Pustaka Buya Dr. H. Afifi Diresmikan

oleh -1202 klik
Abdullah Arifianto Afifi, ST, MT, putra kedua dari Almarhum Buya Dr. H. Afifi Fauzi Abbas, MA di Pustaka Buya Dr. Afifi di Lingkungan Tarok, Kelurahan Tigo Koto Dibalai (TKD) Kecamatan Payakumbuh Utara. ERZ
Abdullah Arifianto Afifi, ST, MT, putra kedua dari Almarhum Buya Dr. H. Afifi Fauzi Abbas, MA di Pustaka Buya Dr. Afifi di Lingkungan Tarok, Kelurahan Tigo Koto Dibalai (TKD) Kecamatan Payakumbuh Utara. ERZ

JERNIHNEWS.COM-Buya Dr. H. Afifi Fauzi Abbas telah dipanggil Sang Khalik 30 September 2021 lalu. Namun, semangat dakwah dan literasi beliau masih langgeng. Insyaallah, hari ini, Senin (22/11/2021) Pustaka Buya Dr. H. Afifi Fauzi Abbas akan diresmikan pemakainnya. Lebih dari 5.000 buku berbagai bahasa disiapkan untuk mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum.

Pustaka Buya Afifi beralamat di Jl. Manunggal, Lingkungan Tarok, Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh. Bangunan yang digunakan berada di lingkungan rumah Almarhum Buya Afifi atau di sebelah rumah yang didiami istri beliau Dra. Hj. Mona Aliza, MA. Luas pustaka ini lebih kurang 150 meter persegi. Tempatnya nyaman.

Putra kedua almarhum, Abdullah Arifianto Afifi, ST, MT mengatakan Pustaka Buya Afifi terbuka untuk umum. Koleksi buku yang tersedia di pustaka ini dapat digunakan untuk pelajar, mahasiswa S1, S2 bahkan S3 atau program doktoral dan juga praktisi. Ruangan khusus baca anak-anak juga tersedia, dengan koleksi ratusan komik, novel dan lainnya, koleksi tiga anak Buya Afifi dulunya.

Menurut, Arif, pada acara peresmian atas dibukanya Pustaka Buya Afifi juga digelar diskusi dengan pematik diskusi Dr. H. Ismail Novel, H. Irwandi Nashir, M.Pd dan lainnya. Ke depan diharapkan adanya diskusi rutin di Pustaka Buya Afifi dengan bahasan listas ilmu, mencakup agama, ekonomi, sosial, politik , dan lainnya.

"Ke depan di pustaka ini juga digelar diskusi-diskusi rutin, sehingga bisa memberikan hal yang bermanfaat bagi ummat," kata Arif yang kini tengah menjalani pendidikan doktoralnya di salah satu perguruan tinggi di Malaysia, dengan bidang ilmu tentang wakaf kepada jernihnews.com.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Sumatera Barat Dr. Shofwan Karim, sebut Arif, kaget dan bersyukur dengan keberadaan Pustaka Buya Afifi. Pustaka tersebut akan menjadi pusat informasi dan tempat sumber ilmu bagi masyarakat Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

Sebagaimana diketahui Buya Dr. H. Afifi Fauzi Abbas,pada wafat Kamis (30/09/2021) pukul 04.30 WIB. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Limapuluh Kota itu meninggal di kediamannya di Lingkungan Tarok, Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh pada usia 65 tahun.

Tentu tidak saja Muhammadiyah yang merasa kehilangan. Tapi juga Pondok Pesantren Darul Funun Padang Japang. Sebab beliau adalah pimpinan di pondok pesantren lintas zaman yang sudah banyak melahirkan para buya tersebut.

Institut Agama Negeri Islam (IAIN) Bukittinggi juga tak kalah merasa kehilangan. Karena, Buya Dr. H. Afifi Fauzi Abbas juga diamanahkan sebagai Ketua Senat IAIN Bukittinggi yang sedang dalam proses menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi.

Buya Dr. H. Afif Fauzi Abbas meninggalkan seorang istri Dra. Hj. Mona Aliza, MA dan tiga orang anak, Evan Azami, Abdullah Afifi, dan Rosa Adelina. Dua anaknya berada di luar negeri, yakni Malaysia, dan Qatar.

Tokoh Muda Muhammadiyah Luak Limopuluah, Ustadz H. Irwandi Nashir memiliki kesan luar biasa atas almarhum Buya Dr. Afifi Fauzi Abbas. Sang Buya menurut Irwandi yang juga dosen IAIN Bukittinggi, sangat totalitas dalam berdakwah dan juga menghidupkan kembali ranting-ranting Muhammadiyah di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota.

Sejak Buya Afifi hijrah dari Jakarta, beliau benar-benar total mengaktifkan organisasi Muhammadiyah di Kabupaten Limapuluh Kota hingga sampai ke ranting-ranting. Ujung tombak organisasi Muhammadiyah berada pada ranting-ranting tersebut.

Dalam upaya menghidupkan ranting-ranting yang mati suri Buya Dr. Afifi membuat program pemberdayaan ekonomi peminjaman induk ayam bergilir bagi para pengurus atau aktifis ranting. Program itu sangat penting dan strategis bagi menopang perekonomian pengurus, aktifis dan kader Muhammadiyah di ranting yang telah mengorbankan waktu dan pikirannya di dalam mengelola organisasi dan dakwah.

Buya Dr. H. Afifi Fauzi Abbas, M.Ag yang lahir 6 September 1956 di Padang Japang, VII Koto Talago, Guguak, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, lama berada di Jakarta. Dia kuliah sarjana muda hingga S1, S2 dan S3 di IAIN/ UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Beliau adalah ahli fiqih, syariah, siyasah, perbandingan mazhab, ekonomi islam, dan ilmu falak. Dia merupakan anak dari Buya H. Fauzi Abbas (ayah) dan Hj. Yuhaena (ibu). Kakeknya, Syekh Abbas Abdullah. Kakeknya merupakan ulama pembaharu pendidikan Islam dan pengorganisasian dakwah.

Riwayat pendidikan Dr. H. Afifi Fauzi Abbas; SDN di Padang Japang, MTs Surau Darul Funun di Padang Japang, MA Surau Darul Funun di Padang Japang Sarjana Muda Syariah (BA) di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sarjana Syariah (Drs) di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Magister Syariah di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Doktor Syariah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Buya Dr. H. Afifi Fauzi Abbas, M.Ag mengajar di IAIN Bukittinggi dan pernah mengajar selama 30 tahun di UIN Syarif Hidayatullah, UHAMKA Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sekolah Tinggi dan Manajemen PPM. (erz)