuluh Kota. "Mudah-mudahan pembangunan gedung ini nantinya dapat berlanjut dan dimanfaatkan dengan baik," sebutnya.

Sebelumnya, menko juga menekankan kepada para santri agar menguasai ilmu pengetahuan. Menurutnya, hal itu penting dalam menghadapi tantangan zaman sekaligus persaingan di era revolusi industri 4.0. "Tahfidz Qur'an itu bagus, kuasai ilmu akhirat itu bagus, tapi kuasai juga ilmu pengetahuan. Jangan hanya satu, dua-duanya harus kita kuasai," sebutnya.

Menurutnya, ada 5 (lima) C yang menjadi kunci dalam mendidik generasi bangsa. Pertama, critical thinking atau melatih anak-anak berpikir kritis. Kedua, creativity and innovation atau mengajarkan kreatif dan inovatif. Ketiga, communication skill atau kemampuan berkomunikasi. Keempat, collaboration karena yang dibutuhkan dunia saat ini bukanlah kompetisi melainkan kolaborasi. Kelima, confident atau pentingnya membangun percaya diri khususnya bagi para santri.

"Anak-anak di pesantren itu harus diberikan ruang. Beri mereka keleluasaan untuk bisa menguasai dunia. Agama juga mengatakan kalau kita ingin mendapatkan dunia maka kita akan mendapatkan itu, tapi kuasai ilmunya," cetus Muhadjir.

Turut hadir pada acara itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar Solsofat. Hadir pula, Kacabdin Wilayah IV Asricun, Kepala Perwakilan BI Sumbar Wahyu Purnama, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumbar Yusri, serta seluruh jajaran pejabat Muhammadiyah. (pr)

Sumber: Kominfo Liko