SMA INS Kayu Tanam Panen Jagung 8 Ton

oleh -380 klik
Panen jagung SMA INS Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Senin (04/10/2021). IST
Panen jagung SMA INS Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, Senin (04/10/2021). IST

JERNIHNEWS.COM-SMA INS Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, panen jagung sekitar 8 ton, Senin (04/10/2021). Dengan harga jagung sekitar Rp5.000, SMA INS yang disebut juga dengan sekolah multi talenta bakal diguyur uang Rp40 jutaan. Ini adalah bagian dari pengembangan wakaf produktif dari Nurhayati Subakat, owner perusahaan kosmetik Wardah.

"Alhamdulillah, jagung kita sudah panen. Luas kebun jagung yang ditanami 1,8 hektar," kata Drs. Hendrizal, Kepala SMA INS Kayu Tanam, kepada jernihnews.com, Senin (04/10/2021).

Soyagiyanya, menurut perkiraan awal, kebun jagung yang dikelola secara mandiri oleh INS Kayu tanam, yakni oleh pegawai/karyawan dan siswa, dapat menghasilkan sekitar 10 ton jagung kering. Namun karena mengganasnya hama babi hutan di kawasan Kayu Tanam, sekitar 20 persen jagung saat masih muda habis dimakan oleh babi. Meski sudah dipagar dengan seng, tapi babi tetap bisa merusak pagar tersebut.

Jagung yang ditanam adalah jenis jagung untuk makanan ayam. Harga jagung saat ini sedang tinggi, yakni sekitar Rp5.100 hingga Rp5.200 per kg. Padahal biasanya hanya sekitar Rp3.500 saja per kg. "Makanya, kita bergerak cepat dalam panen ini, agar harga tidak keburu turun. Sebab kami dengar akan juga dilaksanakan operasi bulog guna menekan harga jagung di pasaran. Mudah-mudahan kami dapat menjual saat harga masih bagus," kata Hendrizal.

Hasil kebun jagung nantinya akan digunakan untuk pembiayaan SMA INS Kayu Tanam seperti gaji guru, pegawai dan lainnya, sesuai dengan konsep wakaf produktif yang dimaksudkan pemberi wakaf, Nurhayati Subakat.

Beberapa hari sebelumnya, kolam lele wakaf produktif juga sudah mulai panen perdana. Sebanyak 5.000 ekor lele yang dipanen. Panen dilaksanakan secara bertahap. Sekarang juga tengah dipersiapkan kebun lado kutu alias cabai rawit.

Dua pekan lalu Kepala SMA INS Hendrizal bersama tim juga telah berkunjung ke sebuah peternakan sapi di Koto Baru Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota dalam rangka studi atau belajar. Ada sekitar 250 ekor sapi yang dipelihara pada peternakan yang dikunjungi tersebut.

Hendrizal mengaku kagum, karena selain ternak sapi di lokasi itu juga dikembangkan pohon jeruk, kurma dan lainnya. Dalam rencananya, wakaf produktif Nurhayati Subakat di INS Kayu Tanam juga diarahkan untuk ternak sapi. Beberapa ekor sapi sudah mulai dipelihara di INS.

Selain kebun jagung, cabai, ternak ikan dan sapi, wakaf produktif juga dikembangkan dalam bentuk foodcourt di pekarangan depan INS Kayu Tanam. Sekarang foodcourt tersebut sekalian dijadikan rest area bagi pengendara, karena posisinya sangat strategis di jalur jalan Bukittinggi-Padang KM 55. Sembari shalat dan istirahat sejenak, pengendara dan para penumpang bisa menikmati aneka makanan/minuman di foodcourt tersebut.

Siswa SMA INS Kayu Tanam tentu juga merasa sangat senang dengan perkembangan sekolah tersebut. Mereka terlibat langsung dalam setiap program pengembangan di sekolah mereka. Mereka pun menjadi terasah dan multi talenta. Sebagian siswa di sini gratis, tanpa biaya. Biaya ditanggung dari penghasilan berbagai program usaha sekolah. Dalam keterlibatan pengelolaan berbagai jenis usaha, para siswa juga mendapat makan dan jasa produksi serta pembagian akhir hasil usaha. (erz)