PM Mahathir Mundur, Pertumbuhan Ekonomi Malaysia Terancam

oleh -414 klik
PM Malaysia Mahathir mundur dari jabatan, Senin (24-02-2020).
PM Malaysia Mahathir mundur dari jabatan, Senin (24-02-2020).

JERNIHNEWS.COM- Mundurnya Mahathir dari jabatan PM Malaysia, menyebabkan instabilitas politik negara tersebut. Kondisi itu jelas mengancam pertumbuhan ekonomi Malaysia.

Dilansir The Edge Market, Senin (24/2/2020), laporan Fitch Solution Group (FSG), afiliasi Fitch Ratings Inc, menunjukkan situasi ketidakpastian politik yang diakibatkan pengunduran diri Mahathir bakal bertahan lebih lama daripada kondisi pemilu 2018 lalu.

Raja Malaysia telah menerima pengunduran diri Mahathir. Namun, pria berusia 94 tahun itu diminta untuk menjadi PM sementara sampai PM definitif ditentukan. Hingga kini, belum jelas siapakah sosok yang akan menggantikan Mahathir.

FSG menyebut ada dua skenario yang mungkin terjadi. Pertama, koalisi Pakatan Harapan (PH) dibubarkan dan membentuk koalisi pemerintahan baru dengan Mahathir sebagai PM atau tidak ada kesepakatan pemerintahan baru sehingga harus digelar pemilu.

"Apapun skenarionya, kami menurunkan proyeksi ekonomi dalam jangka pendek akibat lumpuhnya pemerintahan, sehingga memicu risiko pada proyeksi PDB 2020 menjadi 3,7 persen dari sebelumnya 4,5 persen," tulis FSG yang dikutip kembali dari inews.

Berdasarkan catatan FSG, pemerintahan PH seharusnya mengumumkan paket stimulus ekonomi minggu ini untuk menangkal dampak wabah virus korona terhadap perekonomian Malaysia. Dengan ketidakstabilan politik saat ini, FSG memperkirakan rencana kebijakan fiskal untuk mendukung ekonomi akan tertunda meskipun jika nanti diumumkan.

"Situasi Malaysia saat ini sangat kontras dengan negara-negara Asia lainnya yang cukup cepat dalam mengumumkan dan menerapkan tambahan belanja seperti China, Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan Thailand," kata FSG. (erz)