Nagari Taram Gelar Pembuatan SIM Massal Saat Gebyar Vaksin

oleh -199 klik
Kegiatan Gebyar Vaksin yang juga diisi dengan pembuatan SIM massal di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. DOK KOMINFOTIK LIKO
Kegiatan Gebyar Vaksin yang juga diisi dengan pembuatan SIM massal di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. DOK KOMINFOTIK LIKO

JERNIHNEWS.COM-- Gebyar Vaksin, Sumbar Sadar Vaksin (Sumdarsin) terus gencar dilaksanakan dengan berbagai kegiatan pendukung agar lebih menarik bagi masyarakat. Mulai dari pemberian door prize sampai dengan layanan pembuatan SIM massal di lokasi vaksin, seperti yang dilaksanakan di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Sabtu (06/11/2021).

Dalam layanan pembuatan SIM massal, petugas hanya melayani masyarakat yang sudah pernah vaksin dengan cara menunjukan sertifikat vaksin. Apabila masyarakat yang akan membuat SIM tersebut belum pernah vaksin, maka petugas mengarahkan untuk terlebih dahulu melakukan vaksin yang juga berada di lokasi yang sama.

Kegiatan Sumbar Sadar Vaksin tetap didukung oleh Pemerintah Daerah, Kepolisian dan TNI, guna terciptanya kekebalan kelompok atau herd immunity.

Terbentuknya kekebalan kelompok atau Herd Immunity merupakan suatu keharusan dalam memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Untuk mewujudkan kekebalan kelompok tersebut, adalah dengan melakukan vaksin Covid-19, dan juga tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes) covid-19 yang ketat.

Meskipun saat ini kecenderungan terpaparnya penduduk oleh virus covid-19 sudah mulai melandai, kita tidak boleh lengah dan sangat tidak pantas menunjukan euforia, kegembiraan yang berlebihan, sehingga mengabaikan Prokes Covid-19. Apabila kembali lengah dengan protokol kesehatan, hal ini tentu akan mengancam terjadi lagi peningkatan kasus ditengah masyarakat. Vaksin dan protokol kesehatan covid-19 adalah merupakan satu kesatuan yang saling menopang dalam rangka membentengi diri, keluarga, orang-orang dekat, dan masyarakat sekitar kita.

Pelaksanaan vaksin dalam rangka memutus rantai penyebaran covid-19, di sebagian daerah memiliki beragam hambatan atau tantangan dari masyarakat. Hal ini terjadi karena pada awal program ini launching atau diluncurkan, orang-orang yang tidak bertanggungjawab juga melempar hoax atau berita-berita negatif tentang program vaksinasi.

Berita-berita hoax yang secara terus-menerus dan ditambah dengan kondisi sebagian besar masyarakat yang belum bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi, keadaan ini sangat berkontribusi menciptakan hambatan pencapaian program vaksin covid-19.

Nagari Taram dalam menjawab tantangan kurangnya kesadaran sebagian masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam vaksinasi, melalui Wali Nagari, perangkat Nagari dan Puskesmas serta seluruh pihak saling bahu-membahu dengan cara menjemput bola. Hal pertama yang dilakukan dalam program jemput bola ini adalah mendata masyarakat berdasarkan kartu keluarga (KK).

Data ini sangat penting guna melakukan evaluasi nantinya, serta sangat penting untuk menentukan kebijakan apa yang akan diambil agar pencapaian target vaksin sesuai dengan yang harapkan.

Pada saat jemput bola atau door to door, petugas mencatat apakah masyarakat yang didatangi berdasarkan KK tersebut bersedia atau tidak bersedia untuk melakukan vaksin. Apabila tidak bersedia, maka ditanyakan alasan kenapa tidak bersedia untuk vaksin, dan dari alasan tersebut maka pihak yang berkompeten akan melakukan pendekatan atau sosialisasi yang lebih intens kepada masyarakat tersebut.

Dan bagi yang bersedia akan ditawarkan beberapa jadwal yang telah ditentukan, untuk saat ini di Nagari Taram pelaksanaan vaksin covid-19 dilakukan 3 kali dalam seminggu, yaitu hari Senin, Kamis dan Sabtu. Pemilihan waktu pelaksanaan hari Senin, Kamis dan Sabtu adalah, hari Senin dan Kamis merupakan hari Pasar Nagari, sedangkan untuk hari Sabtu karena Sabtu merupakan hari libur bagi pegawai/pekerja.

Gusnedy, Sekretaris Nagari Taram menyampaikan bahwa, kegiatan atau kebijakan yang mendapat dukungan penuh Wali Nagari Defrianto Ifkar, S.Si, akhirnya membuahkan hasil dengan meningkatnya animo masyarakat untuk ikut vaksin. Pernah terjadi masyarakat yang hadir untuk vaksin melebihi stok vaksin yang ada, pada saat stok terbatas untuk seratusan peserta vaksin.

Kemudian warga yang dulunya tercatat belum bersedia untuk vaksin pada saat pendataan, malah antusias untuk ikut vaksin yang dilaksanakan di halaman Kantor Wali Nagari Taram setiap Senin, Kamis dan Sabtu.

"Dan yang membuat kami semakin bersemangat adalah, dengan didatangi rekan-rekan atau nagari lain untuk bertukar informasi bagaimana cara membangun opini positif masyarakat dalam memandang pentingnya vaksinasi," kata Gusnedy.

Suksesnya vaksinasi covid-19, terwujudnya herd immunity, tetap melaksanakan protokol kesehatan covid-19, semoga ekonomi pulih kembali. (*)

Sumber: Kominfotik Liko