Meski Tak Bergaji, Guru SLB Hazirah Ranah Pesisir Tetap Semangat Mengajar

oleh -301 klik
Suasana di ruang kelas SLB Hazirah Ranah Pesisir di Labuah Gajah, Nagari Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan saat dikunjungi anggota DPRD Pessel Novermal Yuska, SH, Selasa (28/09/2021). Jumlah murid di SLB ini 25 orang (21 murid SD dan 4 murid SMP). Walau semua guru di sekolah ini tidak bergaji, namun mereka tetap bersemangat mengajar. IST
Suasana di ruang kelas SLB Hazirah Ranah Pesisir di Labuah Gajah, Nagari Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan saat dikunjungi anggota DPRD Pessel Novermal Yuska, SH, Selasa (28/09/2021). Jumlah murid di SLB ini 25 orang (21 murid SD dan 4 murid SMP). Walau semua guru di sekolah ini tidak bergaji, namun mereka tetap bersemangat mengajar. IST

JERNIHNEWS.COM-Para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Hazirah Ranah Pesisir di Labuah Gajah, Nagari Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan memang luar biasa. Meski tak bergaji, namun para guru di sekolah yang muridya anak-anak berkebutuhan khusus itu tetap bersemangat mengajar. Ada 25 murid di SLB itu, 21 orang murid SD dan 4 orang siswa SMP.

SLB Hazirah Ranah Pesisir di Labuah Gajah, Nagari Sungai Tunu, Kecamatan Ranah Pesisir ini berdiri sejak 30 Desember 2020. Jumlah gurunya sebanyak 6 orang. Terdiri dari 5 guru PLB (Pendidikan Luar Biasa) dan 1 guru Penjas (Pendidikan Jasmani). Pelajar di sekolah ini adalah, anak-anak disabilitas tuna rungu, tuna grahita dan autis.

Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Novermal Yuska SH yang berkunjung ke sekolah itu, Selasa (28/09/2021) sangat terharu dengan dedikasi para guru yang dipimpin kepala sekolah, Fatma Hasneli, SPd.

Walau tidak bergaji, mereka tetap semangat dan ikhlas melayani anak-anak kurang beruntung yang bersekolah di sana. Hidup para guru tersebut hanya ditopang dengan subsidi beras dari Bapak Rijoni, suami salah seorang guru yang punya usaha gilingan padi, dan ikut mendirikan sekolah tersebut.

"Saya juga bangga dan angkat topi dengan kepedulian Walinagari Sungai Tunu yang meminjamkan gedung MDA untuk sekolah anak-anak disabilitas tersebut. Gedung ini dipinjamkan sampai yayasan sekolah ini memiliki gedung sendiri," kata Novermal Yuska, Ketua Fraksi PAN DPRD Pessel itu sebagaimana yang dituliskan pada halaman medsosnya.

Yang tidak kalah hebat pula, para pelajar yang sekolah di SLB Hazirah juga terlihat bersemangat. Seakan mereka tak mau kalah dengan saudaranya yang normal. Mereka juga ingin sukses di tengah keterbatasannya.

Menurut Novermal Yuska, sekolah anak-anak disabilitas ini sangat membutuhkan support dana operasional dan sarana prasarana pendukung. Kebutuhan yang paling mendesak adalah, 5 unit kursi roda, sound system, alat musik, matras terapis, bola basket, alat masak, dan kotak P3K.

"Bagi saudaraku yang berkelapangan rezeki, silahkan salurkan donasinya dengan berkomunikasi langsung dengan kepala sekolah di Hp/WA 0821-6994-5839 (Fatma Hasneli, SPd)," sebut Novermal Yuska.

Kedepan, insya Allah, ujar Novermal, dia akan bantu fasilitasi bagaimana izin operasional sekolah segera terbit, serta bisa pula mendapatkan dana BOS dari pemerintah dan donasi dari lembaga-lembasa sosial lainnya. Juga akan mendorong bagaimana guru-gurunya segera ikut sertifikasi dan mendapatkan tunjangan profesi dari pemerintah. *

Editor: erz