Wabup Limapuluh Kota RKN Menghilang?

oleh -900 klik
Baliho Hari Pahlawan Tahun 2021 dengan foto Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Wakil Bupati Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) di depan Kantor Bupati Limapuluh Kota. ERZ
Baliho Hari Pahlawan Tahun 2021 dengan foto Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Wakil Bupati Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) di depan Kantor Bupati Limapuluh Kota. ERZ

JERNIHNEWS- Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) kini jarang terlihat di hadapan publik dalam kapasitasnya sebagai Wakil Bupati Limapuluh Kota. Beberapa momen penting akhir-akhir ini di Pemkab Limapuluh Kota tanpa kehadiran politisi muda yang juga seorang pengusaha tersebut. Ada apa gerangan?

Baliho dan spanduk peringatan Hari Pahlawan terpasang rapi di gerbang Kantor Bupati Limapuluh Kota, Sarilamak. Pada baliho dan spanduk itu tertulis 'Hari Pahlawan 2021, Pahlawanku Innspirasiku. Perkuat Persatuan Bangsa' dan lainnya. Juga terpampang di baliho dan spanduk tersebut foto Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Wakil Bupati Rizki Kurniawan Nakasri.

Bupati Dt. Safar dan Wabup RKN tampak gagah benar di foto itu. Mereka kompak mengenakan pakaian putih, kebesaran kepala daerah dan wakil kepala daerah. Dt. Safar dan RKN menebar senyum. Warna latar baliho dan spanduk, merah dan putih membawa pesan semangat kepada masyarakat Limapuluh Kota.

Meskipun keduanya tampak hadir di baliho dan spanduk, tapi wujud mereka tidak sama-sama hadir lagi di Gedung Bagonjong Kantor Bupati Limapuluh Kota. Dt. Safar rutin hadir di kantor. Mobil dinasnya BA 1 C tampak sering parkir di dekat tangga utama kantor. Tapi tidak demikian halnya, dengan RKN. Wabup muda itu sangat jarang masuk kantor. Mobil dinasnya BA 2 C pun beberapa bulan terakhir tidak terlihat lagi di parkiran istimewa tersebut.

Tanpa kehadiran Wabup RKN, Bupati Safar hanya sendiri hadir di perigatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021. Demikian pula pada upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021 dan tabur bunga di TMP Lurah Kincia, Situjuah Batua, lagi-lagi Bupati Safar hadir tanpa Wabup RKN.

Bupati Safaruddin juga hanya sendirian mengukuhkan dan melepas secara resmi Kafilah MTQ Kabupaten Limapuluh Kota, pada 3 November 2021 yang akan berlomba di MTQ Tingkat Sumbar ke-39 di Kota Padang Panjang. Padahal seyogyanya Wabup RKN hadir di pengukuhan dan pelepasan kafilah MTQ, karena RKN adalah Ketua LPTQ Kabupaten Limapuluh Kota.

Wabup RKN juga tidak hadir pada pelantikan pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Limapuluh Kota yang dilaksanakan, Senin (15/11/2021) di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota, Sarilamak. Padahal pada pelantikan yang dilaksanakan oleh Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo itu hadir Ketua DPRD Deni Asra, Kapolres Limapuluh Kota, Kapolres Payakumbuh dan Forkopimda lainnya.

Berdasarkan pelacakan di website Kominfo, Wabup RKN terakhir kali hadir di acara resmi Pemkab Limapuluh Kota pada acara pameran UKM yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Limapuluh Kota pada 5 Oktober 2021 atau lebih sebulan lalu. Alhamdulillah, saat itu Bupati Safaruddin juga hadir. Mereka pun salam kompak, salam komando waktu. Mereka sempat mengatakan bahwa di antara keduanya aman-aman saja.

Hubungan yang diduga tak harmonis antara Bupati Safaruddin dan Wabup RKN sudah sejak beberapa bulan lalu berhembus melalui berbagai media. Kemesraan antara keduanya seperti semasa kampanye yang penuh puja-puji, sepertinya tinggal kenangan. Padahal di awal saat melihat Dt. Safar dan RKN begitu kompak dan serasi, masyarakat menaruh harapan keduanya dapat melakukan akselerasi bagi kemajuan Limapuluh Kota, agar dapat mengejar ketertinggalan dari daerah lain.

Wabup RKN ketika dihubungi jernihnews.com untuk dikonfirmasi tentang permasalahan ini mengatakan bahwa dia banyak bekerja di lapangan. Berkomunikasi dengan warga untuk mengetahui persoalan dan kebutuhan mereka.

"Saya banyak kerja di lapangan. Berkomunikasi dengan warga untuk mengetahui persoalan dan kebutuhan mereka," kata Wabup RKN kepada jernihnews.com saat dihubungi via whatsapp, beberapa hari lalu.

Lalu, kapan Wabup masuk kantor?

"Sepanjang kebutuhan. Kantor pejabat itu seharusnya bisa di mana saja," ujar Wabup RKN lagi.

Ditanya soal hubungannya dengan Bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, apakah baik-baik saja, lalu Wabup RKN mengaku biasa-biasa saja.

Adakah persoalan antara Pak Bupati dan Pak Wabup yang tidak bisa terselesaikan? "Semua masalah bisa selesai," kata Wabup RKN Lugas.

Pada bagian lain, anggota Fraksi PPP DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, H. Ermizal Jalinus SE, menyikapi disharmonisasi hubungan antara Bupati Safaruddin dan Wabup RKN mengingatkan agar keduanya dapat duduk bersama dan menyelesaikan persoalan di antara keduanya. Dia sangat berharap hubungan antara keduanya dapat hamonis kembali, sehingga dapat memimpin Limapuluh Kota secara bersama-sama hingga 2024.

"Harapan kita, Bupati dan Wabup bisa akur kembali untuk memimpin Limapuluh Kota secara bersama-sama," sebut Ermizal Jalinus.

Tokoh muda Kabupaten Limapuluh Kota, Irwan Hidayat dari Kecamatan Harau, Irwan Hidayat SE, juga senada dengan itu. Pegiat silat tersebut juga berharap Bupati Safaruddin dan Wabup RKN duduk bersama dan saling memahami bahwa posisi mereka berdua adalah pemimpin Limapuluh Kota.

"Hilang ego masing-masing, supaya terbangun Limapuluh Kota ke depan," sebut Irwan yang juga pengurus KONI Kabupaten Limapuluh Kota kepada jernihnews.com.

Jika antara kaduanya tidak mau saling memahami tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) masing-masing, maka ke depan, kata Irwan makin hancurlah Kabupaten Limapuluh Kota. "Kini saja dana kurang dari pusat lebih dari Rp100 miliar. Apalagi kalau mereka tidak akur," sebut Irwan menandaskan. (erz)