Pertalite dan Premium Akan Dihapus Tahun Depan

oleh -442 klik
SPBU Pertamina. NET
SPBU Pertamina. NET

JERNIHNEWS.COM- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menyampaikan rencana penggantian bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dengan Pertalite mulai tahun 2022. Hal ini dilakukan dalam masa peralihan untuk menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Selanjutnya di tahun yang sama rencananya Pertalite yang memiliki RON 90 juga akan dihapus, dan diganti Pertamax.

Walhasil, masyarakat bakal menggunakan BBM dengan minimal RON 92 atau jenis Pertamax. Lalu, bagaimana perbandingan harga BBM RON 92 atau Pertamina dengan jenis BBM lainnya yang RON-nya di bawah 92 seperti Pertalite dan Premium?

Situs resmi PT Pertamina (Persero) menunjukkan bahwa perseroan kini menjual Premium dengan harga Rp 6.450 per liter di wilayah Jabodetabek. Sementara itu, Pertalite dijual dengan harga Rp 7.650 per liter.

Untuk Pertamax dibanderol seharga Rp 9.000 per liter dan Pertamax Turbo yang memiliki RON 98 dijual dengan harga Rp 12.000 per liter. Di laman mypertamina.id disebutkan Pertalite merupakan bahan bakar gasoline sebagai solusi perantara untuk konsumen yang saat ini menggunakan premium.

Harga BBM RON 92 atau Pertamax yang dijual Pertamina tersebut relatif lebih murah ketimbang harga BBM yang dijual di SPBU swasta seperti Shell, misalnya. Sebagai gambaran, Shell Indonesia, menjual Shell Super yang memiliki RON 92 dengan harga Rp 12.860 per liter, dan Shell V Power (RON 95) Rp 13.500 per liter.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih sebelumnya mengatakan, pemerintah secara serius terus berupaya memperbaiki kondisi lingkungan dengan mendorong penggunaan BBM RON 90 sebagai bahan bakar antara menuju BBM yang ramah lingkungan.

"Kita memasuki masa transisi, di mana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90), sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan," kata Soerja seperti dikutip dalam laman resmi Kementerian ESDM, Kamis, 23 Desember 2021.

Saat ini, kata Soerja, Premium RON 88 hanya digunakan oleh tujuh negara saja. Volume yang digunakan pun sangat kecil, karena kesadaran masyarakat menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih baik telah lebih jauh meningkat.

Dalam hitungannya, peralihan dari Premium ke Pertalite akan mampu menurunkan kadar emisi CO2 sebesar 14 persen, untuk selanjutnya dengan perubahan ke Pertamax akan menurunkan kembali emisi CO2 sebesar 27 persen. Seiring dengan itu, pemerintah tengah menyusun peta jalan BBM ramah lingkungan yang nantinya Pertalite juga akan digantikan dengan BBM yang kualitasnya lebih baik.

Ia menjelaskan, ada tata waktu untuk nantinya Indonesia akan menggunakan BBM ramah lingkungan yang membuat adanya peralihan lagi dari penggunaan Pertalite ke Pertamax.

Proses peralihan Pertalite ke Pertamax pun menjadi salah satu bahasan dalam agar peralihannya tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. "Sehingga kami juga mencermati volume Pertalite yang harus disediakan untuk masyarakat," kata Soerja menandaskan. (pr)

Sumber: Tempo