HBN Ke-73 Diperingati di Monas PDRI yang Terbengkai

oleh -194 klik
Monumen Nasional PDRI di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota yang masih terbengkalai. Monumen ini berdiri di atas lahan seluas 40 hektar yang disumbangkan masyarakat Nagari Koto Tinggi. IST
Monumen Nasional PDRI di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota yang masih terbengkalai. Monumen ini berdiri di atas lahan seluas 40 hektar yang disumbangkan masyarakat Nagari Koto Tinggi. IST

JERNIHNEWS.COM- Puncak Hari Bela Negara (HBN) ke-73 Tahun 2021 diperingati dengan Upacara yang dipimpin Dirjen Pothan Kemhan RI, Mayjen TNI Dadang Hendrayudha selaku inspektur di Monumen Bela Negara, Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (19/12/2021) pagi. Bangunan yang juga dikenal dengan Monumen Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) itu hingga kini masih terbengkalai. Hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin.

Gubernur Sumbarberpidato saat upara peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-73 Tahun 2021 di Monumen PDRI Koto Tinggi. IST
Gubernur Sumbarberpidato saat upara peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-73 Tahun 2021 di Monumen PDRI Koto Tinggi. IST

Membacakan amanat tertulis dari Presiden RI Joko Widodo, Mayjen Dadang mengajak segenap elemen bangsa untuk terus mengobarkan dan mengimplementasikan sikap rela berkorban, berjuang pantang menyerah menuju Indonesia maju. Selain itu ia juga menghimbau untuk meningkatkan ketabahan, kesabaran dalam mematuhi protokol kesehatan Covid 19 dimasa pandemi yang belum tahu kapan berakhir.

"Tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah. Situasi seperti ini memerlukan daya juang kita sebagai bangsa, yang memerlukan kerja keras bersama agar mampu melewati masa sulit itu" kata mantan ajudan Presiden SBY itu.

Peletakkan batu pertama pembangunan Monas PDRI dilakukan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim pada 19 Desember 2012 silam. Monumen yang juga acap disebut Monumen Bela Negara adalah monumen yang didirikan sebagai pengingat sejarah perjuangan PDRI, penyelenggara pemerintahan Republik Indonesia ketika Yogyakarta sebagai ibukota Indonesia jatuh ke tangan Belanda pada Agresi Militer ke II Belanda pada tanggal 19 Desember 1948.

Lokasi berdirinya Monumen PDRI berada di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. Sama seperti di masa perjuangan dulu, pemuka-pemuka adat di Nagari Koto Tinggi, tanpa pamrih mendukung penuh perjuangan tokoh-tokoh PDRI dalam mempertahankan NKRI. Kembali semangat itu ditunjukkan demi berdirinya monumen PDRI, seluas 40 hektar diserahkan untuk pembangunan Monumen PDRI.

Bagaimana kondisi pembangunan Monumen PDRI saat ini? Sebagaimana terlihat pada puncak Peringatan Hari Bela Negara (HBN) ke-73 tingkat Provinsi Sumatera Barat, Minggu, 19 Desember 2021, masih banyak 'PR' yang mesti disiapkan. Secara fisik bangunan, monumen induknya sudah terlihat megah, berdiri menjulang di kehijauan Bukit Barisan. Seolah menyiratkan monumen ini kelak akan menjadi ikon nasional yang terletak di Kabupaten Limapuluh Kota.

"Sebagai tonggak berdirinya NKRI, perjuangan tokoh-tokoh PDRI ini perlu kita ingat, salah satu dengan penyelesaian pembangunan Monumen PDRI ini," ujar Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi seusai peringatan HBN ke-73 kepada awak media.

Mendukung apa yang diucapkan Gubernur, Safaruddin Dt Bandaro Rajo menyatakan harapannya agar Monumen PDRI menjadi pusat pertumbuhan wilayah di kawasan Gunuang Omeh, Suliki dan Bukik Barisan, daerah yang kaya dengan potensi pariwisata alam dan sejarah, pertanian dan sumber daya alam lain yang belum termanfaatkan.

Sebelumnya, Gubenur Sumbar Mahyeldi dan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo di awal masa jabatan selaku kepala daerah langsung tancap gas untuk mengakselerasi penyelesaian pembangunan Monumen PDRI. Kedua kepala daerah ini gigih untuk mewujudkan tegaknya Monumen PDRI secara utuh. Terakhir, Gubernur Sumbar bersama Bupati Limapuluh Kota melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Mayjen TNI Dadang Hendra Yudha di Kemenhan RI di Jakarta. Kembali percepatan penyelesaian Monumen PDRI di dengungkan.

"Dirjen sangat mendukung percepatan pembangunan Monumen PDRI," kata Safaruddin kepada Tim Kominfo.

Semenjak tahun 2013, sesuai dengan dinamika perencanaan pembangunan daerah, Pemprov Sumbar dan Pemkab Limapuluh Kota menyepakati kawasan Gunuang Omeh menjadi pusat petumbuhan baru di Timur Sumatera Barat. Untuk itu, Monumen Nasional Bela Negara tampil sebagai triggernya. Sebagai pemicu. Bahkan, secara populer kawasan ini bakal menjadi kawasan segitiga emas antara Kabupaten Agam, Limapuluh Kota dan Payakumbuh.

Tak mau berpangku tangan, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Bupati Pasaman Benny Utama Juli 2021 meneken MoU untuk membuka akses jalan antara Bonjol-Pua Data, Gunuang Omeh. "MoU ini kita tujukan untuk tumbuhnya kawasan baru ekonomi sekaligus mendukung fungsi Monumen PDRI," ujar Safaruddin.

Jika ruas jalan ini diwujudkan maka jarak tempuh Pasaman ke Limapuluh Kota bisa dipersingkat dengan melewati Gunuang Omeh serta terus ke Provinsi Riau. Di segi lain, pihak pemerintah Provinsi Sumatera Barat pun mendukung upaya ini, bahkan tak hanya membenahi infrastruktur jalan, Gunuang Omeh pun bakal dibuka sebagai pusat pendidikan. "Universitas Bela Negara bakal didirikan di sana," ujar Mahyeldi.

Bahkan jelas Mahyeldi, momentum peringatan HBN ke-73, dengan berbagai iven sudah menjadi potensi pengembangan wisata. Tak hanya di Limapuluh Kota, wilayah-wilayah yang menjadi basis PDRI di berbagai kabupaten/kota menyambut hangat rombongan iven Tour d PDRI pada HBN ke 73 PDRI.

"Kita sudah bicarakan dengan Bupati Limapuluh Kota Tahun 2022, nanti dalam menyemarakkan HBN di Sumatera Barat, termasuk Limapuluh Kota akan semarakkan dengan berbagai iven berlangsung mulai 19 Desember sampai tanggal 15 Januari yang terhubung dengan Peristiwa Situjuh," ungkap Mahyeldi di Koto Tinggi.

Ya, berbagai asa terus dirajut dari Monumen PDRI, tak lagi sekedar pengingat sejarah tetapi sebagai peluang peningkat kesejahteraan untuk warga sekitar. Warga yang leluhurnya orang berani yang tanpa pamrih pendukung tegaknya NKRI. (ehp/doa)

Sumber: Kominfo SB dan Liko