Napi/WBP Lapas Kelas IIB Payakumbuh Antusias Ikuti Pesantren Kilat

oleh -209 klik
Buya H. Sudirman Syair menyampaikan materi pada pesantren kilat yang dilaksanakan untuk napi dan tahanan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Payakumbuh, Selasa (11/09/2021). ERZ
Buya H. Sudirman Syair menyampaikan materi pada pesantren kilat yang dilaksanakan untuk napi dan tahanan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Payakumbuh, Selasa (11/09/2021). ERZ

JERNIHNEWS.COM-Para napi dan tahanan atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Payakumbuh, antusias mengikuti pesantren kilat, Selasa (09/11/2021). Pesantren kilat kerja sama antara Lapas Kelas IIB Payakumbuh dan Ponpes Maarif Assaadiyah itu dilangsungkan selama enam hari (08 s/d 13 November 2021).

Pada hari kedua ini, tampil memberikan materi, Buya H. Sudirman Syair yang juga Pimpinan Ponpes Maarif Assaadiyah, Batu Nan Limo, Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota. Pada hari kedua ini, Buya Sudirman menyampaikan materi tentang Fiqih Ibadah yang meliputi tuntunan shalat (syarat, rukun, yang membatalkan shalat), termasuk Shalat Jum'at, puasa dan zakat.

Dalam menyampaikan materi, sekali-sekali Buya Sudirman juga memberi contoh yang realistis, dan kadang juga kocak, sehingga para peserta tetap bersemangat dan serius mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di mushalla lapas. Para napi dan tahanan khusuk mengikuti pemaparan buya. Banyak di antara mereka yang mengajukan pertanyaan tentang materi-materi yang disampaikan buya.

"Bagaimana kalau saya sedang shalat, tiba-tiba bisul yang ada di pinggul saya meletus dan mengeluarkan darah serta nanah. Apakah shalat saya batal, Buya? Tanya salah seorang WBP mengajukan pertanyaannya.

Menurut Buya Sudirman, shalat itu batal, karena mengeluarkan najis. "Darah dan nanah itu kan najis. Dengan begitu shalat jadi batal. Silakan bersihkan, berwuduk dan shalat kembali," sebut Buya Sudirman.

Lalu, ada lagi WBP lain yang mengajukan pertanyaan menarik kepada Buya. "Bagaimana kalau bisul atau luka mengeluarkan darah dan nanah terus menerus, bagaimana hukumnya?" tanya WBP lainnya.

Untuk kasus yang seperti itu, menurut Buya Sudirman, orang tersebut membersihkan saja sebelum shalat. Jika sedang shalat tetap mengalir atau keluar nanah dan darah, karena memang kondisinya begitu terus-menerus, maka shalat orang itu tidak batal. "Kalau sudah terus-menerus, tidak lagi membatalkan shalat," kata Buya Sudirman, sembari menyebut hukumnya adalah najis dhaif.

Ada juga napi dan tahanan yang menanyakan tentang bagaimana cara agar bisa shalat dengan khusuk. Ada pula di antara mereka yang menanyakan bagaimana jika dalam shalat, terpegang kemaluan secara langsung, dan berbagai pertanyaan lainnya.

Kepala Lapas Kelas IIB Payakumbuh, Muhamad Kameily, A.Md.IP, SH, MH mengatakan kegiatan pesantren kilat ini merupakan bentuk pembinaan mental atau kepribadian bagi napi atau tahanan yang beragama Islam. Melalui ini WBP dapat menimba ilmu agama Islam dengan tujuan menjadi hamba Allah yang bertaqwa. Momentum diharapkan dapat mendorong WBP lebih dekat dengan Allah SWT dengan cara meningkatkan keimanannya.

"Jadi di Lapas Kelas IIB Payakumbuh ada dua jenis pembinaan, yakni pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Pesantren kilat ini adalah pembinaan kepribadian," kata Kameily, pria asal Sumatera Selatan yang beristri perempuan Minangkabau asal Barulak Kabupaten Tanah Datar.

Kegiatan pesantren kilat akan diikuti 210 peserta dengan rincian 35 orang per harinya. Hal ini dikarenakan protokol kesehatan Covid-19 yang mengharuskan untuk menjaga jarak.

Pemateri pertama di hari Senin (08/11/2021) adalah Ummi Asni dengan materi "Keimanan, Ibadah dan Akhlak (Aswaja)". Pada hari kedua, Selasa (09/11/2021) Buya H. Sudirman Syair, dengan materi : Fiqih Ibadah, meliputi tuntunan shalat (syarat, rukun, yang membatalkan shalat), termasuk Shalat Jum'at, puasa dan zakat.

Pada hari ketiga, Rabu, (10/11/2021) Ustazd Budi Mulia, SP dengan materi tuntunan dan hafalan doa sehari-hari. Di hari keempat, Kamis (11/11/2021) Buya Zil Amri Ahmad dengan mater : Toharah, macam-macam air untuk bersuci, tata Cara berwudhuk, bertayammum dan mandi wajib.

Untuk hari kelima Jumat (12/11/2021) Fitra Yadi, S.PdI dengan materi belajar membaca dan seni baca Alquran, meliputi makhorijul huruf, belajar ilmu tajwid, dan belajar irama dasar (Bayati)

Sedangkan pada hari keenam atau hari terakhir, Sabtu (13/11/2021) Ustazd Ade Jazuli Bakar dengan materi tata cara penyelenggaraan jenazah: memandikan, mengkafani, menyolatkan dan menguburkan. (erz)