47 MDT di Sumbar Dapat BOP Rp. 15 Juta, Ini Syaratnya

oleh -662 klik
Masjid Raya Sumatera Barat. IST
Masjid Raya Sumatera Barat. IST

JERNIHNEWS.COM-Tahun 2021 Kemenag RI mengalokasikan anggaran yang tak sedikit untuk dana bantuan operasional pendidikan (BOP) di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Total lembaga yang mendapat bantuan ini terhitung 2.000 lembaga se-Indonesia. Dalam hal ini Sumbar mendapat jatah 47 lembaga se-Sumbar. Jumlah tersebut sudah meningkat 30-40 persen untuk Sumbar dari yang sebelumnya 23 lembaga saja.

"Saya ditugaskan direktur dan beliau kirim salam kepada para pejuang Madrasah Diniyah Takmiliyah di Sumbar, terutama FKDT. Terkait bantuan ini yang dibutuhkan adalah data. Karena ada izin operasional yang sudah lebih dari 5 tahun belum diperbaharui. Karena itu ada beberapa berkas yang harus diisi para penerima bantuan, Bank penyalur dan Kemenag," kata Perwakilan Subdit Pendidikan Diniyah Takmiliyah Ditjen Pendis Kemenag RI Reka Suarni S.Ag MM saat memaparkan juknis pada Bimtek Bantuan Operasional Pendidikan MDT ini dalam rangka Monitoring dan Evaluasi, Rabu (01/12/2021).

"Setiap lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) mendapat Rp 15 juta," katanya, sebagaimana dikutip dari Portal Kanwil Kemenag Sumbar.

Ia menyebut penggunaan bantuan ini harus sesuai dengan kebutuhan untuk operasional harian dari Januari sampai Desember 2021.

"Jika memberikan honor ke guru-guru tidak boleh lebih dari 30%. LPJ mohon dikumpul sebelum 10 Januari 2021. Kuitansi pembelian juga dan RAB-nya tolong dibantu,"pesan selaku Analis Kapasitas Pendidik dan Santri Subdit PMDT yang hadir secara langsung dalam Kegiatan Bimbingan Teknis.

Lantas, bagaimana prosedur mendapatkan bantuan tersebut? Reka Suarni menerangkan BOP diberikan kepada Pendidikan Kegamaan Islam dalam hal ini MDT yang aktif menyelenggarakan kegiatan pembelajaran, terdaftar pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota setempat, berbadan hukum, memiliki rekening atas lembaga pendidikan dan serta nomor statistik madrasah diniyah takmiliyah (NSMDT) dan NPWP.

Dana bantuan ini berupa uang cash yang prosesnya langsung ditransfer ke rekening lembaga madin. Dijelaskan Reka Suarni mesti ada pemberkasan SK penunjukan sebagai kepala MDT dan bendahara.

Perempuan kelahiran 1966 ini menyebut setiap penerima bantuan wajib membawa Surat Tugas yang ditandatangani Pejabat kankemenag setempat atau yayasan yang bersangkutan, Laptop, Stempel MDT, salinan NPWP MDT atau yayasan, Kop Surat MDT sebanyak 10 lembar dan surat kuasa jika peserta yang hadir mewakili Kepala MDT dan untuk keperluan kelengkapan bantuan.(vera)