Harga Ikan, Ayam dan Telur Masih Tinggi

oleh -408 klik
Bahan kebutuhan pokok, ikan, ayam dan ikan harganya masih tinggi hingga saat ini. IST
Bahan kebutuhan pokok, ikan, ayam dan ikan harganya masih tinggi hingga saat ini. IST

JERNIHNEWS.COM-Harga barang-barang kebutuhan pokok yang naik menjelang tahun baru 2022, hingga kini, Sabtu (15/01/2022) belum juga kembali turun atau stabil lagi. Kenaikan yang mencolok terjadi seperti pada pada ayam, ikan dan juga terlur. Sedangkan cabai mengalami penurunan dan bawang merah stabil.

Harga ayam potong broiler kini Rp32.000,- per kg. Ayam potong sebesar 2,5 kg dijual dengan harga Rp80.000,-. Sedangkan ikan nila Rp38.000,- per kg. Pertengahan Desember 2021 harga ikan nila masih Rp33.000,- per kg. Telur ayam buras ukuran sedang kini dijual Rp50.000 per karton (isi 30 butir). Harga ini turun dari pekan sebelumnya yang dijual Rp55.000 per karton.

Harga kebutuhan pokok ini dicek jernihnews.com di Pasar Harian Ibuh Kota Payakumbuh. Iyun, pedagang ikan nila di Pasar Ibuh Timur mengatakan kenaikan harga ikan nila disebabkan karena banyaknya ikan nila keramba apung di Danau Maninjau, Kabupaten Agam yang mati.

Baca Juga

"Jumlah yang mati ribuan ton. Inilah yang menyebabkan harga ikan nila menjadi naik. Jumlah pasokan ikan nila kini terbatas," kata Iyun, sembari menjelaskan kenaikan terjadi mulai menjelang tahun baru 2022, seiring dengan banyaknya ikan yang mati.

Pasar ikan nila di wilayah Sumbar dan Riau sebagian besar dipasok dari ikan keramba apung Danau Maninjau. Karena menurunnya pasokan dari Danau Maninjau, maka kini pasokan dimaksimalkan oleh pemasok lokal dari kolam warga di masing-masing kota dan kabupaten. Pantauan jernihnews.com di wilayah Kecamatan Mungka Kabupaten Limapuluh Kota, banyak warga yang memanen ikan di kolamnya. Demikian pula yang terpantau di Kecamatan Guguk. Mereka memanfaatkan kesempatan harga jual ikan nila yang kini sedang tinggi.

Sedangkan kenaikan harga pada telur ayam buras menurut Ira, pedagang telur di Pasar Ibuh, karena menjelang pentup tahun banyaknya pembelian telur besar-besaran untuk pengadaan bantuan PKH dari pemerintah. Berikutnya ditambah lagi dalam kesempatan yang sama tingginya kebutuhan telur dalam peringatan hari natal dan tahun baru.

Sementara itu pedagang ayam pada Kios Putri Aini PS di Pasar Ibuh Payakumbuh mengatakan harga ayam memang kondisinya terus cendrung menanjak, atau naik. Pekan sebelumnya harga ayam potong broiler per kg hanya Rp25.000,-.

Bikin Panik Pedagang Kuliner

Kenaikan harga bahan pokok, seperti pada ikan, telur dan ayam berdampak kepanikan terhadap pedagang kuliner. Karena harga bahan-bahan kebutuhan pokok itu juga sudah didahului pula dengan kenaikan harga minyak goreng yang mencapai 35 persen. Sebelumnya minyak goreng kemasan isi 2 liter harganya hanya Rp27.000,-, sedangkan kini Rp38.000,-.

Amir, salah seorang pedagang ayam goreng (fried chicken) di kawasan Koto Nan Gadang Payakumbuh, terpakasa harus menaikkan harga ayam goreng jualnnya. Biasanya ayam goreng bagian dada dijual Rp7.000 per potong, kini dinaikkan menjadi Rp10.000,-. Paha bawah yang biasanya dijual Rp6.000,-, kini dijual Rp8.000,- per potong.

"Kenaikan harga ayam luar biasa. Kami terpaksa juga harus menaikkan harga," kata Amir.

Berbeda dengan Amir, beberapa kedai nasi di Kota Payakumbuh lebih memilih mensiasati kenaikan harga beberapa bahan pokok itu dengan memperkecil ukuran potong lauk. Ikan nila yang dijual biasanya isi 5 ekor per kg, kini diubah menjadi yang ukuran 6 ekor. Demikian pula pada untuk menu ayam, ukurannya juga diperkecil. Mereka tidak menaikan harga menu, tapi memperkecil ukuran lauk. Hal itu dilakukan, karena kompetisi harga sangat tinggi di sesama rumah makan atau kedai nasi. (erz)