Merisaukan! Limapuluh Kota Peringkat 2 Terakhir di MTQ Sumbar

oleh -541 klik
Perbandingan peringkat Kafilah Kabupaten/Kota di MTQ Sumbar ke-38 Tahun 2019 di Kota Solok dan ke-39 di Kota Padang Panjang Tahun 2021. JNC
Perbandingan peringkat Kafilah Kabupaten/Kota di MTQ Sumbar ke-38 Tahun 2019 di Kota Solok dan ke-39 di Kota Padang Panjang Tahun 2021. JNC

JERNIHNEWS.COM-Sungguh merisaukan prestasi Kafilah Kabupaten Limapuluh Kota di MTQ Sumbar Ke-39 Tahun 2021 di Kota Padang Panjang. Kabupaten yang dipimpin Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Wabup Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) ini hanya berada pada posisi dua terakhir, di atas Mentawai.

Pada MTQ ke-38 Tahun 2019 di Kota Solok, Kafilah Kabupaten Limapuluh Kota berada pada posisi 13. Entah kenapa, tahun ini, peringkatnya justru jatuh ke posisi 16, karena ada peringkat kembar di urutan 10 yang dihuni Kota Payakumbuh dan Kota Solok. Berikutnya juga ada peringkat ganda di urutan 16, yakni Kabupaten Solok dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Apakah peringkat yang memilukan di ajang MTQ Sumbar, adalah salah dari buah gonjang-ganjing disharmonisasi hubungan antara Bupati Limapuluh Kota Safaruddin dan WabuP RKN? Sebab Wabup RKN adalah Ketua LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran) Kabupaten Limapuluh Kota. Ataukah ada persoalan di official, kafilah dan lainnya?

Kafilah Kabupaten Limapuluh Kota hanya meraih total poin nilai 5 di ajang MTQ paling bergengsi di Provinsi Sumbar Tahun 2021 itu. Juara I atau Juara Umum diraih kafilah Kota Padang dengan total poin 103. Kota Padang berhasil menggeser Kabupaten Tanah Datar yang kini menjadi Juara II dengan total skor 62. Pada MTQ ke-38 sebelumnya Kabupaten Tanah Datar menjadi Juara Umum .

Berikutnya, Kota Pariaman Juara III dengan total poin 59. Kabupaten Pasaman ada di Peringakat keempat dengan total poin 51. Kabupaten Agam peringkat ke-5 dengan total nilai 47. Kabupaten Padang Pariaman berada di peringkat 6.

Selanjutnya peringkat ke-7 kafilah Kota Padang Panjang dengan total nilai 35. Kota Bukittinggi dengan total skor 31. Kabupaten Pasaman Barat berada pada peringkat 29 dengan total skor 29. Sedangkan peringkat 10 kembar yakni Kota Solok dan Kota Payakumbuh. Skor total kafilah kedua kota ini sama-sama, yakni 25.

Di peringat ke-11 kafilah Kabupaten Sijunjung dengan total poin 17. Kabupaten Dharmasraya di peringkat ke-12 dengan jumlah poin 14. Kabupaten Solok Selatan berada di posisi ke-13 dengan total poin 13. Kabupaten Pesisir Selatan di posisi ke-14. Di peringkat ke-15 Kota Sawahlunto. Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Solok yang sama-sama memperoleh 5 poin berada di 16. Sedangkan Kabupaten Mentawai berada di peringkat terakhir atau 17 dan tidak memperoleh poin sama sekali.

Wabup Limapuluh Kota, RKN, saat dikonfirmasi perihal hasil memilukan kafilah MTQ daerah yang dipimpinnya di ajang MTQ Sumbar ke-39 di Kota Padang Panjang Tahun 2021 menolak memberikan tanggapan. "No comment sementara," kata Wabup RKN.

Wabup RKN yang juga Ketua LPTQ Kabupaten Limapuluh Kota sepertinya tidak banyak terlibat dalam persiapan kafilah MTQ Limapuluh Kota. Saat pengukuhan kafilah dan official, RKN tidak hadir. Demikian pula saat pelepasan kafilah menuju Kota Padang Panjang Wabup RKN juga tidak hadir.

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin dikonfirmasi melalui pesan WA terkait dengan hasil merisaukan kafilah Limapuluh Kota pada MTQ Sumbar ke-39 di Kota Padang Panjang, belum memberikan tanggapan.

Kepala Kantor Kemenag Limapuluh Kota Naharudin yang juga ketua rombongan tim kafilah Limapuluh Kota menanggapi bahwa dalam sebuah perlombaan menang kalah soal biasa. "Yang pasti yang pasti kafilah Limapuluh Kota sudah berusaha maksimal dan sudah menampilkan yang terbaik, tentu hasilnya kita serahkan dan tawakkal pada Allah SWT. Tentu perlu kita melakukan evaluasi untuk nama baik liko ke depan," sebut Naharuddin kepada jernihnews.com.

Pada bagian lain, Ketua Ikatan Keluarga Warga Payakumbuh dan Limapuluh Kota (Ikwarpaliko) Kabupaten Dharmasraya, Maryadi, mengatakan bahwa Ketua LPTQ Kabupaten Limapuluh Kota harus mengevaluasi, kenapa hasil di MTQ Tingkat Sumbar, Limapuluh Kota pada peringkat dua bawah atau di atas Mentawai alias juara dua bawah kembar," sebut Maryadi.

Menurut mantan Ketua PWI Kabupaten Dharmasraya itu, MTQ bukan hanya gawe Kemenag dan Bagian Kesra Setkab, Bupati juga tidak bisa lepas tangan. "Kami perantau malu membaca dan mendengar Limapuluh Kota kampung kami, indak mancaduak pada ajang MTQ Sumbar," ujar Maryadi.

Jurnalis yang juga pengusaha itu mengatakan permasalahan hasil buruk Limapuluh Kota harus dibawa duduk satu meja, Bupati, Wabup (LPTQ), Kemenag, dan stakeholder lainnya.

Sementara itu tokoh perantau Luak Limopuluah di Kota Padang, H. Mulyadi Muslim, Lc, MA mengatakan bahwa Limapuluh Kota mesti melakukan evaluasi besar soal penanganan bibit-bibit yang akan dipersiapkan untuk MTQ. "Harus dilakukan evaluasi besar dan menyeluruh," sebut Mulyadi Muslim yang juga sebagai dewan hakim pada MTQ Sumbar ke-39 di Padang Panjang.

Selaku orang yang berasal dari Luak Limo Puluah, Sekretaris Umum MUI Kota Padang yang juga balon Wakil Walikota Padang pengganti, siap memberikan masukan dan bimbingan terhadap kafilah atau pun LPTQ Limapuluh Kota. "Saya siap membantu untuk memecahkan masalah Limapuluh Kota, kampung kita," kata Mulyadi Muslim menandaskan. (erz)